My Arogant Big Bos

My Arogant Big Bos
#175


__ADS_3

"Sayang, apakah terjadi sesuatu hal yang mengenakkan padamu ?" tanya ayah Andin yang sontak membuat Andin terkejut dengan pertanyaan yang dilontarkan ayahnya itu. Andin terlihat gugup karena pertanyaan tiba-tiba ayahnya.


"Tidak terjadi apapun padaku Pa. Aku baik-baik saja. Papa tak perlu khawatir" jawab Andin dengan lembut menjawab pertanyaan ayahnya. Andin tidak sadar bahwa tingkah lakunya yang tengah kesal akan sesuatu disadari oleh keluarganya. Ketika Andin melihat ke arah depan, ia tak sengaja beradu pandang dengan kakak pertamanya yang tak berekpresi sama sekali ketika melihat dirinya dan itu semakin membuat kekesalan Andin semakin menjadi-jadi.


"Apa-apaan tuh wajah datar kek gitu. Bikin orang makin kesal aja. Emang cocok dipanggil batu sama karyawan perusahaannya. Padahal dia yang berulah duluan, dia juga yang tampak tak bersalah sama sekali" kesal Andin yang semakin menumpuk.

__ADS_1


Selama sarapan itu, Andin jadi tak nafsu makan karena, tapi mau bagaimana lagi Andin harus menghabiskan makanannya, jika tidak ada orang tuanya sudah dipastikan akan khawatir karenanya. Karena Andin adalah putri kesayangan mereka berdua.


Sarapan bersama pun selesai, ini waktunya para lelaki di rumah Andin pergi bekerja, ketika kakak pertama Andin hendak pergi bekerja, Andin dengan secepat mungkin langsung mencegat kakaknya pergi keluar dari rumahnya yang hendak akan keluar dari pintu masuk rumah karena sopir pribadi kakak pertamanya telah menunggu di luar sedari tadi.


"Kakak, tunggu sebentar, ada yang ingin aku katakan pada kakak, ini penting, aku mohon" ucap Andin meminta kakaknya untuk meluangkan waktunya sebentar saja sebelum pergi bekerja. Kakak pertamanya tampak terkejut dengan tingkah Andin.

__ADS_1


"Soal yang kemarin, aku minta maaf karena sudah bersikap kurang ajar pada kakak. Aku akan memikirkan perkataan kakak mulai sekarang, jadi maafkan aku kak" ucap Andin meminta maaf pada kakak pertamanya itu. Awalnya Andin takut untuk berbicara pada kakaknya itu, tapi ia teringat perkataan Clara kemarin, makanya muncul keberanian dalam diri Andin untuk meminta maaf secara langsung pada kakak pertamanya itu. Andin merasa lega karena telah berbicara dan mengutarakan permintaan maafnya pada kakaknya. Seperti tidak ada lagi beban di pundak Andin yang menghantuinya.


"Tidak apa. Aku tak tersinggung sama sekali. Maaf karena memarahimu juga" jawab Yoga dengan datarnya yang sebenarnya ia sangat senang sekali bisa berbicara dengan adiknya lagi, walaupun rasa senangnya tak terlihat oleh Andin yang tengah berada dihadapannya saat ini. Walaupun sifatnya kaku dan dingin, Yoga adalah tipe penyayang keluarga walau tak terlihat. Andin yang mendapat permintaan maaf dari kakaknya itu merasa sangat senang, karena bagaimanapun sebenarnya Andin sangat menyayangi kakaknya itu seperti apapun sifat kakaknya itu. Karena Andin memahami kondisi kakaknya.


Lani tengah menunggu kedatangan kekasihnya yaitu Kenzo. Karena hari ini ada pertemuan keluarga dengan keluarganya Lani, Kenzo akan datang kesana sendirian karena keluarga Kenzo menetap di luar negeri tepatnya di Jerman. Sebab itu yang datang menerima undangan keluarga kekasihnya itu hanya Kenzo dan keluarga Lani memaklumi hal ini, karena ayah Lani dan ayah kenzo adalah sahabat baik sejak di bangku sekolah dulu. Walau awalnya hubungan Lani dan Kenzo itu adalah perjodohan, tapi lama kelamaan muncul rasa suka dan beginilah hubungan mereka menjadi pasangan kekasih yang sebenarnya tanpa rasa canggung dan tak enak satu sama lainnya diantara mereka berdua.

__ADS_1


#Bersambung


__ADS_2