
Pagi itu seperti biasa Jenna berusaha bersikap normal di harapan anak anak mereka, Louis dan juga Elenor.
Mereka masih bersarapan berempat seperti biasa. Walaupun pada saat itu hati Jenna menyimpan rasa kesal pada sang suami.
Jenna seperti biasa duduk di kursi nya dan Julian duduk di kursi kebesarannya di meja makan.
Julian seperti biasa melayani kedua anak nya. Elenor dan juga Louis. Sambil bersarapan, Julian mengajak mereka mengobrol.
Sesekali Julian melirikkan pandangannya ke arah Jenna. Yang sepertinya sedang marah dengannya.
Julian kemudian berinsut dari kursinya dan kemudian ia membuakan roti spesial untuk Jenna yang saat itu belum membuat sarapan untuk dirinya sendiri.
Setelah roti yang ia buat selesai, Julian lalu meletakkan roti tersebut ke piring makan Jenna.
"Roti special untuk istri ku" ucap Julian sambil tersenyum manis pada Jenna. Lalu ia meletakkan sebuah roti tawar yang sudah ia olesi selai spesial ke piring kosong Jenna. Setelah meletakkan roti tawar itu ke piring kosong milik Jenna. Julian kemudian melabuhkan satu kecupan penuh rasa sayang di puncak kepala Jenna.
"Terimakasih." jawab Jenna pada Julian. Bagaimanapun ia harus tetap menjaga sikap di depan anak anaknya.
"Sama sama istri ku."
"Elle, Louis kalian berangkat ke sekolah sama Papa ya. Setelah ini Mama harus segera berangkat ke kantor. Ada meeting penting pagi ini yang harus Mama urus. Jadi kalian berangkat sama Papa." ujar Jenna pada Elle dan juga Louis.
"Kenapa tidak berangkat sama sama saja Jen." ujar Julian.
"Waktunya tidak akan keburu." jawab Jenna yang kemudian ia meminum susunya sampai tandas.
Setelah itu, Jenna berinsut dari kursi makan. Ia kemudian berjalan mendekati sang putera dan juga Elle. Lalu, Jenna melabuhkan kecupan di kedua pipi anak- anak nya, Louis dan Elenor.
"Mama berangkat dulu ya sayang." ucap Jenna sambil bergegas pergi.
"Hati hari Mama." ucap Louis.
"Hati hati Mama Jenna." ucap Elenor.
"Thanks Louis, thanks Elenor, sampai jumpa nanti malam." jawab Jenna sambil tersenyum pada anak anaknya. Tanpa pamitan terlebih dahulu dengan Julian.
Setelah pamitan dengan anak anak nya, Jenna langsung bergegas menuju mobilnya yang sudah siap untuk berangkat, dengan di sopir pribadinya.
🍁🍁🍁🍁🍁
Sesuai selesai meeting dengan kliennya pagi itu. Jenna meraih ponselnya dan mengirimkan pesan pada seseorang.
"Valerie, jika kau ada waktu. Biasakan kita bertemu untuk makan siang bersama. Ada sesuatu yang ingin aku bicarakan dengan mu." Tulis pesan singkat Jenna pada Vale.
__ADS_1
Vale yang kala itu berada di ruang kerjanya. Langsung memeriksa ponselnya saat ada bunyi notip pesan masuk.
Setelah Vale membaca pesan itu. Ia kemudian langsung membalas pesan singkat yang Jenna kirimkan untuk dirinya.
"Oke Jen, katakan saja di mana kita bisa bertemu." balas Vale.
🍁🍁🍁🍁🍁🍁
Dan akhirnya siang itu Vale dan Jenna ketemuan di sebuah restoran.
Pertama tama, Jenna memang membahas tentang pekerjaan sambil menikmati makan siang.
Setelah selesai membahas soal pekerjaan, Jenna kemudian menghela nafas panjang. Ia memang sudah merencanakan untuk bertanya sesuatu pada Vale.
Dan pertemuan siang itu memang sengaja Jenna atur. Untuk bisa bicara dengan Vale karena sesuatu yang membuat nya mengganjal di hatinya.
"Valerie, ada hal pribadi yang ingin aku tanyakan dengan mu." ucap Jenna lembut.
"Soal pribadi tentang apa?" tanya Vale, yang kemudian di buat penasaran dengan pertanyaan Jenna.
"Ini soal Julian."
Mendengar nama Julian di sebut, Vale kemudian menautkan kedua alisnya. Ia merasa penasaran, kenapa Jenna membahas Julian dengannya.
"Oke, ada apa dengan Julian." tanya Valerie makin penasaran.
"Julian, punya perasaan terhadap ku? Maksudnya apa Jen." tanya Vale bigung.
"Aku rasa, Julian selama ini menyembunyikan sesuatu dari ku. Menyembunyikan sebuah perasaan terharap diri mu. Ku pikir Julian menyukai mu Vale. Dia memendam perasaan cinta untuk mu." ujar Jenna dengan lugas.
Mendengar itu, Vale hanya diam. Dia tak bisa berkata-kata apa apa untuk menyahuti.
Karena yang Vale tau. Julian tidak pernah mencintai nya. Apa lagi punya perasaan cinta terhadap dirinya.
Vale kala itu pernah berterus-terang tentang perasaannya terhadap Julian. Justru Julian selalu bilang, Vale tidak boleh mencintainya.
"Aku ingin bertanya terhadap mu. Dan aku harap, kau jujur Valerie. Karena jika benar prasangka ku benar. Itu akan mempengaruhi hubungan ku dengan Julian."
"Apa yang ingin kau tanyakan Jen?" tanya Vale tidak sabar.
"Apakah Julian pernah menyatakan cinta terharap mu?" tanya Jenna, dan Vale cukup terkejut saat Jenna menanyakan hal itu.
Sambil menatap wajah Jenna dengan serius, Vale kemudian menjawab pertanyaan jenna.
__ADS_1
"Julian tidak pernah menyatakan cintanya terhadap ku. Dia tidak pernah menyatakan apapun tentang perasaannya. Dia justru selalu bilang, dia tidak mencintai aku." jawab Vale jujur.
"Dan apakah kau punya perasaan cinta dengan Julian?"
Mendengar itu, Vale kemudian menghela nafas panjang. Setelah 5 tahun berlalu, Vale merasa heran. Kenapa Jenna menanyakan tersebut.
"Sebelum aku menjawab pertanyaan mu. Boleh kah aku bertanya. Kenapa kau menanyakan apakah aku pernah jatuh cinta dengan Julian." tanya balik Vale pada Jenna.
"Julian sekarang adalah suami. Tapi belakang ini, aku melihat gelagat aneh dengannya. Ada sebuah bukti yang ku temukan di laci kerjanya. Sebuah bukti yang membuat aku terkejut. Dan aku tidak mengerti kenapa dia masih menyimpan video itu. Hal itu kini membuat aku jadi sangsi dengan perasaan Julian terhadap mu."
Lagi lagi Vale menghela nafas berat.
"Memang apa yang kau temukan di laci kerja suami mu?" tanya Vale.
"Sebuah Video." jawab Jenna.
"Video apa?" tanya Vale makin penasaran.
"Julian menyimpan video intim kalian berdua. Dia ternyata punya rekaman video intim kalian ketika kalian berada di Penthouse."
"Apa!" seru Vale kaget.
"Video intim diri ku bersama dia?"
"Iya."
"Ya Tuhan. Bodoh, kenapa dan buat apa Julian menyimpan video itu. Aku bahkan tidak tau jika dia merekamnya." Vale berdalih. Tapi memang Vale tidak tau apa apa tentang video tersebut.
"Video itu di ambil dari kamera CCTV Vale. Dan Julian masih menyimpan itu. Dia menyimpan di laci kerja nya. Kau bisa bayangkan itu. Dia menyimpan Vidio mesum kalian dia ruang kerjanya." ucap Jenna sedikit emosi.
"Lalu kenapa kau mengajak ku bicara saat ini dan membahas tentang video tersebut. Karena aku berani bersumpah Jen. Aku tidak tau apa apa tentang video tersebut dan aku tidak tau menahu alasan Julian masih menyimpan itu." jawab Vale tegas.
"Alasannya pasti ada Vale. Dan aku pikir, dia menyimpan suatu perasaan dengan mu."
"Tapi dia tidak pernah mengakui bahwa dirinya punya perasaan dengan ku Jen."
"Tapi kau pernah kan menyukai Julian."
Dan pernyataan Jenna seolah-olah telah menjebak Vale.
"Semua itu masa lalu. Bahkan sudah berlalu 5 tahun lebih. Aku sudah melepas semua perasaan ku terhadap Julian. Aku sudah melupakan nya. Aku sudah membuang perasaan itu. Aku sudah move on darinya."
"Jadi berarti kau memang pernah kan mencintai Julian." tanya Jenna menyelidik.
__ADS_1
"Ia, ku akui, pernah. Tapi itu dulu, tidak untuk sekarang ini." jawab Vale tegas.
So apa yang akan terjadi, to be continue 🙏