Rahim Bayaran Mr Julian Alexander

Rahim Bayaran Mr Julian Alexander
Cinta tidak harus memiliki


__ADS_3

"Aku hanya ingin berkomunikasi dengannya. Kau tidak tau ya, jelang persalinan. Sentuh dari ayah dan ibunya itu penting untuk di curahkan. Agar bayi nya merasakan kehadiran orang tuanya. Maka dari itu, jangan melarang ku untuk menyentuh perut mu." ucap Julian memerintah agar Vale patuh.


"Aku tidak akan melakukan apapun dengan mu. Aku hanya ingin memberikan perhatian ku untuknya. Kau harus membebaskan pikiran mu Vale. Bersemangat lah dan berbahagialah menjelang persalinan. Aku tau, keputusan mu yang akhirnya kembali pada perjanjian kita untuk memberikan bayi itu untuk ku adalah keputusan tepat. Aku akan merawatnya, aku akan menggantikan mu sebagai ibu dari bayi kita. Jangan khawatir, Jenna juga pasti akan menyayanginya. Aku mencintainya Vale, aku sudah jatuh cinta dengan putri ku sejak ia tubuh di rahim mu. Aku sudah menunggu nya bertahun-tahun. Kau tau kan, aku pernah menikah dulu dengan seseorang bernama Grace dan pernikahan ku gagal karena dia berselingkuh. Lalu aku bertunangan dengan seseorang bernama Andrea. Aku juga gagal denganya. Dan saat itu lah, aku mulai frustasi. Tapi dalam ke frustasian itu. Aku menginginkan seorang keturunan. Dan saat berjumpa dengan mu. Aku mendapatkan keturunan itu."


"Aku memang hanya sebuah media untuk supaya kau bisa mendapatkan keturunan kan, kau merayu ku dengan imbalan agar mau menjadi tempat berkembangnya benih mu." ucap Vale.


"Tapi kau bersedia kan." tegas julian.


"Lalu bagaimana dengan Jenna? Dia juga mengandung anak mu kan. Dia juga mengandung benih mu. Bukankah seharusnya kau lebih menyayangi anak mu dari Jenna dari pada anak yang aku kandung." tanya Vale.


Julian kemudian mendesah, ia menghela nafas berat. Ada sesuatu yang sepertinya ingin dia beri tahukan pada Vale.


"Ada sesuatu yang ingin aku ungkapkan kepada dirimu, ayo kita duduk." ajak Julian.


Kemudian Julian menggandeng tangan Vale. Dan ia mengajak Valerie untuk berjalan ke arah tempat tidur.


Julian yang lebih dulu duduk di tepian ranjang kemudian mengulurkan tangannya dan meraih tangan Vale. Kemudian, Julian menarik Vale untuk mau duduk di pangkuannya.


"Duduk lah di pangkuan ku. Seperti kata ku tadi, aku ingin berkomunikasi dengan putri ku." ujar Julian lembut, dan akhirnya Vale menurut.


Perlahan-lahan Vale duduk di pangkuan suami kontraknya itu. Dengan satu tangannya melingkar di pundak Julian untuk berpegangan.

__ADS_1


Sambil meletakkan satu tangannya ke perut Vale yang sudah makin besar, Julian kemudian mulai berbicara.


"Sebenarnya, aku tidak membedakan antara anak ku yang akan lahir dari rahimmu ataupun anak dari rahim Jenna. Mereka sama-sama anakku, mereka sama-sama benihku. Keberadaan mereka sama-sama di sengaja untuk ku hadirkan. Aku melakukan percintaan itu dengan sangat sadar bahkan sangat mengharapkan itu akan berhasil. Sama seperti yang sudah aku lakukan terhadap dirimu. Oleh karena itu aku menikahi mu kan. Anak anak ku ada bukan hasil dari sebuah hubungan terlarang. Sebelum kau positif hamil, aku sudah mempersiapkan dirimu untuk bisa mengandung benihku. Aku memeriksa kan dirimu pada dokter kandungan terbaik. Saat kita sudah menikah pun, kau bahkan aku suruh untuk makan makanan yang bergizi. Semua itu aku lakukan demi bisa mendapatkan keturunan yang baik dan sehat."


"Kenapa kau begitu terobsesi punya anak?"


"Berawal pada saat aku sedang patah hati kala itu bersama Andrea. Aku berhubungan dengan sangat baik dengan Andrea, tunangan ku dulu. Bahkan aku juga sudah dekat dengan anak anak. Aku sudah anggap mereka sebagai anak ku sendiri. Lalu akhirnya, hubungan ku dan Andrea kandas. Andrea memiliki dua anak, satu perempuan dan satu laki-laki. Mereka adalah anak-anak Andrea dari pernikahan nya yang juga gagal waktu itu. Aku dekat dengan anak Andrea yang laki laki bernama Alden. Begitu hubungan ku dan Andrea berakhir, kedekatan ku dengan anak anak Andrea pun juga makin berjarak. Sejak Andrea memutuskan untuk kembali bersama suaminya. Saat itu lah aku putuskan hubungan dekat dengan nya. Tidak hanya gagal menikah, aku juga putus hubungan baik dengan anak anak Andrea. Dan sejak saat itulah, aku menginginkan keturunan tanpa ingin mempunyai pendamping hidup. Dan akhirnya pernikahan kontrak dan rahim bayaran itu manjadi pilihan ku."


"Dan akhirnya kita bertemu." imbuh Valerie.


"Iya,"


"Bagaimana dengan kisah cinta mu dengan Jenna. Kau tergila-gila denganya kan." tanya Vale.


"Aku rasa saat kau putus hubungan dengan Andrea kamu tidak patah hati. Kamu hanya kecewa, seseorang yang benar patah hati tidak akan semudah itu bisa jatuh cinta dengan seseorang yang lain. Aku dengan jujur mengakui perasaan ku terhadap mu, karena apa yang aku rasakan pada mu adalah cinta yang tulus. Bahkan saat aku tertolak pun aku menerima nya. Cinta itu sebuah keputusan yang tulus untuk di berikan kepada seseorang Julian. Tapi aku sadar, saat cinta ku tidak bisa terbalas, aku sudah cukup bahagia merasakannya sendiri."


"Aku sudah melarang mu jatuh cinta dengan ku."


"Kau pikir cinta bisa di kendalikan?" balas Vale.


"Kesempatannya untuk bisa intim seperti ini sudah cukup membuat ku senang. Aku tau pada akhirnya kita akan menjalani kehidupan kita masingmasing. Kau akan hidup bahagia dengan Jenna. Dan aku sebentar lagi akan meninggalkan mu. Walaupun hanya bisa mencintai mu seperti ini. Sudah membuat ku senang. Aku tidak ada niat untuk memaksa mu agar kau bisa mencintai ku juga. Dari dulu aku tidak pernah lakukan itu. Aku hanya menunjukan perasaan ku." ucap Valerie yang juga mencurahkan isi hatinya.

__ADS_1


Saat itu Vale masih terduduk di pangkuan Julian. Dengan dua tangannya melingkar di leher Julian, sambil memandang wajah Julian dengan intens.


"Sempat aku merendahkan diri, merendahkan harga diri ku kepada mu. Hanya untuk bisa kau memperlakukan aku sebagai istri mu sebagai mana mestinya selama perjanjian itu berlangsung. Tapi kau kan menolah itu kan. Tapi tidak apa, aku menerimanya. Jadi, hubungan kita saat ini memang hanyalah sebagai partner bisnis. Tapi sekarang, aku tidak akan mengunakan istilah partner bisnis atau kita menikah kontrak. Aku ingin anak ku hadir dari sebuah hubungan yang sah dari kedua orang tuanya yang dengan sengaja ingin dia hadir. Jadi, anak ini adalah anak anugrah. Sebuah anugrah yang di berikan Tuhan untuk ku dan juga untuk mu. Dia ada dari sebuah jalinan hubungan yang sah. Aku mencintainya dan kau juga mencintainya kan."


"Kau benar, dia anugrah." ucap Julian setuju.


Kemudian Julian membungkukkan kepalanya dan mencium perut besar Vale.


"Aku baru saja merasakan dia bergerak-gerak." ucap Julian sambil tersenyum.


"Dia bahagia." imbuh Valerie.


"Lalu bagaimana dengan saran dokter waktu itu. Apa kita akan melakukannya?"


Dan perkataan Julian sudah cukup membuat Valerie diam mematung.


"Off Course No. Aku tidak perlu bantuan." ujar Vale tegas, kemudian ia tersenyum tipis dan kemudian beranjak dari pangkuan Julian.


Julian pun ikut tersenyum, dan menaikan kedua alisnya.


"Sayang sekali, padahal aku merindukan My Kangguru ku."

__ADS_1


"Tidak akan ada lagi "Kangguru" yang kau maksudkan."


__ADS_2