Rahim Bayaran Mr Julian Alexander

Rahim Bayaran Mr Julian Alexander
Season 2 New life begins : Klarifikasi


__ADS_3

"Julian, aku ingin bicara hal penting dengan mu." ucap Jenna, yang baru saja masuk di di ruang kerja Julian dengan nada suara parau.


Julian kala itu sedang duduk di kursi kerjanya dan tengah memeriksa pekerjaan di depan laptopnya.


Julian yang mendapati kedatangan sang istri yang tiba-tiba di ruang kerjanya merasa sedikit terkejut.


Julian kemudian melepaskan kacamata yang ia kenakan. Lalu ia berdiri dan berjalan menghampiri sang istri.


"Mau bicara apa Jen, kita ke kamar ya. Aku sudah selesai di ruang kerja." ucap Julian, yang kini sudah berdiri di hadapan jenna dan berbicara dengan lembut seperti biasa.


"Aku ingin kita bicara di sini." ucap Jenna, sambil menatap wajah Julian dengan tatapan tajam.


Julian yang kala itu menatap wajah sang istri yang nampak beda dari biasanya menjadi heran.


"Baiklah, kita duduk ya." ucap Julian lembut, yang kemudian mengajak Jenna untuk duduk di sebuah sofa yang ada di ruang kerjanya.


"Ada apa Jen? Apa ada masalah pekerjaan yang penting?" tanya Julian.


"Ini bukan masalah pekerjaan." jawab Jenna, sambil mengarahkan pandangannya yang tajam ke arah sang suami. Sambil menahan rasa emosi yang mencoba ia tahan sebisa mungkin.


"Oke, lalu masalah apa?" tanya Julian lagi, dengan nada suara lembut dan wajah yang di penuhi dengan senyuman.


"Ini soalnya hubungan mu dengan Valerie." jawab Jenna to the point. Mendengar itu, Julian langsung mengerutkan keningnya.


"Hubungan ku dengan Valerie? Apa maksudmu?" tanya Julian bigung.


"Jawab pertanyaan ku dengan jujur Julian. Apakah kau sampai saat ini masih mencintai Valerie? tanya Jenna pada suaminya itu dengan nada suara tegas dan dengan perasan hati yang terasa sesak.


"Jen, pertanyaan macam apa ini. Kenapa kau tanyakan hal itu." Julian merasa bigung dengan pertanyaan Jenna yang tiba-tiba membahas tentang Valerie dan dirinya.


"Jawab saja Julian, aku ingin kau jujur. Apa kau mengakui jika kau sampai saat ini masih memendam perasaan mu pada Mommy nya Elenor!" seru Jenna dengan nada suara keras dan tegas.


"Jen, tidak perlu berteriak." ujar Julian mengingatkan.


"Kalau begitu jawab Julian, jawab dengan jujur pernyataan ku tadi. Apakah kau masih punya perasaan dan memendam perasaan cinta untuk Valerie?" tanya Jenna dengan tatapan penuh tuntunan pengakuan jujur Julian.

__ADS_1


Julian yang tidak tahu apa-apa kenapa Jenna menanyakan hal itu menjadi sangat bingung.


Julian bingung kenapa tiba-tiba Jenna menanyakan masa lalu nya bersama Valerie.


Julian kemudian berdiri dari tempat duduknya dan kini beralih untuk duduk di samping Jenna.


Ia berusaha untuk bersikap lembut dan tenang. Julian pikir, Jenna saat ini sedang cemburu.


Julian yang saat ini sudah duduk di sisi Jenna, kemudian merangkul bahu wanita yang telah memberikan ia seorang putera itu dengan rangkulan posesif.


"Aku tidak mengerti dan aku tidak tahu kenapa kamu menanyakan hal ini sayang. Kenapa kamu menanyakan apakah aku masih memendam perasaan ku terhadap Vale. Karena jawabannya tentu saja aku tidak menyimpan atau memendam perasaan terhadap Valerie. Valerie adalah masa lalu ku tentang rahim bayaran. Urusan kami sudah selesai." jawab Julian menjelaskan.


"Jangan berbohong padaku Julian." ucap Jenna menoleh ke arah suaminya dengan tatapan mata tidak percaya.


"Aku tidak berbohong, aku berkata jujur. Antara Aku


dan Valerie saat ini memang masih berhubungan baik. Dan bahkan akrab, tapi itu semua demi putri kami Elenor. Bagaimanapun, aku dan juga Vale harus sama-sama kompak untuk memberikan Elenor pandangan yang positif untuk orang tuanya." jelas Julian.


"Kau bohong Julian. Aku tidak percaya dengan kata-kata mu." ucap Jenna kekeuh. Kemudian jenna berdiri dari sofa dan berjalan mendekati jendela yang ada di ruang itu.


"Oya, benarkah itu. Lalu apa ini." ucap Jenna, yang kemudian ia berjalan mendekati sebuah laci di mana kemarin ia menemukan sebuah flashdisk yang berisikan Vidio mesum Julian dan Vale di Penthouse.


Menyadari jika Jenna ternyata tau jika dia menyimpan Vidio di dalam flashdisk tersebut. Seketika raut wajah Julian berubah.


Julian nampak menggelengkan kepalanya. Dan ia merutuki keteledorannya.


"Apa ini." tanya Jenna pada Julian sambil menunjukan flashdisk tersebut kearah Julian.


"Jawab Julian, apa ini!" seru Jenna yang mulai merasa emosi.


"Suttttt, Jen. Jaga suara mu, anak anak mungkin nanti akan dengar." ucap Julian yang tidak ingin putra dan putri nya mendengar pembicaraan mereka.


"Aku bisa jelaskan. Sebelumnya aku minta maaf, karena telah menyimpan file itu. Itu adalah salinan rekaman arsip CCTV yang ada di Penthouse beberapa tahun silam. Aku tidak ada maksud lain untuk hal itu. Dan hal ini juga tidak ada kaitannya dengan Vale."


"Apa maksudmu tidak ada kaitannya?"

__ADS_1


"Vale tidak tau aku menyimpan file CCTV itu. Dan hal itu tidak penting Jen. Aku akan menghapus semua isi file yang ada di dalam nya" jelas Julian.


"Termasuk video mesum kalian." tantang Jenna.


Dan hal ini sangat mengejutkan Julian.


"Tidak ada video mesum Jen." mendengar itu, Jenna kemudian tertawa getir.


"Ternyata kau masih mengelak Julian. Apa perlu, aku putar kan video itu. Agar kamu tidak lagi berbohong."


"Jen,"


"Aku sudah menyaksikan Vidio itu Julian. Aku sudah memeriksa nya." jawab Jenna.


"Kau salah paham sayang." ucap Julian mencoba untuk menenangkan sang istri.


"Kau mencintai Vale." cecar Jenna pada Julian.


"Aku mencintaimu Jenna."


"Kau berbohong."


"Aku tidak berbohong."


"Kau membelikan boneka kangguru untuk Elenor. Dan bahkan kau menceritakan kisah di balik boneka kangguru itu. Itu sudah membuktikan jika kau masih punya perasaan terhadap Valerie." ujar Jenna yang merasa sangat yakin dengan sergahannya.


"Itu hanya perasaan dan prasangka mu saja Jen."


"Cukup Julian, akui saja sekarang. Kau menyayangi Vale kan."


Untuk sesaat mereka saling diam. Julian pikir, ia harus hati-hati untuk bicara saat ini.


"Jen, hubungan ku dan Vale saat ini pure hanya sebuah hubungan antara ayah dan ibu untuk Elenor. Aku menyambung komunikasi yang baik dengan Vale demi menjaga perasaan Elenor. Aku hanya ingin anak itu merasakan kehangatan orang tua nya yang terlihat harmonis meski tidak bersama." mendengar penjelasan Julian membuat Jenna tertawa sinis.


"Aku mungkin selama ini terlalu naif bersikap baik. Dan memberikan kepercayaan pada kalian untuk menyambung hubungan baik. Dan pada akhirnya, mungkin saja salah satu di antara kalian bisa bermain perasaan dan berdalih itu adalah sebuah komunikasi yang baik. Kau hebat Julian." ucap Jenna yang kemudian langsung bergegas meninggalkan ruang kerja.

__ADS_1


Julian pun kini hanya bisa berdiri mematung sepeninggal Jenna pergi.


__ADS_2