My Arogant Big Bos

My Arogant Big Bos
#49


__ADS_3

"Aku memanggilmu datang kemarin ingin mengundang kau datang ke acara pernikahanku yang akan di adakan bulan depan. Aku berharap kau bersedia untuk datang" ucap teman Rafael yang bernama Bobi.


"Wah... akhirnya kau menikah juga dengan Citra. Ku kira kalian tak terfikirkan ke arah sana" ucap Rafael meledek Bobi karena kisah percintaannya yang tak kunjung melaju ke arah yang lebih serius yaitu pernikahan.


"Bukannya tidak terfikirkan. Tapi waktunya yang belum tepat" ucap Bobi dengan santainya.


"Serah kau. Aku pasti akan datang" ucap Rafael memberitahu Bobi bahwa dia akan datang kepernikahan mereka.


"Jangan lupa bawa pasanganmu juga" ucap Bobi yang membuat Rafael terkejut bukan main. Soalnya Rafael tidak memiliki kekasih hingga sekarang.


"Melihat dari reaksi kau. Mungkinkah kau belum memiliki kekasih hingga sekarang ?" tanya Bobi menyelidik. Karena sangat jelas bagaimana raut wajah Rafael menjelaskannya.


Rafael hanya diam saja. Ia kesal dengan pertanyaan yang di tanyakan Bobi padanya. Melihat reaksi Rafael sudaj di pastikan bahwa hal itu adalah benar.


"Ya. Setidaknya kau harus membawa pasangan nanti. Mau itu pacar kau atau bukan. Melihat dari reputasi kau sebagai pebisnis terkemuka. Ku sarankan sebaiknya bawalah pasanganmu. Karena kau setiap menghadiri pesta selalu datang sendiri. Orang-orang jadi berfikir aneh-aneh tentang kau. Ini hanya saran dari ku saja. Mau kau melakukannya atau tidak itu tergantung pada diri kau sendiri" jelas Bobi panjang lebar pada Rafael.


"Lihat saja nanti. Kalau aku berjodoh untuk membawa pasangan. Pasti akan ku bawa nanti. Kau tenang saja. Doakan aku secepatnya menemukan pasangan hidupku" ucap Rafael dengan santainya sekarang. Padahal tadi dia sangat kesal sekali.

__ADS_1


"Ok. Pokoknya aku akan menunggu kedatangan kau" ucap Bobi memastikan lagi.


"Hmmmm" ucap Rafael hanya mendehem saja sambil meminum minumannya.


"Oh iya. Apakah kau sudah mengundang Nathan, Kenzo dan juga Naufan ?" tanya Rafael.


"Aku sudah mengundang mereka kemarin" ucap Bobi pada Rafael.


"Bagaimana dengan Naufan ? Apakah dia akan datang ?" tanya Rafael lagi mengingat Naufan masih berada di Jepang saat ini.


"Hmmmm begitu" ucap Rafael singkat.


Mereka berbincang cukup lama. Karena Bobi ada kesibukan lain. Akhirnya Bobi berpamitan pada Rafael. Sambil mengingatkan Rafael untuk datang ke acara pernikahnnya nanti. Ketika keluar dari cafe itu, Bobi dan Rafael berpisah di sana.


Rafael menikmati waktunya ketika selesai bertemu dengan Bobi. Tanpa di sangka-sangka ia bertemu dengan Luna yang hendak ingin ke salah satu toko perhiasan yang ada di sana.


"Luna" panggil Rafael dengan suara sedikit keras yang membuat Luna melihat ke arah sumber suara yang memanggil dirinya.

__ADS_1


"Eh... kak Rafael" ucap Luna sambil berjalan mendekati Rafael.


"Hallo kakak. Apa kabar ?" tanya Luna pada Rafael dengan sopan.


"Kabarku baik. Bagaimana dengan kau ?" tanya Rafael balik menanyakan kabar Luna.


"Aku baik kakak. Kakak lagi apa di sini sendirian ?" tanya Luna penasaran melihat Rafael sendirian di mall berjalan-jalan.


"Barusan bertemu dengan temanku" jawab Rafael.


"Kau sendiri kenapa berkeliaran di sini sendirian ?" tanya Rafael pada Luna.


"Aku mau mengambil pesanan sekaligus membeli hadiah untuk ulang tahun temanku" jelas Luna.


Kebetulan sebentar lagi Ayu akan berulang tahun dan Luna ingin memberinya hadiah.


*Bersambung*

__ADS_1


__ADS_2