
"Lo mau mampirkah ke apartement gue ?" tanya Clara memastikan jawaban Luna tadi itu. Karena dari jawaban itu seolah-olah menyiratkan Luna akan datang ke sana.
"Enggak Ra. Gue juga lagi di rumah sakit sekarang. Ini gue lagi istirahat. Banyak banget kerjaan gue hari ini". jawab Luna menjelaskan keadaannya sekarang yang tak memungkinkan mengunjungi Clara di apartementnya.
"Hahahah Namanya juga dokter. Apalagi lo kerjaannya di rumah sakit besar. Udah jelas banget, kerjaan lo banyak. Apalagi untuk kita yang baru-baru ini lulus dari universitas" jawab Clara.
"Bener banget Ra. Yah... jalani aja sih. Namanya juga kerjaan. Ntar juga dapat enaknya" ucap Luna membenarkan apa yang di katakan Clara padanya.
"Yaudah Ra. Gue cuman pengen ngobrol sebentar aja bareng lo. Gue harus balek kerja lagi nih. Bye Ra" sambung Luna mengakhiri panggilan telfonnya dengan Clara.
"Oke Lun. Bye" jawab Clara mengakhiri panggilan telfon itu juga.
Clara pun kembali ke rutinitasnya mengajar. Tak lama setelah itu salah satu pengajar di panti asuhan itu juga datang menghampiri Clara hendak mengatakan sesuatu.
__ADS_1
"Clara" kata orang itu memanggil Clara dengan nada yang sangat lembut.
"Ada apa bu ? Apakah ada sesuatu yang perlu Clara bantu ?" tanya Clara pada ibu itu.
"Tidak ada. Ibu cuman mau menyampaikan sesuatu pada nak Clara. Ada teman nak Clara yang datang ingin mengatakan sesuatu katanya" ucap ibu itu menjelaskan maksud kedatangannya.
"Siapa bu ? apa ibu kenal orangnya ?" tanya Clara memastikan siapa yang ingin bertemu dengannya itu.
"Baik bu. Terimakasih sudah memberitahu Clara. Maaf jadinya merepotkan ibu" ucap Clara berterimakasih dan meminta maaf pada ibu itu.
Clara pun langsung bergegas keluar untuk menemui orang yang ingin bertemu dengannya itu.
"Siapa sih yang ingin bertemu denganku ? Mungkinkah kak Nathan ? Tapi kak Nathan lagi bekerja sekarang. Lagi sibuk banget katanya" ucap Clara memikirkan siapa yang datang ke sini menemui dirinya.
__ADS_1
Ketika sampai di luar. Clara melihat seorang laki-laki yang tengah berdiri membelakangi dirinya. Itu tidak terlihat seperti siluet Nathan, karena Nathan memiliki tubuh besar yang kekar. Sedangkan yang tengah berada di hadapannya memiliki badan yang sedikit lebih kecil dan juga terlihat kekar.
"Maaf. Siapa ya ?" tanya Clara pada orang itu, yang membuat pria itu membalikkan badannya dan melihat ke arah Clara. Clara sontak terkwjut melihat pria itu. Benar-benar orang yang tak ia sangka yang datang untuk menemui dirinya. Clara benar-benar sangat kaget sekali.
"Morgan" ucap Clara memanggil nama pria itu. Sedangkan orang yang di panggil malah tersenyum manis tanpa ada rasa bersalah dan malah bersikap santai biasa saja. Tapi, sebenarnya itu hanya terlihat luarnya saja. Morgan sangat gugup sekali sekarang. Hanya saja dia menyembunyikan kegugupannya itu agar Clara tak melihatnya.
"Hai Ra. Apa kabarmu ?" tanya Morgan menanyakan keadaan Clara.
"Kabarku baik. bagaimana denganmu Morgan ?" tanya Clara kembali pada Morgan sambil tersenyum simpul.
"Aku baik seperti yang kau lihat. Kedatanganku ke sini ingin memberitahumu suatu hal. Tapi alangkah baiknya kita berbicara di tempat lai. Tidak enak rasanya berbicara di depan pintu masuk seperti ini" ucap Morgan memberitahukan maksud kedatangannya menemui Clara ke panti asuhan.
#Bersambung
__ADS_1