My Arogant Big Bos

My Arogant Big Bos
#43


__ADS_3

mereka bertiga pun mencari restoran yang ada di pusat kota agar tak terlalu jauh nanti dalam perjalanan pulang ke rumah masing-masing. Sesampainya di restoran yang mereka tuju. Mereka langsung masuk dan memilih bagian pojok dilantai atas agar bisa leluasa berbicara.


"Ayo pesan makanan dulu" ucap Nathan sambil memanggil pelayan resto. Mereka memesan menu makanan yang berbeda-beda sesuai dengan selera mereka masing-masing. Setelah memesan makanan, mereka mulai berbincang-bincang menanyakan keadaan masing-masing.


"Bagaimana kabar lo selama di sana Ken ? Gak ada terjadi sesuatu kan ?" tanya Nathan memulai pembicaraan.


"Gue jadi anak baik selama di sana" ucap Kenzo tanpa berdosanya.


"What ? anak baik lo bilang. Pergi ke klub itu apaan coba" ucap Rafael tidak percaya dengan apa yang di katakan Kenzo. Kenzo pernah beberapa kali pergi ke klub karena pertemuan mahasiswa waktu itu. Karena dia kuliah di negara yang sedikit bebas pergaulannya. Mau tidak mau tentu Kenzo harus menyesuaikan diri. Tentunya tidak terjerumus ke hal-hal yang tidak baik.


"Gue kepaksa juga ke sana. Kek gak pernah aja lo" ucap Kenzo kesal.


"Oh iya. Gimana sama pacar lo Than ?" tanya Kenzo.


"Baik-baik aja. Gue udah lamar dia" ucap Nathan menyombongkan diri. Mendengar hal itu Kenzo dan Rafael langsung terkejut. Bahkan minuman yang sedang di minum Rafael langsung kesembur keluar dan Rafael terbatuk-batuk.


"Kok gue gak tau" tanya Rafael.


"Wah... gak asik lo Than" timpal Rafael lagi.


"Lalu tanggapan dia gimana ?" tanya Kenzo.

__ADS_1


"Di terimalah. Masa iya gue di tolak" ucap Nathan dengan sombongnya.


"Keknya Clara kepaksa nih nerima lo. Lo pasti apa-apain dia kan" ucap Rafael sambil geleng-geleng kepala.


"Sembarangan lo kampret. Gak mungkinlah gue kayak gitu" ucap Nathan sambil nimpuk kepala Rafael.


"Sakit anjir" kesal Rafael.


"Ken lo kenapa diam aja" tanya Rafael.


"Tolongin gue napa" timpal Rafael lagi. Kenzo malah memalingkan wajahnya. Berpura-pura tak mendengar apa pun.


"Masih nunggu kesiapan kesayangan gue dong. Dia juga baru lulus. Kasih waktu dulu bentar. Seenggaknya dia udah mau nikah sama gue" ucap Nathan dengan raut wajah bahagianya.


"Oh iya. Nanti dia mau ngenalin gue sama temannya. Lo berdua sekalian aja ikutan" timpal Nathan lagi.


"Seriusan lo biarin kita-kita ikut" tanya Kenzo menyelidik.


"Iya. Sekalian gue kenalin lo sama dia" jawab Nathan.


"Cewek dia manis kek gula" timpal Rafael.

__ADS_1


"Jan macam-macam lo Rel. Gue tau cewek gue manis" jawab Nathan pamer.


"Kalau seandainya Clara naksir gue. ya gue bisa apa kan. Gue kan ganteng gini" ucap Rafael tanpa malu.


"Liatin gue fotonya dong. Biar gak penasaran gue nih" ucap Kenzo ingin melihat bagaimana wajah Clara.


"Nih gue liatin" ucap Rafael sambil nunjukin foto Clara. Entah kenala malah Rafael yang jadi semangat nunjukin foto Clara bukannya Nathan.


"Pinter juga lo nyari cewek Than" ucap Kenzo dengan senyum manisnya.


"Gak salah lo jadi teman gue" sambung Kenzo.


"Apaan nih maksudnya ?" tanya Nathan heran.


"Gak ada maksud apa-apa" jawab Kenzo sambil menyantap makanannya.


Makanan yang mereka pesan sudah sampai sedari tadi. Karena keasikan ngobrol jadinya makanan yang ada di atas meja itu hanya baru tersentuh sedikit.


Mereka pun mengakhiri obrolan mereka agar bisa menikmati makanan yang akan mereka makan dan mereka makan dalam keadaan hening yang terdengar hanya suara garpu dan sendok yang bergesekan dengan piring.


*Bersambung*

__ADS_1


__ADS_2