My Arogant Big Bos

My Arogant Big Bos
#191


__ADS_3

"Aku baik-baik saja sayang. Aku hanya terharu dengan perkataanmu tadi yang mengatakan bahwa kau takut kehilangan diriku dan ingin terus bersama denganku disisiku. Aku jadi tersipu malu karenanya. Terimakasih sayang telah menyukaiku sebanyak itu. Aku pun juga memiliki perasaan yang sama denganmu, aku juga takut kehilangan kau Luna. Karena jarang sekali berhubungan dengan lawan jenis aku sedikit kebingungan bagaimana caranya agar kau tak bosan bersamaku, aku berusaha agar selalu memberikan yang terbaik untuk dirimu, karena aku berharap kau tak mempermasalahkan bagaimanapun diriku. Ayo kita saling berusaha bersama" jawab Rafael sambil menggenggam tangan Luna dan menatap lekat mata Luna yang berbinar karena pengakuan cinta dari Rafael. Luna tak menyangka bahwa Rafael akan mengatakan kata-kata manis seperti itu padanya. Benar-benar membuat terharu.


Mereka berdua menghabiskan menghabiskan waktu cukup lama di pantai itu, mengobrol, bercanda gurau bahkan bermain pasir dan air dengan suasana yang bahagia dan mendebarkan. Mereka berdua mencoba menciptakan moment yang tak terlupakan selama berada di pantai ini.


"Sayang, setelah ini kita mau kemana ? hampir malam juga" tanya Rafael pada Luna, mereka berdua menghabiskan waktu sampai matahari terbenam di pantai itu yaitu sampai melihat sunset. Luna mengingat-ingat sejenak apa yang dititip oleh adiknya tadi.

__ADS_1


"Bagaimana kalau kita pulang aja kak, udah malam juga. Oh iya, tapi sebelum itu ketika mampir dulu ke tempat yang jual pizza dulu ya kak. Bagas nitip soalnya" ucap Luna memberitahu Rafael apa yang akan mereka lakukan selanjutnya. Mereka berdua pun langsung menuju ke parkiran untuk mengambil mobil Rafael dan langsung pergi ke tempat membeli titipan adiknya Luna tadi.


Tak membutuhkan waktu lama untuk memesan pizza pesanan mereka, mereka berdua pun langsung pulang menuju ke rumah Luna.


Sesampainya di depan rumah Luna, Luna tampak enggan keluar dari mobil Rafael, dia ingin lebih lama menghabiskan waktu bersama Rafael, tapi karena jam sudah menunjukkan waktu malam, Luna harus pulang karena ia berpamitan dengan orang tuanya tadi agar tidak pulang terlalu larut. Karena bagaimanapun anak perempuan itu tak baik berlama-lama di luar pada malam hari.

__ADS_1


"Selamat malam juga sayang, jangan begadang dan langsung istirahat nanti ya" ucap Rafael mengingatkan Luna agar langsung beristirahat setelah ini agar besok tidak kelelahan dan bisa menjalankan aktivitas dengan sangat baik. Luna pun keluar dari mobil Rafael dan langsung bergegas masuk ke dalam rumahnya dan Rafael melajukan mobilnya kembali ke rumahnya.


Sesampainya di dalam rumah, Luna langsung memanggil bagas adiknya untuk memberikan pizza yang ia beli tadi padanya.


"Bagas, ini pizzanya" ucap Luna pada Bagas yang tengah berada di ruang keluarga menonton televisi sendirian. Bagas yang mendengar hal itu langsung bangun dari duduknya dan menghampiri Luna yang baru saja sampai ke rumah.

__ADS_1


"Mana pizza ku kak ?" tanya Bagas pada Luna dengan nada semangatnya. Luna langsung memberikan pizza yang ia bawa pada adiknya itu dan setelah itu bergegas ke kamarnya untuk beristirahat.


#Bersambung


__ADS_2