
Mereka menghabiskan malam itu dengan melakukan hal-hal yang romantis dari makan malam bersama, nonton bersama dan saling bercanda satu sama lain. Ketika sedang asik mengobrol, Nathan tiba-tiba mengatakan sesuatu.
"Sayang. Apakah kau sudah siap untuk menikah dengan diriku ?" tanya Nathan yang sangat ingin tahu kesiapan Clara tentang pernikahan mereka. Nathan ingin secepat-cepatnya melangsungkan pernikahan dengan Clara.
"Aku sudah siap kok kak. Kita bisa melangsungkannya kapan saja. Clara juga ingin secepatnya meresmikan hubungan kita ke jenjang pernikahan" ucap Clara yang membuat Nathan terkejut mendengar pernyataan Clara barusan yang ingin sesegera mungkin menikah dengan Nathan. Nathan juga sangat senang sekali mendengar hal itu dan dia bahkan memeluk tubuh Clara dengan sangat erat. Nathan terharu mendengarnya, bahkan jantung Nathan berdegub dengan sangat kencang karena hal itu.
"Benarkah ?" tanya Nathan memastikan jawabab Clara lagi untuk memastikan.
__ADS_1
"Iya kakak. Aku sudah siap menikah dengan kak Nathan" ucap Clara sambil menangkup wajah Nathan dengan kedua tangannya. Clara menatap lekat manik mata Nathan dengan penuh kasih sayang dan meyakinkan Nathan lagi bahwa ia sudah siap untuk menikah dengan Nathan.
"Terimakasih sayang. Ayo kita persiapkan dengan meriah" ucap Nathan lembut pada Clara dengan senyuman tiada henti menghiasi bibirnya. Nathan benar-benar sangat senang sekali.
"Kakak. Aku ingin pesta pernikahan yang sederhana saja dan tak perlu terlalu mengundang banyak orang, yang penting-penting saja" ucap Clara mengutarakan isi hatinya terkait konsep pernikahan yang ia inginkan. Lalu Clara teringat tiba-tiba akan profesi Nathan sebagai pebisnis yang sangat sukses sekali berarti Nathan memiliki banyak kolega bisnis yang perlu di undang ketika pernikahan nanti, begitulah pikir Clara. Berarti pernikahannya bisa saja menjadi pusat perhatian nantinya.
"Kenapa aku harus mengundang mereka ?" tanya Nathan tak ingin terlalu ribet mengurusi pernikahannya nanti. Nathan hanya ingin mengundang orang-orang terdekatnya saja. Karena ia tak terlalu ingin mengadakan pesta yang terlalu banyak hadirinnya. Lebih baik melakukan pernikahan hanya di hadiri pihak kekuarga dan teman terdekat saja. Bisa dikatakan keinginan Clara sama dengan keinginan Nathan yang ingin pesta pernikahan mereka dengan konsep sederhana dan tak menarik perhatian banyak orang tentunya. Begitulah pikir Nathan.
__ADS_1
"Untuk menjalin hubungan baik kakak. Sebagai tata krama saja" jelas Nathan memberitahukan maksud kenapa harus mengundang kolega bisnis Nathan ke acara pernikahan.
"Akan kufikirkan nanti sayang. Apakah perlu mengundang mereka atau tidak ?" ucap Nathan tak terlalu menanggapi perkataan Clara terkait mengundang kolega bisnis Nathan itu nanti ke acara pernikahan.
"Oh iya kakak, yang akan menjadi pendampingku ketika acara pernikahan nanti siapa ?" tanya Clara pada Nathan karena tidak ada satu pun sanak family Clara yang bisa melakukannya karena semenjak orang tua Clara tiada, sanak family Clara memutuskan hubungan dengan Clara begitu saja, jadinya tak ada siapapun yang ada disisi Clara saat ini. Clara bingung siapa yang akan menjadi pendampingnya nanti ketika menikah.
"Kalau masalah itu kau tak perlu khawatir sayang. Kau bisa memilih antara Rafael, Kenzo dan Nathan. Mereka sudah sangat jelas bersedia untuk melakukan hal itu jika kau yang memintanya sayang atau aku bisa meminta ayah Rafael untuk melakukannya. Beliau pasti akan sangat senang sekali bisa menikahkan dirimu pada diriku" jelas Nathan menunjukkan pada Clara para kandidat yang bisa dijadikan pendamping Clara ketika menikah nanti.
__ADS_1
#Bersambung