
Sambil melingkarkan tangannya ke pundak Vale, Julian kemudian mengajak Vale untuk duduk di sofa yang ada di sana.
"Ada hal yang sangat penting yang ingin aku sampaikan untuk mu Valerie." ucap Julian lembut.
"Hal apa?" tanya Vale nampak penasaran.
"Hal yang pasti akan membuat mu senang." jawab julian.
"Oke, baiklah, katakan apa itu." ujar Vale yang terlihat penasaran.
"Vale, aku akan,"
"Sebentar Mr, sebelum kau memberikan aku kejutan hal baik. Aku yang akan lebih dulu memberikan kejutan untuk mu. Karena ini memang sudah menjadi kewajiban ku. Aku ada sesuatu untuk Mr, aku yakin Mr akan sangat senang mendengar ini." ujar Vale, kemudian ia mengambil sesuatu dari dalam tasnya.
"Kejutan apa?" tanya Julian.
"Kejutan yang pasti akan membuat Mr merasa bangga menjadi laki-laki."
Julian pun merasa sangat penasaran dengan perkataan Valerie. Julian memperhatikan Vale yang ketiga itu sedang mengambil sesuatu dari dalam tasnya.
Vale mengambil sebuah kotak kado kecil yang sudah di rias dengan pita berwarna biru dari dalam tas nya.
"Ini untukmu Mr," ucap Valerie.
"Ini apa?" tanya Julian sangat penasaran.
"Buka saja!"
Kemudian Julian pun menarik pita yang ada di kotak tersebut, yang di jadikan sebagai pengikat kado.
Begitu Julian membuka tutupnya kado itu. Ia kemudian mengambil sesuatu yang terdapat di dalam kado tersebut.
Mata Julian terbelalak, begitu melihat sebuah alat tes kehamilan yang ada di kotak kado itu.
Lalu, Julian mengambil alat tes pack tersebut dan melihat hasilnya.
__ADS_1
Dua garis merah terpampang di alat tes kehamilan tersebut. Dan Julian tau, apa artinya itu.
"Selamat Mr, kamu berhasil menanam benih mu ke rahim ku. Dia sekarang sedang tumbuh di rahimku. Kau hebat Mr, kau berhasil membuatku hamil. Selamat ya Mr, kamu sekarang sudah menjadi Daddy."
Seketika tubuh Julian membeku. Dia tidak bisa berkata apa-apa. Dia membeku melihat alat tes yang ada di tangannya.
Menjadi seorang Daddy adalah keinginannya dari saat ia menikah dulu. Istri pertamanya yang sudah ia ceraikan dulu belum bisa memberikan ia keturunan.
Bahkan saat masih bertunangan dengan Andrea kala itu. Memiliki anak adalah menjadi tujuan nya.
Saat ia gagal menikahi Andrea, hal itu membuat Julian frustasi.
Yang akhirnya ia berniat menyewa rahim bayaran untuk bisa mendapatkan keturunan tanpa menjalani sebuah komitmen pernikahan.
Dah oleh sebab itu, Julian berburu sosok wanita itu.
Yang akhirnya, Julian menemukan Valerie sebagai partner bisnis rahim bayaran yang ia rencanakan.
Dan kini, semua ke inginan Julian terwujud.
Dirinya saat ini di liputi perasaan bahagia.
Julian masih larut dalam suasana bahagia serta senang karena Valerie telah hamil benihnya.
Benih yang sengaja ia bubuhkan pada Vale setiap mereka berhubungan badan.
"Vale, ini benar kan!" seru Julian.
"Benar lah Mr, masa aku bohong. Aku hamil sekarang, sudah dua minggu. Maaf baru memberitahumu. Sejujurnya aku juga baru mengetesnya tadi pagi sebelum aku berangkat kuliah."
"Selamat ya Mr, sekarang kau sudah menjadi seorang Daddy. Kita akan punya anak. Hemm, bukan aku, maksud ku ini adalah anak mu." ujar Vale dengan gaya bahasa khas nya.
Tidak bisa menahan rasa bahagianya, Julian kemudian berinsut ke arah Vale. Lalu membuka tangannya lebar lebar dan meraih tubuh Valerie untuk bisa ia peluk.
Mempunyai keturunan adalah hal yang paling di inginkan Julian.
__ADS_1
Usia yang sudah tidak lagi muda, membuat Julian ingin memiliki keturunan.
Dan untuk sesaat, ia benar-benar lupa dengan apa yang ingin Ia katakan kepada Valerie. Sebuah pelukan erat itu masih ia dekapan kepada Vale. Sebagai uangkapan perasaan bahagia dan bangga.
"Aku tidak bisa berkata apa-apa Vale, aku terlalu bahagia dengan berita kehamilan mu."
"Bukan aku yang luar biasa, Mr lah yang luar biasa. Kau berhasil menaburkan benih mu menjadi sebuah janin. Kau berhasil membuatku hamil." ujar Vale menatap wajah Julian dengan begitu dalam.
Dan sejujurnya, aku bahagia bisa mempunyai anak dengan mu Mr. Walau nanti nya anak ini akan bersama mu. Aku iklas memberikan nya untuk mu. Karena memang anak ini adalah anak pesanan mu. Meskipun begitu, aku juga akan sayang padanya. Aku yakin, kau bisa merawatnya dengan baik dan penuh kasih sayang. Aku mencintai mu Julian Alexander, desis Valerie dalam hati.
Mengungkap perasaannya dalam hati lewat tatapan matanya yang saat itu menembus iris mata Julian.
Untuk beberapa saat, Vale menceritakan tentang kondisinya saat itu kepada Julian tentang perubahan mood nya.
Julian pun mendengarkan dengan sangat baik cerita-cerita Valeri. Di saat-saat ia merasakan pusing mual, dan berbagai macam tanda-tanda seseorang sedang mengalami kehamilan.
Dan Julian sangat antusias mendengarkan cerita Valerie.
"Mulai sekarang, kamu harus hati-hati. Aku akan memberikan kamu seorang sopir pribadi untuk mengantarkanmu kuliah dan untuk mengantarkanmu ke mana saja. Aku akan atur nanti, kau juga harus memakan makanannya bergiz.i Aku ingin anakku sehat di dalam rahim mu." ujar Julian yang secara spontan meletakkan tangannya ke perut Vale yang masih rata.
Mendapatkan perhatian seperti itu dari Julian. Membuat hati Valeri merasa hangat. Keputusannya memberi tau tentang kehamilannya membuat Valeri lega.
Karena sambutan Julian begitu sangat membuat Vale bahagia.
Vale merasa akan lebih sering diperhatikan oleh Julian. Meskipun ia tau perhatian itu sebenarnya untuk janin yang ia kandung.
Vale tidak peduli dengan hal itu, ia sudah merasa cukup bahagia bersama dengan orang yang ia cintai.
Vale hanya ingin memanfaatkan waktu itu, sebelum pernikahan kontraknya berakhir.
Saat pernikahan kontrak mereka berakhir, Vale harus bersiap untuk melupakan cinta nya pada Julian. Dan harus siap juga berpisah dengan bayi nya yang memang itu adalah bayi pesanan Julian.
"Sekarang giliran Mr yang memberikan aku kejutan. Sekarang katakan, apa kejutan itu." tanya Vale.
Dan, Julian pun kemudian berpikir keras.
__ADS_1
Hayoooo, mumet ya Mr 🤭😅 see you next bab 🙏🙏🙏