
Nathan akhirnya merasakan yang namanya cinta sepihak yang sebelumnya tak pernah terfikirkan olehnya.
"Presdir. Apakah anda baik-baik saja" tanya Thomas sekretaris Nathan karena Nathan terlihat tak seperti biasanya.
"Aku baik-baik saja. Thomas, Apakah kau sekarang punya kekasih?" Nathan bertanya kepada Thomas, karena sepengetahuan Nathan, Thomas dulu pernah menjalin atau berpacaran dengan salah satu teman perempuannya.
"Saat ini saya tidak memiliki kekasih" Jawab Thomas sedikit merasa heran dengan presdirnya kenapa tiba-tiba menanyakan hal itu.
"Bukankah sebelumnya kau memiliki pacar?" Tanya Nathan lagi kepada Thomas
"Saya sudah putus beberapa waktu yang lalu" Jawab Thomas masih merasa heran dengan presdirnya itu
"Apakah kau tak ingin memiliki pacar lagi ?" Tanya Nathan lagi
"Untuk sekarang ini saya tidak terfikirkan untuk menjalin hubungan dengan seseorang. Saya ingin fokus dengan pekerjaan saya untuk saat ini" Jawab Thomas
"Presdir. Maaf saya menanyakan ini. Apakah anda tengah menyukai seseorang?" Tanya Thomas pada Nathan. karena Thomas merasa penasaran kenapa tuannya menanyakan hal seperti itu padanya. Biasanya dia tak tertarik dengan hal-hal seperti ini.
__ADS_1
Nathan langsung terkejut mendengar pertanyaan Thomas kepadanya. Apakah sejelas itu terlihat bahwa dia sedang menyukai seseorang.
"Apakah aku terlihat seperti tengah menyukai seseorang ?" Tanya Nathan memastikan apakah ia memang terlihat seperti itu atau tidak.
Thomas terdiam dengan pertanyaan Nathan kepadanya. Karena raut wajah Nathan tiba-tiba berubah.
"Kenapa kau hanya diam saja ?" tanya Nathan lagi, tidak senang melihat reaksi Thomas
"Maaf tuan" jawab Thomas menunduk pada tuannya itu
"Kenapa kau minta maaf. Jawab saja pertanyaanku" Ucap Nathan dengan nada serius
"Benarkah aku terlihat seperti itu?" Tanya Nathan sambil melipat kedua tangannya didada
"Ya tua. Anda tampak seperti itu" jawab Thomas
Nathan tiba-tiba tertawa, ia tidak menyangka bahwa akan terlihat sejelas itu bahwa dia tengah menyukai seseorang. Thomas yang melihat hal itu merasa heran dan tak habis fikir dengan tuannya itu. Tapi Thomas juga merasa senang, karena akhirnya tuannya tersenyum dan terlihat bahagia. Karena semenjak orang tuanya meninggal Nathan tidak pernah terlihat sebahagia ini. Dan hal itu membuat Thomas lega melihat hal ini. Akhirnya datang juga moment seperti ini kepada tuannya. Thomas berharap Nathan akan lebih ceria setidaknya bisa melepaskan rasa sepi dan sedihnya.
__ADS_1
Tiba-tiba pintu ruangan Nathan diketok. Dan ternyata itu adalah orang kepercayaan Nathan, Riyan.
"Selamat siang tuan" Ucap Riyan memberi salam kepada Nathan
Sontak Nathan dan Thomas melihat kesumber suara.
Saat ini Nathan tenga berada dikantornya karna tadi ia harus menghadiri rapat penting untuk proyek baru perusahaannya.
Dan Thomas saat ini juga berada diruangan Nathan untuk membantu memeriksa dinan memilah-milah beberapa dokumen-dokumen lama dan beberapa dokumen untuk proyek baru berikutnya.
"Oh Riyan. Ada apa ?" Tanya Nathan kepada Riyan.
"Saya ingin melaporkan bahwa tuan muda rafael baru saja kembali tuan" jawab Riyan
"Rafael kembali ? kenapa dia tidak mengabari diriku ?" Nathan tidak habis fikir dengan apa yang didengarnya saat ini
"Iya tuan. Saya baru menerima kabarnya barusan" Jawab Riyan memberitahu Nathan
__ADS_1
Rafael adalah sahabat Nathan. Sejak kecil mereka sudah bersama. Karena orang tua mereka adalah sahabat baik. Orang tua Rafael bahkan menganggap Nathan seperti putra kandungnya sendiri. Ketika orang tua Nathan tiada, Rafaellah yang selalu menemani Nathan. Rafael sudah seperti saudara kandung Nathan. Karena Rafael selalu ada disaat Nathan mebutuhkan seseorang untuk berada disisinya.
*Bersambung*