
"Kau masih bisa menyapa mereka ketika kau selama ini mengabaikan mereka. Terutama Clara" ucap Morgan tidak enak hati untuk menyetujui perkataan Sherly. Karena selama ini mereka berdua berusaha untuk mengabaikan dan menjauhi Clara karena status Clara tak lagi sama dengan mereka. Sebenarnya mereka menjadi seperti ini karena perintah orang tua mereka. Karena itu mereka tak punya pilihan untuk melakukan semua itu. Tapi walau bagaimanapun apa yang telah mereka lakukan sudah sangat menyakiti Clara.
"Kita hanya tak menghubungi mereka. Memangnya ada hal lain yang kita lakukan... tidak ada bukan ?" jawab Sherly dengan tampang tidak bersalah dari raut wajahnya.
"Kau benar-benar tak memiliki hati nurani. Sudah menyakiti tapi tak kau sadari sedikitpun" ucap Morgan dengan tatapan tidak percayanya. Sontak hal itu membuat Sherly geram dengan pernyataan yang di lontarkan oleh Morgan padanya.
"Apa kau bilang ? tak memiliki hati nurani. lalu bagaimana dengan kau sendiri ? Kau bahkan lebih jahat dari pada diriku" jawab Sherly tidak terima dengan yang di katakan Morgan tentang dirinya. Karna Morgan yang paling sering bertemu dengan Clara dan yang paling sering mengabaikan an sangat jelas menjauhinya.
"Terserah kau mau mengatakan apa. Aku tak akan ikut kesana menyapa mereka" ucap Morgan enggan untuk bertemu dengan Clara dan Luna. Dalam hati Morgan sebenarnya dia sangat ingin bertemu dan berbincang dengan Clara dan Luna. Dan tanpa disadari Clara, sebenarnya Morgan sangat menyayangi Clara. Morgan sangat merasa bersalah dengan sikapnya pada Clara selama ini. Karena tekanan yang di berikan orang tuanya, Morgan terpaksa menjauhi Clara. Morgan tak memiliki kekuatan untuk menentang segala perintah dan keputusan orang tuanya terhadap masa depannya.
__ADS_1
Tanpa mendengar nasehat dari Morgan. Sherly mendekat ke arah tempat Clara dan Luna berada saat ini.
"Luna" sapa Sherly memanggil Luna. Sontak Luna dan semua orang yang ada di sana melihat ke arah sumber suara yang memanggil nama Luna barusan.
"Sherly" ucap Luna terkejut dengan kedatangan Sherly. Clara yang melihat kedatangan Sherly hanya bisa terpaku diam karena hubungan persahabatan mereka yang telah merenggang tak tahu penyebab terjadinya karena apa.
"Hy Sher. Apa kabar ?" tanya Luna basa basi sambil menanyakan bagaimana kabar Sherly.
"Seperti yang lo liat Lun. Gue baik-baik aja. Lo sendiri gimana ?" tanya Sherly balik pada Luna dengan senyuman manis mengembang di sudut bibirnya.
__ADS_1
"Seperti yang lo liat juga. Gue baik-baik aja. Gue gak tau kalau lo ternyata juga ada di pesta pernikahan ini" ucap Luna tak menyangka bahwa ia akan bertemu Sherly di sini.
"Orang tua gue kolega bisnis keluarga pengantin perempuannya. Makanya gue bisa ada di sini. Oh iya, Morgan juga ada di sini, tadi gue ajakin ke sini tapi tu anak ngeyel gak mau ikutan ke sini. jadinya gue sendiri yang datang sendiri hampiri lo" jelas Sherly.
"Ternyata gitu" ucap Luna singkat padat dengan penjelasan panjang lebar yang di lontarkan Sherly barusan. Sontak hal itu membuat Sherly sedikit kesal karena Luna hanya menjawab singkat pernyatannya. Sherly melihat ke arah Clara yang sedari tadi hanya diam saja.
"Hy Clara. Apa kabar ?" sapa Sherly tiba-tiba pada Clara. Sontak sapaan Sherly itu membuat Clara terkejut.
#Bersambung
__ADS_1