Rahim Bayaran Mr Julian Alexander

Rahim Bayaran Mr Julian Alexander
Balas dendam Valerie


__ADS_3

Aku hanya ingin kau fokus pada ku dan memikirkan janin pesan mu ini.


Tapi kau malah bersenang-senang dengan wanita lain.


Kita masih berhubungan intim, dan jika kau juga berhubungan intim dengan nya, itu hal yang sangat menjijikkan Julian.


Dan aku tidak bisa terima itu, aku pasti akan membalas mu.


🍁🍁🍁🍁🍁🍁


Setelah beberapa jam menunggu di dalam taksi.


Akhirnya, Valerie melihat kembali mobil yang Julian kendarai keluar dari gerbang rumahnya.


Bersamaan dengan itu, Valerie pun menyuruh sang sopir taksi untuk membuntuti mobil tersebut.


Dan lagi lagi, ada wanita itu di dalam mobil. Di kursi bagian belakang, duduk mesra bersama Julian.


Valerie terus memerintahkan sang sopir taksi untuk tidak kehilangan jejak.


Mobil yang di kendarai oleh seorang sopir itu sepertinya sedang mengarah ke bandara.


Sesampainya di bandara, Julian turun dari dalam mobil bersamaan dengan wanita yang membuat Vale penasaran.


Sang sopir menurunkan beberapa barang yang ada di bagasi belakang dan kemudian memberikan barang tersebut kepada Julian.


Dari jarak yang tak begitu jauh, Valerie kembali bisa melihat dengan jelas bagaimana reaksi dan gesture tubuh julian terdapat wanita cantik tersebut.


Sangat lembut, sangat penuh damba dan juga perhatian.


Dengan sikap gentle, Julian membawakan koper milik wanita tersebut. Lalu keduanya masuk ke dalam bandara.


Dari sana, sudah dapat Vale simpulkan bahwa kepergian Julian ke luar negeri itu mungkin tidak hanya untuk urusan pekerjaan. Tapi juta untuk urusan pribadi.


Tidak kembali langsung ke Penthouse, Valerie kembali menuju Mansion mewah milik Julian.


Valerie berniat untuk mencari tahu siapa wanita yang bersama dengan Julian saat ini.


Sesampainya Vale di Mension, Vale menyuruh sang sopir untuk menepi di pinggir jalan. Dan menyuruh sang sopir untuk menunggu nya.


"Tunggu sebentar ya Pak. Aku akan membayar 10 kali lipat dari total argo nya nanti." ujar Vale pada sopir taksi.


"Siap Non, saya akan menunggu." jawab sang sopir taksi.


Vale kemudian keluar dari taksi dan berjalan menuju gerbang rumah Julian.

__ADS_1


"Permisi, apakah ini kediaman Mr Julian Alexander." tanya Valerie kepada seorang security penjaga rumah mewah Julian.


"Benar ini kediaman Mr Julian, ada yang bisa saya bantu?" tanya security tersebut.


"Saya ada perlu dengan Mr Julian, jika di perkenankan bertemu beliau." ujar Vale mencari alasan.


"Siapa nama anda?" tanya sang security pada Vale.


"Nama ku, Elena." jawab Vale berbohong.


"Tunggu sebentar ya Nona Elena."


Setelah beberapa saat menunggu di depan gerbang. Akhirnya Vale di persilahkan untuk masuk oleh security tersebut.


"Silakan masuk, Laila sudah menunggu.anda. Laila adalah asisten rumah tangga sekaligus orang kepercayaan Mr Julian. Silakan bertanya langsung kepada Laila." ujar security itu.


"Terimakasih."


Kemudian Vale pun berjalan menuju rumah mewah itu. Sesampainya ke dalam rumah, Laila kemudian menyambut Vale.


"Ada yang bisa saya bantu?" tanya Laila ramah.


"Aku ingin bertemu dengan Mr Julian Alexander. Apakah dia ada di rumah?"


"Kebetulan Mr Julian sedang pergi ke luar negeri. Ada pesan yang bisa saya sampaikan kepada Mr?"


"Boleh tahu anda ini siapa?" tanya lagi Laila.


"Aku salah satu karyawan di perusahaan Mr Julian." ucap Vale kembali berbohong.


"Mr dan istri nya baru saja pergi, mereka keluar negri hari ini dan untuk 2 minggu ke depan." tutur Laila memberi tau.


Mendengar kata istri yang di sebut kan Laila seketika membuat Vale tercenang kaget.


Dan informasi itu pun sudah cukup membuat Valerie mengetahui jika perempuan itu ternyata memang benar teman dekat Julian. Bahkan bukan lagi teman dekat, melainkan juga sudah menjadi istri.


🍁🍁🍁🍁🍁


Setelah seharian membuntuti Julian. Akhirnya Valerie kembali ke Penthouse dengan perasaan hati yang sudah tidak karuan.


Tidak hanya lelah fisik, Vale juga lelah hati dengan segudang kekecewaan. Vale tiba di Penthouse ketika hari juga sudah malam.


"Malam non Vale, baru pulang." Sapa Naina.


"Iya Bik, aku ke kamar dulu ya. Aku sangat lelah sekali." jawab Vale dengan nada suara lemah dan wajah yang nampak letih.

__ADS_1


"Makan malam sudah siap Non, sebaiknya non Vale makan dulu." ucap Naina menyarankan.


"Nanti saja Bik, aku belum lapar." ujar Vale yang kemudian langsung menaiki tangga menuju lantai dua, ke kamarnya.


Sesampainya Valerie di dalam kamar, dia langsung membuang tasnya ke atas tempat tidur.


Perasaannya kini diliputi dengan rasa kekecewaan yang begitu dalam terhadap Julian.


Dia yang selama ini sangat ia cintai, pria yang membuatnya gila. Pria yang membuat dia rela menjatuhkan harga dirinya. Tidak ia sangka, memperlakukan dirinya seperti ini, tidak di hargai.


Atau mungkin, Valerie saja yang terlalu berexpektasi terlalu tinggi akan hubungannya dengan Julian.


Dia tidak menyangka, Julian yang selama ini ia hargai sebagai orang yang sangat jujur, baik, ternyata bersikap kejam padanya dengan membohonginya.


Meskipun ia tau dia hanya istri kontrak yang mungkin tak berharga bagi Julian. Vale merasa, saat julian menikah lagi dan ia tidak di beri tau, itu sama saja telah mempermainkan perasaan nya.


Terlebih ia telah merendahkan diri nya sendiri terhadap pria yang bertubuh tinggi besar itu.


Bahkan mereka pun masih berhubung intim kala itu.


Bagaimana jika seandainya ia benar benar tidak tau. Itu artinya, Julian bisa saja dengan sesuka hatinya dan dengan bebas merengkuh kepuasan bercinta dengan dua wanita sekaligus.


Bagaimana hal itu tidak membuat Vale marah!


Padahal sebelumnya saat masih bekerja di Clup, dirinya sangat menjaga diri. Dan menolak semua ajakan para pria hidung belang untuk one night stand dengannya dengan iming-iming uang.


Valerie menolak itu. Dia tidak mau melayani pria pria penjajan seperti itu.


Terkecuali Julian, yang menawarinya untuk bisnis rahim bayaran dengan iming-iming materi yang berlimpah namun dengan cara mereka menikah atau Vale di nikahi.


Jika sekarang Julian telah menikah lagi, apa ubahnya Julian seperti pria pria itu.


Yang dengan mudahnya mencari kepuasan dari wanita lebih dari satu.


Entah degan status pernikahan seperti apa Julian menikahi wanita misterius tersebut, pikir Vale.


Untuk sesaat Valeri benar-benar kacau pikirannya. Dia hanya duduk di sebuah sofa yang ada di kamarnya. Duduk terdiam, termenung, dan berpikir.


Rasa-rasanya ia ingin membalas semua perbuatan suami kontaknya itu. Tapi dengan cara apa ?


Rasa sakit hati yang ia rasakan karena di perlakukan tidak hormat lah yang membuat Vale meradang.


Dia begitu sangat kecewa setelah pengungkapan perasaan terhadap Julian saat di kamar mandi.


Justru kini ia harus menerima kenyataan yang sangat tidak dia inginkan, yaitu Julian kini telah menikah dengan wanita lain.

__ADS_1


"Aku tau harus membalas kamu dengan apa Julian. Kamu sangat antusias dan senang saat benih mu kini tumbuh di rahim ku. Sekarang, aku akan membuat mu sedih karena kehilangan janin ini. Aku sudah tidak perduli lagi dengan pernikahan kontrak kita. Persetan dengan perjanjian itu dan masa bodoh dengan pernikahan kontrak kita. Aku akan mengugurkan janin ini bagaimana pun caranya."


__ADS_2