My Arogant Big Bos

My Arogant Big Bos
#72


__ADS_3

Setelah membaca pesan balasan dari Luna, Rafael langsung membalas pesan tersebut.


"Apakah sudah berada di sana ? Atau perlu aku menjemput dan mengartar kau ke sana sayang ?" tanya Rafael memastikan apakah Luna sudah berada di apartement Clara atau belum. Kalau belum dia berniat akan mengantarkan Luna ke sana.


"Aku baru saja sampai kak. Untung saja Clara ada di apartementnya" ucap Luna memberitahu Rafael bahwa dia sudah berada di apartement Clara saat ini.


"Eh.... Memangnya kau tak memberitahu Clara terlebih dahulu sebelum datang ke sana ?" tanya Rafael bingung dengan tindakan Luna yang datang bertamu sebelum mengabari orangnya terlebih dahulu.


"Tidak kak. Karena ku pikir karena hari ini hari libur. Clara pasti berada di apartementnya heheheheh" jawab Luna yang yakin dengan firasatnya sendiri.


"Bagaimana jika Clara malah pergi bersama Nathan dan tak ada di apartementnya ?" tanya Rafael menanyakan pendapat Luna tentang hal itu.

__ADS_1


"Kalau Clara gak ada di apartementnya aku tinggal pulang saja lagi" jawab Luna dengan santainya. Karena memang begitulah keadaannya.


Lalu tiba-tiba Clara datang sambil membawa nampan berisi minuman dan camilan ringan.


"Lagi chatingan dengan kak Rafael ya Lun ?" tanya Clara pada Luna karena Clara melihat Luna memainkan ponselnya sambil senyum-senyum sendiri.


Luna yang mendengar suara Clara langsung melihat ke arah Clara sambil cengengesan.


"Taulah. Gue kan juga kek gitu kalau lagi chatingan dengan kak Nathan hahahah" jawab Clara yang menyamakan dirinya dan Luna ketika chatingan bersama orang yang kita suka.


"Hahahah.... Jadi lo kek gini juga kalau chatingan bareng kak Nathan ?" tanya Luna memastikan jawaban Clara tadi.

__ADS_1


"Iya gue juga kek gitu. Oh iya ada apa lo ke apartement gue Lun ? Gue kira lo bakalan ngabisin waktu bareng kak Rafael karena kalian baru jadian kan" tanya Clara pada Luna yang bingung karena Luna tiba-tiba datang berkunjung ke apartementnya.


"Gue kangen ngumpul bareng lo Ra. Udah lama juga gue gak main ke sini kan" jawab Luna dengan senyum manis menghiasi pipinya.


"Lo pasti ke sini karena kejadian kemaren kan Lun ?" tanya Clara yang sudah tau dan menyadari bahwa Luna tak hanya sekedar mampir ke sini tapi pasti ada hal lainnya.


"Sebenarnya itu juga salah satu alasan gue datang kemari Ra. Gue khawatir banget sama lo Ra. Gue gak nyangka sherly malah menghampiri kita. bener-bener tu anak. Gak sadar diri dia. Udah ngejahatin orang eh malah kek gak merasa bersalah gitu. Gue juga jadi kesal jadinya" jelas Luna mengeluarkan isi hatinya perihal pertemuan mereka dengan Sherly kemarin di pesta pernikahan.


"Gak perlu khawatir Lun. Gue gak papa kok. Emang sih gue sedih banget kenapa Sherly kek gitu ke gue. Padahal kita udah temanan sejak kecil. Keknya selama ini Sherly gak pernah anggap gue lebih. Gue cuman teman yang sekedar lewat di kehidupan dia. Begitulah pikir gue selama ini" ucap Clara mengeluarkan isi hatinya juga perihal kejadian kemaren.


"Ra. Jangan ngomong kek gitu. Mungkin Sherly ada alasannya tersendiri melakukan hal itu. Karena setau gue Sherly bukan orang yang bakalan ninggalin teman dekatnya gitu aja" ucap Luna berusaha menenangkan Clara yang raut wajahnya mulai tampak sedih.

__ADS_1


#Bersambung


__ADS_2