My Arogant Big Bos

My Arogant Big Bos
#64


__ADS_3

"Kekasih ?" tanya ayah Luna kaget mendengar pernyataan Rafael.


"Ya om. Belum lama ini kami meresmikan hubungan kami. Mohon restu dari om, tante dan saudara Luna" uca Rafael memohon restu pada keluarganya Luna agar bisa menjalin hubungan sebagai sepasang kekasih dengan Luna.


"Kalian benar-benar berpacaran ?" tanya Bayu memastikan apa yang di dengarnya tadi.


"Kami berpacaran" jawab Rafael mengulangi jawaban atau pernyataannya tadi.


"Wah.... jadi kak Luna udah punya pacar sekarang ?" ucap Bagas adik Luna nimbrung dalam percakapan mereka, Rafael tersenyum manis mendengar hal itu sedangkan Luna tampak tersipu malu dengan hal yang di katakan adiknya itu.


"Luna kenapa kau diam saja sedari tadi. Kau tak ingin mengatakan sesuatu pada dady dan juga momy" ucap ayah Luna pada Luna karena putrinya itu diam saja sedari tadi, hanya Rafael yang terus menjawab dan menjelaskan tentang hubungan di antara mereka berdua.


"Dad, Mom. Aku menyukai kak Rafael. Tolong restui hubunganku dengan kak Rafael" ucap Luna gugup mengutarakan isi hatinya pada orang tuanya itu.

__ADS_1


"Tentu saja Mom dan Dad merestui hubungan kalian. Tapi harus ingat dengan batasan-batasan saat berhubungan" ucap ibu Luna memperingati Luna dan Rafael untuk tidak kelewat batas dalam menjalin hubungan sebagai sepasang kekasih.


"Itu sudah jelas tante. Saya akan memperlakukan luna dengan baik dan menjaganya" jawab Rafael menjawab peringatan yang di lontarkan oleh ibunya Luna.


"Tentu saja harus seperti itu. Tante titip Luna padamu ya Rafael. Tolong jaga dia" ucap ibu Luna dengan senyum manisnya. Karena ketika melihat pertama kali pada Rafael, ibu Luna langsung menyukai Rafael. Karena Rafael terlihat baik dengan reputasi yang baik juga.


"Baik tante. Saya akan menjaga Luna dengan baik" jawab Rafael dengan sikap ramahnya.


"Jangan panggil tante. Panggil Mom aja" ucap ibu Luna memerintahkan Rafael untuk memanggilnya momy bukannya tante.


"Dad, bagaimana ? aku boleh kan berpacaran dengan kak Rafael ?" tanya Luna pada ayahnya. Karena ayahnya hanya diam saja sedari tadi mendengar percakapan ibunya dengan Rafael.


"Dad akan mendukung segala sesuatu yang ingin kau lakukan. Pesan dad hanya satu, jaga dirimu baik-baik, dan untuk nak Rafael jangan membuat aku kecewa nantinya" ucap ayah Luna dengan nada yang tegas dan sedikit ada nada seperti ancaman.

__ADS_1


"Dad tak perlu khawatir. Aku sudah besar, tau mana yang baik dan mana yang buruk" ucap Luna sangat bahagia mendengar jawaban dari ayahnya karena telah merestui hubungan di antara dirinya dan juga Rafael.


"Tolong jaga adikku baik-baik" ucap Bayu tiba-tiba merangkul tubuh Rafael.


"Tentu saja kakak ipar. Aku pasti akan menjaga Luna dengan baik" jawab Rafael meyakinkan Bayu bahwa ia serius dan tulus dengan Luna. Bukan bermaksud untuk mempermainkannya.


"Panggil aku Bayu. Jika tak salah kita seumuran bukan" ucap Bayu dengan santainya.


"Ya kita seumuran. Tapi kau adalah kakaknya Luna" jawab Rafael.


"Lalu apa hubungannya. Jika kau memanggilku kakak ipar seolah-olah aku seperti lebih tua dari kau Rafael" jawab Bayu tidak terima jika di panggil kakak ipar oleh Rafael.


"Baiklah. Aku akan memanggil kau dengan sebutan nama saja sekarang" ucap Rafael pasrah dengan perdebatannya bersama Rafael.

__ADS_1


"Itu baru benar hahahaha" jawab Bayu dengan senyum mengembang dibibirnya.


#Bersambung


__ADS_2