Rahim Bayaran Mr Julian Alexander

Rahim Bayaran Mr Julian Alexander
Season 2 New life begins : Challenge


__ADS_3

Edward hampir tak mengalihkan pandangannya ke arah Valerie. Yang kala itu sedang memaparkan visi misinya dalam sebuah persentasi meeting.


Valerie sengaja Edward pilih sebagai manager pemasaran di perusahaannya.


Karena Edward meyakini, jika Valerie memiliki kemampuan untuk bisa melobi perusahaan perusahaan besar untuk bisa di ajak kerjasama dengan perusahaannya.


Dan, pembahasan meeting pagi itu, perusahan menargetkan untuk bisa mendapatkan banyak tender proyek kerja sama dengan berbagai perusahaan.


Dan menurut Vale saat itu, perusahaan yang bergerak di bidang properti sangat bisa di membidik untuk di ajak kerjasama sama.


Perusahaan perusahaan besar yang bergerak di bidang properti menurut Vale sangat butuh dengan layanan internet yang lancar.


Dan hal itu bisa di manfaatkan untuk bisa menggaet mereka untuk mau di ajak kerjasama dalam menyediakan providers jaring internet.


Para pengembang bisnis properti pasti akan mau untuk di ajak kerjasama, bila tawaran itu saling bisa menguntungkan.


Karena menurut Vale, jaringan internet sangat diperlukan demi kelancaran bisnis mereka juga.


Edward merasa sangat puas dengan presentasi serta penjelasan yang begitu detail yang Vale sampaikan.


Setelah meeting pagi itu selesai, Edward masih betah duduk di kursi nya dan menunggu sampai semua orang kini meningalkan ruangan meeting.


"Valerie, setelah ini, kau langsung ke ruangan ku. Ada beberapa hal yang ingin aku bicarakan dengan mu." ucap Edward pada Valerie.


Valerie yang saat itu sebenarnya ingin beristirahat sejenak, akhirnya harus menghela nafas berat untuk kembali berdiskusi dengan bosnya.


"Iya Pak." jawab Vale patuh.


🍁🍁🍁🍁🍁


Tok tok tok


"Masuk!" seru Edward dari dalam ruangannya.


Vale kemudian masuk keruangan khusus sang Presidir tersebut.


"Silahkan duduk Vale." ucap Edward, mempersilahkan Vale untuk duduk di sofa panjang yang ada di ruangannya. Vale pun menurut.


"Ada apa Bapak memanggilku kemari? Apa anda kurang puas dengan presentasi yang saya paparkan tadi?" tanya Vale menerka, Edward kemudian tersenyum menanggapi sergahan Valerie.


"Tidak ada masalah dalam presentasi yang kamu paparkan tadi Vale. Justru aku sangat puas dengan kinerja mu. Aku memangil mu karena aku ada itung itugan dengan mu."


Mendengar kata itung itugan membuat Vale terkejut.

__ADS_1


"Maaf, Itung itung an apa ya Pak?" tanya Vale bigung.


"Kau pikir urusan kamu tadi pagi itu sudah beres!" seru Edward sambil terkekeh.


"Maksudnya?"


"Aku akan membebaskan kamu dari hutang mu pada ku. Di tambah kau akan mendapat bonus dari perusahaan jika kau bisa mendapatkan tender proyek fantastis dari Julian Corp."


"Maaf, saya kurang paham dengan utang yang anda maksudkan," ucap Valerie nampak bigung.


"Tadi pagi aku memberikan cek senilai 30 juta untuk perbaikan mobil pria yang kau tabrak tadi pagi Vale. Di tambah lagi dengan kerusakan mobil mu juga. Jadi, kau kurang lebih punya hutang pada ku sekitar 50 juta. Tapi, aku akan menghapuskan semua hutang mu dan aku akan menambahkan bonus untuk mu jika kau berhasil mendapatkan tender proyek pengadaan internet untuk pembangunan apartemen dan juga vila yang akan di bangun oleh Julian Corp. Perusahaan itu adalah perusahaan besar milik seseorang pendirinya Julian Alexander, dan." belum selesai Edward melanjutkan ucapannya, Vale sudah terbatuk-batuk.


Sampai sampai Edward bergegas ke mejanya untuk mengambilkan air putih untuk Vale.


"Kau ini kenapa, kenapa bisa tiba tiba tersedak begitu." ujar Edward, yang kala itu memberikan Vale segelas air putih.


"Tidak ada apa-apa Pak, maaf."


"Jadi, ternyata kebaikan Bapak tadi pagi itu harus aku ganti," sergah Valerie.


"Tentu saja Valerie, tidak ada uang 50 juta aku berikan pada seorang karyawan baru seperti mu. Semua pasti ada itung itugan nya. Dan aku sudah jelaskan kan. Aku akan angap 50 juta itu lunas plus aku akan memberikan mu bonus, asal, kau bisa mendapatkan tender proyek dari Julian Corp. Kau tau, Julian Corp ini punya anak perusahaan yang banyak. Salah satunya di pegang oleh istri Julian, kalau tidak salah namanya Jenna Shamanta. Mereka berdua ini adalah seorang suami istri pembisnis hebat dan sukses. Aku sudah lama menginginkan untuk bisa bekerja sama dengan perusahaan itu. Tapi tidak ada satu orang pun dari perusahaan ini yang mampu mendapatkan kerjasama dengan perusahaan besar tersebut."


Vale pun kini nampak sedikit pening.


"Nanti malam saya akan menghubungi anda." ucap Vale akhirnya.


"Oke," jawab Edward puas.


🍁🍁🍁🍁🍁🍁


Sore itu, Vale pulang ke rumah dengan menumpangi sebuah taksi. Gara gara inside tadi pagi, kini Vale menjadi sedikit trauma mengendarai mobil.


Sesampainya di halaman rumah, dengan sedikit lesu, Vale berjalan menuju pintu rumahnya.


Dan sesampainya Ia di dalam rumah, Vale kemudian melepaskan sepatunya yang seharian melekat di kakinya dan menaruhnya ke sebuah rak sepatu di samping pintu.


Kemudian, Vale berjalan ke arah sebuah sofa yang ada di ruang tamu. Lalu ia mengistirahatkan tubuhnya untuk sejenak di sana.


Hari itu benar-benar hari yang membuatnya melalui banyak sekali kepenatan dan hal buruk.


Hari yang penuh dengan drama. Pagi hari ia mendapat insiden, sampai kantor harus langsung melakukan presentasi, dan terakhir, ia kini di tuntut untuk bisa mendapatkan tender proyek dengan perusahaan Julian Corp.


"Kenapa aku harus berhubungan dengan Julian lagi. Memangnya tidak ada perusahaan lain apa, selain perusahaan milik Julian." gerutu Valerie.

__ADS_1


Setelah sejenak merebahkan dirinya di sofa di ruang tamu. Valerie kemudian bangkit dari rebahan untuk bergegas ke kamarnya.


Sesampainya ia di kamar, Vale kemudian melucuti semua pakaiannya dan kemudian pergi ke kamar mandi untuk menyegarkan badannya.


Setelah dirinya kini telah segar dan sudah berganti dengan pakai santai. Vale kemudian pergi ke dapur untuk makan malam.


Saat itu ia masih punya sisa masakan pasta yang ia buat. Dan Vale simpannya di lemari pendingin.


Vale kemudian menghangatkan pasta tersebut ke sebuah microwave.


Saat pasta yang ia panaskan kini telah siap untuk ia nikmati. Vale kemudian membawa sepiring pasta itu ke meja makan.


Saat ia sedang menikmati pasta itu, tiba-tiba saja Vale teringat dengan Elenor yang saat itu menyantap pasta buatannya dengan sangat lahapnya.


"Elenor, Mommy merindukan mu. Kapan kita bisa tidur bersama sayang, Mommy rasanya tidak sabar untuk bisa memelukmu saat tidur. Mommy tau, kau butuh waktu untuk menyesuaikan diri mu dengan kehadiran Mommy. Mommy ingin tidur sambil memeluk mu, membacakan cerita untuk mu sebelum tidur dan kita saling bercerita banyak hal. Mommy mencintaimu Elle." desis Vale dalam hati.


Setelah selesai makan malam. Vale kemudian pergi ke kamar.


Ketika ia hendak tidur, Valerie berpikir untuk mengirimkan pesan kepada Julian. Dan akhirnya, Vale memberanikan diri untuk mengirimkan sebuah pesan kepada Julian.


"Maaf menganggu mu malam malam begini Julian. Aku merindukan Elle, jika kau tak keberatan, bisakah kau memotret Elenor saat ini. Aku ingin melihat dia saat tidur." tulis Vale dalam pesan singkatnya pada Julian. Dan tak perlu menunggu lama. Julian kemudian langsung membalas pesan Vale.


"Sebentar, aku akan ke kamar Elle dulu. Nanti aku akan mengirimkan foto yang kamu inginkan." balas Julian.


Dan beberapa saat kemudian, sebuah pesan masuk ke ponsel Vale. Vale pun langsung membuka pesan tersebut.


Dan di pesan itu, Vale bisa melihat Elenor sedang terlelap tidur di tempat tidurnya yang nyaman. Vale pun merasa hangat saat melihat wajah Elle yang tertidur dengan pulas itu.


"Terimakasih Julian, telah bersedia memotret kan gambar Elenor ku, good night." tulis Vale berterimakasih kepada Julian.


"Good night too, Valerie." Balas Julian.


🍁🍁🍁🍁🍁


Dan di sisi lain, saat itu sebenarnya yang sedang membalas pesan Vale bukanlah Julian sendiri. Melainkan yang membalas pesan Vale yang masuk ke ponsel milik Julian adalah Jenna.


to be continue


Jika berkenan, mampir juga lah di mari, slow up date 🙏💐♥️🥰



__ADS_1


__ADS_2