
"Hy kak" ucap Luna sampai di depan apartementnya menyapa Rafael yang tengah bersandar di sisi samping mobilnya.
"Hy Lun. Udah siap kan ?" tanya Rafael lagi memastikan apakah Luna sudah siap apa belum. Agar nantinya Luna nyaman ketika di pesta nanti.
"Udah kok kak. Liat, aku udah cantik kan ? udah cocok dengan kakak kan ? Gak malu-maluin jadi pasangan kakak nantinya kan ?" tanya Luna memastikan penampilannya karena takut di ejek karena tak serasi dengan Rafael nantinya. Luna takut nantinya Rafael akan jadi bahan pembicaraan orang lain karena dirinya. Luna tak mau hal itu sampai terjadi.
"Kau cantik kok. Cocok memakai apapun" jawab Rafael sambil mengelus lembut rambut Luna agar nantinya tatanan rambut Luna tak berantakan dan terlihat masih rapi. Mendengar hal itu membuat Luna tersipu malu. Luna benar-benar sangat senang mendengarnya.
__ADS_1
"Kak. Ayo kita berangkat. Sebentar lagi pesta pernikahannya akan di mulai" ucap Luna mengajak Rafael untuk segera berangkat ke pesta pernikahan Boby dan Citra.
"Luna. Sebelum itu. Ada hal yang ingin aku katakan padamu " ucap Rafael menahan lengan Luna dan sontak membuat Luna langsung berhadapan dengan Rafael saat ini.
"Apa itu kak ? Apakah ada sesuatu hal yang penting yang harus aku ketahui sebagai pasangan kakak nanti ?" tanya Luna penasaran dengan hal yang ingin di katakan Rafael padanya.
"Lalu apa kak ?" tanya Luna kebingungan melihat bagaimana tingkah Rafael yang berbeda dari biasanya.
__ADS_1
"Mungkin ini sedikit mendadak. Tapi aku ingin mengatakannya sekarang padamu. Walaupun ini mendadak kau tak perlu menjawabnya sekarang. Aku akan menunggu jawaban kau nanti. Jadi tolong dengarkan aku baik-baik" ucap Rafael dengan jantung yang berdebar saat ini.
"Luna. Sebenarnya aku menyukai kau sejak pertemuan kita yang pertama kali ketika aku menabrak kau di jalanan. Sejak hari itu aku terus terfikirkan tentang dirimu. Ku kira kita tak akan pernah bertemu lagi. Tapi tak di sangka takdir berkata lain. Kita di pertemukan kembali lewat perantara Clara. Setiap kali bertemu dengan kau jantungku terus berdegub kencang. Aku benar-benar sangat menyukaimu. Aku berharap kau mau menjadi kekasihku. Luna maukah kau berkencan dan menjadi kekasihku ?" jelas Rafael menyatakan perasaannya pada Luna dan mengajak Luna untuk berkencan dan berpacaran dengannya. Pernyataan Rafael membuat Luna terkejut bukan main. Luna tak menyangka bahwa Rafael akan menembaknya hari ini.
"Kakak. Kau tak bercanda kan ? Apakah ini sungguhan ? kakak tidak mempermainkan diriku bukan ?" tanya Luna tampak ragu dengan hal yang di katakan Rafael karena Rafael mengutarakan isi hatinya terlalu mendadak dan membuat Luna terkejut bukan main.
"Aku tidak bercanda dan aku bersungguh-sungguh padamu Luna" jawab Rafael dengan serius.
__ADS_1
*Bersambung*