
Jenna yang terhempas ke pangkuan Julian akibat tarikan Julian yang terlalu kuat, menjadikan Jenna terduduk pas di kedua paha pria tampan itu.
Dengan perasaan hati yang berdebar-debar. Jenna malah membeku di pangkuan sang CEO. Kedua tangan Julian melingkar erat di seputaran punggung Jenna, menahan beban tubuh wanita cantik itu agat tidak terjatuh.
Saat sudah dalam keadaan seperti itu. Dan dengan posisi mereka yang saling bertatapan dan berhadapan, Jenna menjadi gemetaran dan langsung berkeringat dingin.
Seketika tubuhnya terasa lembab oleh hawa panas yang mendadak melanda dirinya.
Mata Jenna kini beradu pandang dengan begitu intens dengan mata Julian, yang seolah-olah tatapan pria itu sedang menusuknya.
Getar demi getaran, debaran demi debaran semakin kuat Jenna rasakan pada Julian.
Dan begitu pula sebaliknya. Julianpun juga merasakan hal yang sama pada Jenna.
Perasaan aneh itu menyelimuti hati, jiwa dan juga pikiran Jenna dan juga Julian.
Bagi Julian sendiri, saat memandangi wajah cantik Jenna Shamanta. Dirinya teringat dengan wanita yang paling ia cintai dan yang masih ia sayangi sampai kini. Wanita itu adalah Andrea Sahara.
Entah kenapa, saat melihat Jenna, Julian seakan-akan melihat Andrea dalam diri Jenna.
"Apa kau sengaja menarik ku!" tuduh Jenna yang saat itu masih menatap Julian dengan tatapan culas.
"Apa kau terlalu nyaman duduk di kedua paha ku. Kenapa kau tidak berpindah, malah keasikan di sini." sindir Julian balik.
Menyadari bahwa dirinya masih terduduk di pangkuan Julian sambil melingkarkan tangannya memegangi leher pria itu. Jenna otomatis menarik tangannya dan segera beralih dari pangkuan Julian.
__ADS_1
Setelah ia berdiri, Jenna kemudian meraih kembali tasnya dan segera pergi meninggalkan ruang meeting dengan perasaan hati yang bercampur aduk.
Sedangkan Julian sendiri menatap kepergian Jenna dengan perasaan yang membingungkan baginya.
Julian kemudian melamun. Sampai pada akhirnya, bunyi deringan ponsel di saku celananya mengalihkan perhatian Julian.
Julian kemudian meraih ponselnya dan melihat siapa yang menghubunginya.
"Valerie, ada apa?" tanya Julian langsung. Begitu ia tersambung dengan Valerie di sebrang sana.
"Aku mau pergi ke tempat kost. Barang barang ku masih banyak yang tertingal di sana." ujar Valerie dari sebrang telepon.
"Oke, dengan siapa kamu pergi? Apa kau kesana naik taksi?" tanya Julian lagi.
Valerie diam, karena Vale pikir Julian peduli dengannya. Dan berharap Julian lah yang akan mengantarkannya ke kost an. Tapi ternyata, perkiraannya meleset.
Julian kemudian memijat dahinya. Merasa resah dengan suasana hatinya yang gundah dan resah.
🍁🍁🍁🍁🍁
"Bik, aku keluar dulu ya sebentar." ujar Valerie pada Aise. Asisten rumah tangga nya yang ia panggil Bibik. Karena usia Aise yang memang sudah 50 an tahunan.
"Ia non, hati hati." ucap Aise mengingatkan.
Valerie akhirnya pergi meninggalkan Penthouse untuk menuju tempat kostnya dengan mengunakan taksi.
__ADS_1
Berada di dalam taksi, Valerie nampak berfikir banyak hal. Berbagai macam perasaan dan pikiran berkecamuk menjadi satu di pikirannya.
Gambaran adegan demi adegan kegiatan panasnya dengan Julian masih berseliweran di benaknya.
Pengalaman pertama yang sungguh membuat Vale ingin mengulanginya.
Tapi bagaimana ia bisa melakukannya itu. Sedangkan dirinya bahkan tidak berhak meminta itu, kecuali Julian yang menginginkannya.
Belum lagi perasaan ingin di perhatikan dan di hargai.
Sedangkan Julian menulis point bahwa ia tidak boleh membawa perasaan. Dan Julian tidak bertanggung jawab atas perasaan suka yang Valerie rasakan.
Dan kini, belum apa apa Valerie sudah merasa tidak di perhitungan keberadaan.
Dan Julian memang hanya ingin anak nya saja, bukan dirinya, pikir Valerie.
Meski sudah paham akan hal itu. Perasaan suka dan mencintai pria itu tidak bisa Valerie bendung.
"Seperti inikah rasanya tidak di hargai. Aku harus bisa membuang perasaan ku padanya. Sekarang saja aku sudah merasa sakit hati. Bagaimana nanti dan seterusnya. Dia pasti akan mengabaikan aku dan hanya peduli dengan bayi nya. Vale, sadarlah, kau yang sudah salah menyukai dirinya. Buang perasaan mu pada Julian mulai sekarang, sebelum terlambat. Sebelum kamu di buat cinta mati dengan nya. Ingat Vale, ini adalah bisnis."ucap Valerie lagi dalam hati, saat ia berada di dalam taksi sepanjang perjalanan menuju tempat kostnya.
Hayo tim siapa
tim Valerie
__ADS_1
Tim Jenna