
Athena
Tiga hari setelahnya.
Di sebuah kamar mewah berinterior klasik, sepasang suami istri sedang bertukar peluh saat itu.
Dengan saling memberikan sentuhan dan juga cumbuan mesra. Julian dan Jenna begitu menikmati percintaan pertama mereka di atas rajang panas milik Julian, di tepat tinggalnya di Athena Yunani.
Erangan dan lenguhan suara keduanya memenuhi seisi ruangan kamar.
Jenna yang saat itu berada di pangkuan Julian. Melingkarkan kedua tangannya ke leher Julian dengan posesif dan terus melayani gairah sang suami.
Yang bagi Jenna itu adalah pengalaman pertama bercinta. Rasa rasanya begitu membuatnya mabuk kepaya.
Jenna tidak pernah menyangka aktifitas intim seperti yang sedang ia lakukan saat ini bersama Julian sangat membuat dirinya melayang.
Rasa nikmat yang belum pernah ia rengkuh sebelumnya dengan seseorang pria.
Rasa nikmat yang menjalari seluruh tubuhnya begitu bereaksi. Membuat nya bergetar, mengeliat dan tak berdaya.
"Jen," sebut Julian di sepanjang penyatuan mereka saat itu.
"Julian, i love you." bisik Jenna di telinga sang suami.
Manakala Julian semakin dalam melakukan aktivitasnya pada Jenna.
__ADS_1
"I love you Jen"
Kedua keringat mereka kini melebur menjadi satu. Bahkan tetesan keringat julian nampak menetes ke dahi Jenna yang saat ini telah berubah posisi berada di bawah kungkungan Julian.
Sprei tempat tidur itu kini sudah tidak lagi rapi. Beberapa bantal telah jatuh dari atas ranjang.
Dan baju baju keduanya pun berserakan dimana-mana.
Percintaan mereka untuk yang pertama itu begitu panas.
Begitu penuh kenikmatan dan juga rasa puas yang di rasakan oleh Julian dan juga Jenna.
Setelah hampir kurang lebih tiga jam bercinta, kini tubuh Jenna rasanya sudah lunglai dan sudah tidak lagi sanggup untuk meladeni hasrat Julian yang terlihat masih membara.
Dengan napas yang masih tersengal-sengal, Jenna dengan pasrah meletakkan kepalanya di dada telanjang Julian.
🍁🍁🍁🍁🍁🍁
Jakarta
Siang itu, Valerie pergi ke sebuah minimarket untuk membeli sesuatu.
Valerie nampak berjalan di sebuah lorong, di mana di sana tertata rapi berbagai macam minuman yang mengandung alkohol.
Valerie tau, minuman yang mengandung alkohol itu sangat tidak baik untuk wanita hamil.
__ADS_1
Oleh sebab itu, justru Vale nekat untuk membelinya.
Valerie mengambil beberapa botol minuman yang mengandung alkohol dengan berbagai merek. Lalu menaruh nya di keranjang belanjanya.
Setelah dari rak tepat minuman. Kini vale berjalan ke arah stand buah buahan.
Dan di sana, Vale membeli nanas kupas yang sudah di kemas.
Vale mengambil tiga bungkus nanas kupas yang sudah di kemas itu, dan menambahkannya ke keranjang belanjanya.
Setelah Vale mendapatkan semua yang ia inginkan. Ia kembali ke Penthouse.
Sesampainya di dalam Penthouse, Vale langsung membawa semua barang belanjaannya ke kamar.
Ia tau, tidak mungkin dia bisa menikmati semua makanan dan minuman yang semua berbahaya bagi ibu hamil di meja makan.
Karena, Naina atau Aise pasti akan sangat melarangnya. Dan mungkin akan langsung mengadukan itu kepada Julian.
Maka dari itu Vale membawa semua barang belanjaannya ke kamar dan akan menikmatinya di kamar.
Misi Vale saat itu satu, ia ingin mengugurkan kandungannya.
"Oke, Mr ini kan yang mau. Mr sudah tidak lagi menginginkan janin ini. Maka dari itu aku akan mengeluarkannya dari rahim ku. persetan dengan perjanjian dan pernikahan kontrak kita. Toh semua sudah hancur kan. Sekarang aku tidak perduli lagi dengan janin ini. Lagi pula kau bisa membuatnya sendiri dengan wanita yang kau cintai itu, brengsek kau Mr." ucap Vale berbicara sendiri seperti orang gila.
Dan mungkin saat ini Vale memang sudah hilang akal sehat. Dan tidak bisa lagi untuk berfikir jernih.
__ADS_1
Yang ada di otak nya saat ini hanyalah, ia ingin mengugurkan kandungannya dengan cara meminum minuman beralkohol dan makan buah nanas sebanyak mungkin.
"Selamat menangisi janin mu Mr." desis Vale, yang kemudian membuka beberapa minuman beralkohol itu lalu meneguknya. Sambil memakan nanas yang ia beli.