My Arogant Big Bos

My Arogant Big Bos
#174


__ADS_3

"Maaf Ndin, hari ini aku gak bisa. Banyak hal yang harus aku kerjakan di rumah. Di tambah nanti aku mau keluar juga dengan kak Nathan untuk membeli kebutuhan dapur yang sudah habis" jawab Clara meminta maaf pada Andin karena tak bisa menemani ia pergi bermain keluar bersama dengannya hari ini karena kesibukan Clara yang tak bisa ditinggali, sebab jika tidak diselesaikan hari ini, maka akan semakin banyak hal yang perlu ia selesaikan.


"Oke Ra. Gapapa. Aku paham kok. Sebenarnya hari ini aku bertengkar dengan kakakku. Karena itu aku gak mood di rumah. Seperti aku gak akan keluar dari kamarku hari ini, malas rasanya jika ketemu dia, bisa bikin mood makin buruk aja" jelas Andin tiba-tiba mencurahkan isi hatinya pada Clara karena pertengkaran dengan kakaknya sendiri.


"Kenapa bisa ? Biasanya kan kalian akur-akur saja. Apalagi kakakmu tipe orang yang penyayang. Kenapa kalian bisa bertengkar ?" tanya Clara yang bingung dengan cerita Andin. Karena setau Clara, kakak-kakak Andin itu sangat sayang sekali pada Andin. Bahkan bisa dibilang sedikit posesif.

__ADS_1


"Gak tau ah, tiba-tiba dia bilang mau ngirim aku kembali ke Inggris. Kan kesal jadinya, padahal aku dah capek-capek nyelesaiin kuliah di sana biar bisa pulang ke rumah" ucap Andin masih kesal dengan hal yang dikatakan kakaknya tadi padanya.


"Gak mungkin kak Yoga tiba-tiba ngomong kek gitu, jika tidak ada pemicunya. Menurutku sebaiknya kalian selesaikan masalahnya baik-baik, sesama keluarga jika bertengkar itu gak baik. Apalagi kalian tinggal serumah juga pasti akan sangat canggung sekali nantinya" nasehat Clara pada Andin agar segera berbaikan dengan kakaknya itu secepatnya.


"Ha.... sebenarnya malas banget minta maaf sama tu orang, tapi mau bagaimana lagi, akan aku usahakan agar berbaikan secepat mungkin dengan kakak seperti yang kau katakan Ra. Terimakasih sudah mau mendengarkan ceritaku" ucap Andin menerima tawaran Clara agar secepatnya berbaikan dengan kakaknya agar hubungan mereka tidak canggung kedepannya.

__ADS_1


"Kenapa dia bersikap biasa saja, padahal aku sudah kepikiran kek gini. Benar-benar deh, kakak macam apa sih ini" kesal Andin sambil menyendok makanannya dengan kasar yang sontak menjadi pusat perhatian dari seluruh anggota keluarganya yang tengah ikut sarapan pagi bersama. Mereka semua jadi saling pandang satu sama lain, bingung dengan tingkah Andin hari ini, dan tentunya tidak ada siapapun yang tau kenapa Andin bersikap seperti itu.


"Sayang, apakah terjadi sesuatu hal yang mengenakkan padamu ?" tanya ayah Andin yang sontak membuat Andin terkejut dengan pertanyaan yang dilontarkan ayahnya itu. Andin terlihat gugup karena pertanyaan tiba-tiba ayahnya.


"Tidak terjadi apapun padaku Pa. Aku baik-baik saja. Papa tak perlu khawatir" jawab Andin dengan lembut menjawab pertanyaan ayahnya. Andin tidak sadar bahwa tingkah lakunya yang tengah kesal akan sesuatu disadari oleh keluarganya. Ketika Andin melihat ke arah depan, ia tak sengaja beradu pandang dengan kakak pertamanya yang tak berekpresi sama sekali ketika melihat dirinya dan itu semakin membuat kekesalan Andin semakin menjadi-jadi.

__ADS_1


#Bersambung


__ADS_2