
'"Jika selama ini lo tau, kenapa lo cuman diam aja" ucap Sherly yang tak tau harus berkata apa. Karena ia sudah sangat tersudutkan oleh Luna dan perkataan Luna memang benar adanya.
"Kenapa lo gak bilang aja ke Clara semuanya. Kenapa lo hanya diam aja Lun ? Lo sengaja kan biar bisa ngolok-ngolok gue. Karena gue pengecut seperti yang lo bilang. Iya kan ?" sambung Sherly tersulut emosi.
"Gue gak kayak lo Sher. Jangan samain gue sama lo" ucap Luna seadanya.
"Hahahah bener banget. Gue ini jahat. Makanya lo kasihan kan. Karena itu lo gak bilang ke Clara kan ?" ucap Sherly sambil tertawa yang menandakan ia mulai emosi dan pada akhirnya tiba-tiba panggilan telfon itu terputus. Karena Sherly memutuskannya sepihak. Sherly menangis tersedu-sedu karena tak tahan dengan semua yang dikatakan Luna padanya, ia akui ia memang seperti yang dikatakan oleh Luna.
"Sial... Huhuhuhuhu...." maki Sherly di sela tangisannya yang menggema di sudut ruang kamarnya.
"Emangnya ini salah gue ? emangnya gue yang mau ? Enggak. Gue dipaksa. Gue dipaksa huhuhu... Kenapa harus gue yang di salahin" ucapnya lagi dan tangisnya pun mulai menjadi-jadi.
__ADS_1
Malam itu memang jadi malam yang paling buruk bagi Sherly. Ia terlelap sembari air matanya terus membasahi pipinya yang mungil itu.
Dan disisi lain Luna merasa dia sedikit kelewatan tadi pada Sherly. Tapi mau bagaimanapun yang dilakukannya adalah hal yang benar dan Luna tidak merasa bahwa ia salah dalam bertindak. Ia berharap Sherly dan Morgan mau mendatangi Clara dan meminta maaf atas segala hal yang terjadi tentunya juga menjelaskan segala hal yang terjadi. Luna berharap ia dan sahabat-sahabatnya bisa seperti dulu lagi ketika zaman sekolah menengah atas mereka.
*Kembali ke hari persiapan lamaran Nathan untuk Clara
Hari sudah menunjukkan pukul tujuh tiga puluh malam (19.30 WIB). Seperti yang telah direncanakan sebelumnya bahwa acara lamaran itu akan dilakukan pada pukul delapan malam (20.00 WIB).
"Mau kemana lagi kita Lun ? Gue kira kita bakalan kesini aja" tanya Clara pada Luna penasaran dengan tempat yang akan dikunjungi berikutnya.
"Pokoknya ada deh. Tempat yang bakal kita tuju berikutnya sangat bagus dikunjungi kalo malam hari". jelas Luna agar Clara percaya dengan yang dikatakan Luna barusan.
__ADS_1
"Oke deh. Gue juga penasaran dengan tempat yang lo bilang" jawab Clara dengan senyum manisnya.
Mereka pun menuju tempat itu, tapi sebelum itu Luna mengirimi Nathan pesan lebih dahulu mengatakan bahwa mereka berdua tengah menuju kesana saat ini.
Sesampainya di tempat tujuan, Clara merasa heran dengan tempat itu, kenapa terlihat sepi sekali.
"Lun. Kita datang ke tempat yang bener kan ? Kenapa gue gak liat siapapun disini. Sepi amat" tanya Clara karena bingung melihat keadaan tempat itu yang tak ada siapapun.
"Benar kok. Tempatnya emang kek sepi gitu dari luar. Tapi di dalam rame banget kok" jawab Luna sembarangan yang mana Luna tengah memberitahu Nathan kalo mereka udah datang.
"Yok Ra. Kita masuk" ajak Luna pada Clara. Clara mengikuti Luna dari belakang. Ketika masuk Clara benar-benar terkejut melihat siapa yang tengah berada di sana.
__ADS_1
#Bersambung