Rahim Bayaran Mr Julian Alexander

Rahim Bayaran Mr Julian Alexander
Taktik Valerie


__ADS_3

"Galau Mr!" seru Valerie.


Julian kemudian menoleh ke arah Vale yang tanpa dia sadari sudah duduk di sampingnya.


Sedangkan Valerie sendiri nampak menyuguhkan senyuman yang manis terhadapnya.


"Sejak kapan kau berada di sini."


"Bahkan kau sampai tak menyadari kedatangan ku. Sepertinya kau sedang banyak pikiran, ada apa? Bolehlah berbagi dengan istri mu ini Mr." ujar Valerie meledek.


"Aku tidak apa apa Vale." jawab Julian lembut seperti biasa.


"Bohong, jika kau sudah minum pasti ada yang Mr pikirkan." tanya Vale terus menyelidik.


"Karena tidak biasanya Mr menekuk wine. Jika Mr sudah menekuk minuman itu, biasanya Mr sedang memikirkan sesuatu." cecar Vale.


"Tidak ada apa-apa Vale, aku hanya ingin minum sedikit. Sudah lama aku tidak minum."


"Bagaimana hasilnya, kau sudah mengeceknya tadi pagi." tanya Julian pada Valerie, perihal perintahnya tadi pagi untuk mengecek kandungan dengan menggunakan tes pack.


"Saat aku akan mengecek tadi pagi, ternyata alat tersebut sudah expired Mr. Akhirnya aku tidak jadi cek." ujar Valerie berbohong.


"Bagaimana bisa alat itu expired. Aku baru membelinya lagi kemarin."


"Mana aku tahu, buktinya tespeknya sudah expired. Besok aku akan mencobanya lagi tenang saja." jawab Vale enteng.

__ADS_1


"Kenapa belum tidur? Ini sudah malam."


"Aku tidak bisa tidur jika tidak ada Mr di sampingku."


"Jangan manja Vale. Ingatlah ja,"


"Jangan gunakan perasaan mu, jangan jatuh cinta dengan ku. Aku tau Mr, aku tidak boleh suka pada mu. Tapi kapan lagi aku bisa manja dengan Mr. Paling lama hanya setahun, itu pun jika aku hamil. Aku tau pernikahan kita hanyalah pernikahan kontrak. Jangan terus di ingatkan, aku sudah ingat dan tak lupa." jawab Vale tegas.


Untuk sejenak, Julian dan juga Vale saling terdiam.


Valerie yang duduk di samping Julian terdiam dan dia merasakan sesuatu menyakiti hatinya. Entah itu apa, hanya Vale yang bisa merasakan.


Sambil memainkan gelas bekas minumnya yang ia gunakan. Vale mencoba untuk mengendalikan emosi dengan memainkan gelasnya.


Sedangkan Julian sendiri menekuk habis sisa-sisa wine yang masih tersisa.


"Maksudnya Mr?" Vale nampak bigung, ia kemudian menoleh ke samping, ke arah Julian.


"Ini hanya perumpamaan, seumpamanya aku membatalkan kontrak kita. Membatalkan rahim bayaran pernikahan kita. Lalu aku membebaskan kamu dari segala tuntutan dan kamu akan tetap mendapatkan apa yang menjadi hak mu, apakah kamu setuju?"


Vale kemudian mencerna dengan baik perkataan Julian.


Sebelum berkata mengutarakan pendapatnya. Vale kembali mencoba untuk benar-benar berpikir.


Ada apa sebenarnya, yang membuat Julian tiba-tiba berkata-kata seperti itu.

__ADS_1


Vale nampak mencurigai sesuatu dan merasa ada hal yang Julian sembunyikan.


Julian biasanya sangat bersemangat jika sedang membicarakan soal benihnya. Calon anak yang harus bisa Vale berikan untuk Julian. Akan tetapi, Vale merasa sikap Julian sedikit berubah beberapa hari ini.


Valerie berasumsi, mungkin Julian patah semangat karena dirinya tak kunjung positif hamil.


Karena dalam beberapa Minggu terakhir, mereka sudah rutin berhubungan badan agar bisa membuat Vale mengandung.


Dan Vale pikir lagi, mungkin Julian kecewa padanya.


Pemikiran itulah yang ada di benak Valerie.


"Jangan jangan kau sudah menyangka aku ini mandul ya Mr. Makanya kamu ingin membatalkan perjanjian pernikahan kontrak kita?" tebak Vale.


Mendengar tebakan Valerie yang menganggap Vale mandul membuat Julian terkekeh.


Sebab tidak ada dalam pikirannya, ia berfikir seperti itu. Karena sebelumnya mereka sudah sama sama periksa ke dokter. Dan hasilnya mereka subur.


"Jangan bicara sembarangan Vale."


"Lantas, kenapa bisa sekarang jadi patah semangat seperti itu Mr. Jika aku belum hamil, mungkin usaha kita harus lebih keras lagi Mr." lagi lagi Vale memancing Julian.


"Aku tidak patah semangat, Vale. Aku hanya bilang seumpamanya." imbuh Julian tetap berkata dengan nada suara lembut.


"Oke, jika seumpamanya Mr membatalkan perjanjian kontrak pernikahan kita secara sepihak. Seperti yang Mr pikir, akan dengan sangat senang hati aku akan menerimanya Mr. Hanya orang bodoh yang tidak mau membatalkan perjanjian kontrak, sedangkan dia mendapatkan semua kompensasi yang akan dia dapat kan." balas Vale lugas.

__ADS_1


Dan perkataan Valerie pun cukup membuat Julian puas, dan dia pun tersenyum.


Ni aku up lagi di jam pocong 😅😬


__ADS_2