
"Nathan. Apa mantan temannya datang menemui Clara dan menyakitinya lagi" tanya Rafael yang sedikit banyaknya tau permasalahan yang dialami oleh Clara selama ini.
"Yah seperti itulah. Benar-benar brengsek sekali. Aku pasti akan membalas mereka nanti jika terjadi sesuatu lagi dengan Clara" kesal Nathan mengingat hal-hal yang diceritakan Clara padanya tentang perlakuan orang-orang itu padanya.
"Benar-benar mereka. Gak ada habisnya melakukan hal buruk pada orang lain" kesal Rafael.
"Kalian ngomongin apaan sih. Gue gak paham yang kalian katakan" ucap Naufan yang tidak tau permasalahan Clara, karena ia belum lama ini kembali ke negara ini. Mendengar hal itu Rafael lalu menceritakan permasalahan yang dihadapi Clara secara garis besarnya pada Naufan agar dia tak tertinggal informasi apapun dan bisa ikut nimbrung ketika mengobrol.
__ADS_1
Naufan pun akhirnya mengerti ke arah mana pembicaraan sahabat-sahabatnya itu.
"Jadi alasan mereka menjauhi Clara, karena Clara jatuh miskin begitu kan ?" tanya Naufan memastikan.
"Bisa dikatakan seperti itu. Tapi aku baru saja mendengar hal yang sebenarnya dari Clara, alasan mereka menjauhi dirinya. Kalian tau kenapa ? ternyata salah satu orang tua temannya itu mengompori orang tua temannya yang lain agar tak ada yang berhubungan dengan Clara karena Clara tidak selevel dengan mereka lagi dan hanya akan membawa dampak buruk bagi masa depan anak-anak mereka dan untung saja keluarga Luna tak termakan bujuk rayuan bajingan sialan itu" ucap Nathan yang memperlihatkan rahangnya yang mengeras tanda sedang menahan amarah saat ini. Mendengar hal itu ke tiga sahabat Nathan itu juga tersulut amarah karena mereka bertiga telah menganggap Clara sebagai adik mereka, mereka sangat kesal mendengar hal itu yang menjadi alasan Clara terluka selama ini. Mereka berempat terdiam cukup lama untuk menenangkan diri agar suasana kembali seperti semula.
Hari sudah menunjukkan pukul delapan malam, Clara baru saja menyelesaikan masakannya dan juga sudah selesai menata makanan dan yang dirasa perlu di atas meja makan. Clara pun bergegas menuju ruang tamu untuk menemui Nathan dan ke tiga sahabat Nathan yang lain. Clara melihat mereka berempat dia-diam saja tanpa adanya obrolan. Clara menjadi sedikit bingung, karena ia merasakan suasana yang sedikit berbeda dengan yang biasanya ketika mereka berempat bertemu. Clara merasakan seperti ada sesuatu yang terjadi dengan mereka berempat saat ini.
__ADS_1
"Sayang" panggil Nathan terkejut dengan kedatangan Clara disana.
"Apa ada yang kau perlukan sayang ?" tanya Nathan pada Clara yang datang secara mendadak kesana.
"Mau memanggil para kakak untuk makan malam bersama. Karena Clara sudah selesai memasak dan menatanya" ucap Clara memberitahukan kedatangannya kesana.
"Astaga, aku tak sabar untuk mencoba masakan adikku. Pasti sangat enak sekali karena adikku yang memasaknya" ucap Rafael merayu Clara sembari memperbaiki suasana yang tampak sangat mencekam ini. Rafael merasa Clara pasti juga merasakan suasana di sekitar kami juga tak terlalu baik mengingat kami hanya diam saja dengan mimik wajah cukup serius.
__ADS_1
"Pasti enak sekali. Tak sabar rasanya ingin mencicipi masakan calon istrinya Nathan" ucap Kenzo juga yang tak sabar ingin makan malam karena ia sangat lapar sekarang dan perkataan Kenzo itu diangguki oleh Naufan tanda setuju dengan perkataannya.
#Bersambung