
Lalu, Jenna menemukan sebuah flashdisk.
Entah kenapa flashdisk itu membuat Jenna tergerak untuk mencari tau apa isi flashdisk tersebut.
Jenna kemudian menyalakan laptop milik Julian dan kemudian menyambungkan flashdisk tersebut ke laptop.
Dan, begitu flashdisk itu kini sudah bisa di akses dan Jenna melihat apa isinya.
Mulut Jenna ternganga tak percaya dengan apa yang ia baru saja saksikan.
Jenna tak percaya dan tak habis pikir jika Julian ternyata menyimpan video video tersebut.
Tak kuasa untuk menyaksikan Vidio mesum tersebut lebih lama. Jenna langsung mematikan laptopnya. Kemudian melepaskan flashdisk tersebut dari laptop dan mengembalikan flashdisk itu di tempat semula.
Jenna tidak ingin Julian tau jika dirinya mengetahui isi flashdisk tersebut.
"Aku yakin, ada sesuatu yang kau tutupi selama ini terhadap ku Julian. Hati mu tidak setulus itu dengan ku. Apa kau lupa, aku hanya memberikan diri mu satu kali kesempatan. Seharusnya tidak ada Vidio itu untuk kau simpan. Apapun alasannya." ucap Jenna dalam hati.
Setelah itu, Jenna meningalkan ruang kerja dan kembali ke kamarnya.
Setelah melihat isi Video yang baru saja ia ketahui. Entah kenapa hal itu membuat Jenna merasa, jika selama ini Julian menyembunyikan perasaannya terhadap Valerie. Jenna meyakini, bahwa suaminya itu ada feeling dengan Vale.
Sekilas, Jenna bisa melihat. Dalam video tersebut, mereka sangat menikmati dan bahkan begitu saling bergairah. Mereka nampak begitu menghayati percintaan itu.
Dan, Jenna kini teringat. Dengan perkataan Valerie beberapa tahun silam. Tentang perasaan Valerie pada Julian.
flashback on ( Jenna & Valerie)
"Aku ingin bertanya dengan mu satu hal Vale. Aku harap kau menjawabnya dengan sejujur-jujurnya." ujar Jenna serius.
"Apa yang ingin kau tanyakan?" tanya Vale penasaran.
"Apakah kau mencintai Julian?" tanya Jenna, memandang wajah Vale dengan serius.
__ADS_1
Valerie kemudian berpikir, jika dia mengatakan kejujuran tentang perasaannya pada Jenna, jika ia memang mencintai pria tampan itu, maka masalah baru akan muncul.
Dan oleh sebab itu, Vale memutuskan untuk berbohong kepada Jenna tentang perasaannya pada Julian. Ia berbohong demi kebaikan untuk jenna dan Julian.
"Aku tidak mencintai nya, hubungan kami hanyalah sebatas hubungan bisnis."
"Sejak kau di nikahin sah oleh Julian, berapa lama jarak kau saat itu positif hamil." tanya Jenna lagi, dan pernyataan itu sedikit mengarah ke hal pribadi.
Karena Jenna sudah bertanya maka Vale pun menjawab.
"Kurang lebih dua minggu." jawab Vale tegas.
Flashback off
"Aku rasa kau juga telah berbohong pada ku tentang perasaan mu yang sesungguhnya terhadap Julian, Valerie. Aku yakin, kau mencintai Julian. Dan mungkin sampai kini kau juga masih mencintainya." guman Jenna dalam hati.
Jenna mencoba untuk bersabar. Ia nampak menghela nafas panjang, mencoba menenangkan hati dan juga pikirannya sendiri.
Ia tidak ingin bersikap gegabah. Jenna ingin mencari tahu yang sesungguhnya secara diam-diam. Dan memastikan perasaan Julian terhadap dirinya.
Julian menyimpan video itu pasti karena Julian juga menyimpan suatu perasaan spesial untuk Valerie.
Apa lagi, Julian dan Valerie akan terus berkomunikasi. Karena ada Elenor yang menjadikan mereka tidak akan bisa putus hubungan dalam saling berkomunikasi.
Jika memang Julian masih memiliki perasaan terhadap Vale. Maka hal itu tidak akan baik untuk hubungannya dengan sang suami.
Oleh sebab itu, Jenna sudah bertekad untuk mencari tau kebenaran tentang perasaan sang suami terhadap mantan istrinya tersebut. Dan juga ingin tau tentang perasaan Valerie terhadap Julian.
Saat ini, pikiran Jenna sedang di kuasai berbagi dugaan dan pikiran negatif yang bisa saja terjadi antara Julian dan Vale.
Sebuah hubungan gelap yang mengarah pada sebuah hubungan perselingkuhan.
Tapi, Jenna tidak ingin buru-buru menyakini hal itu.
__ADS_1
Ia butuh fakta dan juga butuh bukti untuk membuktikan dugaannya tersebut.
🍁🍁🍁🍁🍁
Pagi itu seperti biasa, Jenna, Julian dan juga Louis sedang bersarapan bersama di meja makan.
Seperti biasa, setiap pagi saat sarapan. Julian begitu perhatian dengan anak-anaknya.
Setiap pagi dirinya lah yang selalu menyiapkan sarapan untuk Louis dan juga Elenor.
Karena Elenor sedang tidak berada di Mansion, Julian hanya meladeni sang putera untuk di buatkan sebuah roti tawar dengan selai kacang dan juga cokelat kesukaan Louis.
"Kapan Kak Elenor akan pulang Papa. Louis kangen sama Kakak." ucap Louis sambil mengigit roti tawar nya.
"Lusa Kakak Elenor sudah pulang. Louis mau jemput kak Elenor sama Papa." tanya Julian pada sang putera.
"Mau," seru Louis.
"Nanti Louis bisa ikut Papa untuk menjemput Kak Elenor." ujar Julian sambil tersenyum pada Louis.
Jenna yang kala itu duduk di samping Julian. Kemudian menoleh ke arah sang suami.
Lagi lagi perasan curiga kini langsung menggelayuti pikirannya.
"Bukankah Elenor bisa pulang di jemput sopir. Kau tidak perlu repot-repot untuk menjemput Elenor di rumah Valerie kan." ucap Jenna.
"Tidak masalah kan jika aku menjemput Elenor di rumah Mommy nya." Dan, jawaban Julian sekita langsung membuat Jenna tidak nafsu untuk meneruskan sarapannya.
Jenna kemudian langsung berdiri dan bergegas ke wastafel untuk mencuci tangannya.
"Kau kenapa Jen?" tanya Julian pada sang istri yang merasa Jenna bersikap aneh.
"Tidak apa apa, aku sudah kenyang. Ada beberapa file pekerjaan yang masih tertinggal di kamar. Aku akan mengambilnya dulu." ucap Jenna berbohong.
__ADS_1
Sebenarnya ia hanya ingin menenangkan diri nya. Di saat ia kala itu sudah tersulut emosi.
Gara gara video mesum itu, kini pikiran Jenna menjadi kacau jika sudah menyangkut Julian dan juga Valerie.