
"Apa ? kau serius, dia mengatakan hal seperti itu. Kurang ajar sekali, memangnya mereka pikir harta adalah segala-galanya, yang kaya itu kan orang tuanya bukan mereka. Ah... membuatku sangat marah sekali. Mereka hanya tak merasakan bagaimana rasanya tak mempunyai sesuatu. Ingin rasanya aku menemui mereka sekarang juga untuk membuat perhitungan. Brengsek sekali memang" emosi Andin mendengar penjelasan Clara terkait permasalahannya. Andin sangat marah sekali tak menyangkan bahwa Morgan dan Sherly akan melakukan hal seburuk itu padahal sudah berhubungan sangat baik sejak dulu.
Andin paling tidak suka dengan orang-orang seperti yang dijelaskan Clara barusan. Dia benar-benar sangat membenci orang-orang seperti itu, kalau bisa dia tak ingin berhubungan dengan orang-orang semacam itu.
"Tak apa Andin. Setidaknya Luna masih bersamaku. Jadi aku tak terlalu merasa di tinggalkan karena hal itu" ucap Clara dengan senyuman di bibirnya. Melihat hal itu membuat Andin menjadi jengkel sekali.
__ADS_1
"Berhentilah berpura-pura bahwa kau baik-baik saja Luna. Aku tau kau tak baik sama sekali. Kau tak pernah berubah sedari awal kita bertemu dahulu, masih tetap sama saja" kesal Andin memarahi Clara karena Clara sok-sokan terlihat baik-baik saja padahal sebenarnya tidak.
"Memang seperti itulah aku, mau bagaimana lagi" ucap Clara tak terlalu mempedulikan perkataan Andin terhadap dirinya. Karena Clara memang seperti itu orangnya.
"Tapi bisakah kau tak seperti itu dihadapanku, kau pikir aku tak mengenalmu sama sekali. Clara kita adalah teman baik, aku juga termasuk sahabatmu bukan sahabat mereka. Aku hanya berhubungan dengan kau saja. Apa tak bisa kau perlihatkan dirimu yang sesungguhnya padaku. Apa aku orang lain di matamu ?" marah Andin terhadap sikap Clara, Andin merasa tak dianggap oleh Clara, bahkan didepannya Clara masih suka berpura-pura.
__ADS_1
"Ha.... Entah kenapa aku paling tidak bisa marah berlama-lama dengan kau Clara, yang jelas lain kali jangan seperti itu lagi, jika kau sedih dan ingin menangis. Menangis saja tak perlu ditahan-tahan seperti itu. Mengerti kan ?" ucap Andin pada Clara serius.
"Oke. Akan berubah sedikit demi sedikit" jawab Clara mengangguk sambil tersenyum, dia sangat senang memiliki Andin sebagai sahabatnya juga. Clara merasa beruntung bisa berteman dengan Andin. Dibanding Morgan dan Sherly, keluarga Andin lebih kaya raya dibanding mereka berdua, apalagi ayah Andin juga membuka beberapa cabang usahanya di berbagai negara asia lainnya bahkan juga ada di negara barat juga. Tapi Andin selalu bersikap netral ketika berteman, karena Andin berfikir bahwa yang kaya raya itu bukan dirinya melainkan orang tuanya. Jadi untuk apa dia bersikap sombong karena itu bukan jerih payahnya sendiri. Andin bisa dikatakan suka hidup dalam kesederhanaan. Tentunya kekayaan orang tua Andin tak bisa dibandingkan dengan kekayaan Nathan. Nathan bahkan lebih luar biasa lagi dari pada itu, tak ada tandingannya dengan teman-teman Clara. Karena itulah Clara sangat beruntung memiliki orang-orang yang baik disisinya.
Mereka mengobrol cukup lama dan tak terasa hari sudah menunjukkan pukul lima sore. Mereka berdua pun mengakhiri pertemuan mereka hari ini dan berjanji akan bertemu lagi nanti.
__ADS_1
#Bersambung