Rahim Bayaran Mr Julian Alexander

Rahim Bayaran Mr Julian Alexander
Isi hati Julian


__ADS_3

Julian POV


Seharian ini aku terlalu larut dalam kebahagiaan. Setelah mengetahui Valeri kini telah berbadan dua. Hati ku di liputi perasaan senang dan bahagia.


Sebentar lagi aku akan memiliki seorang anak.


Seorang keturunan dari benih ku sendiri.


Janin yang ada di perut Vale adalah janin yang selalu aku tunggu-tunggu keberadaannya selama ini.


Kini aku tidak perlu merasa risau dan takut lagi. Seorang generasi penerus Alexander sebentar lagi akan lahir.


Mama juga pasti akan merasa sangat senang jika mendengar bahwa aku akan mempunyai seorang anak.


Bahkan aku tidak bisa membayangkan, bagaimana expresi wajah Mama saat aku nanti mengendong seorang bayi mungil di gendong ku.


Hati ini rasanya sangat-sangat bahagia.


Sekarang, keselamatan Valerie dan juga janin yang ada di kandungannya menjadi tanggung jawabku.


Aku harus memastikan bayi yang ada di kandungannya selalu sehat dan bisa selamat sampai dia terlahir di dunia.


Aku benar-benar tidak menyangka, akan secepat ini benih ku tumbuh di rahimnya.


Terimakasih Valerie, aku sangat sayang pada mu.

__ADS_1


🍁🍁🍁🍁🍁🍁


Setelah membawanya periksa ke dokter. Kami pulang ke Penthouse dengan keadaan Vale sampai ketiduran di mobil. Hari ini mungkin hari yang melelahkan untuk nya.


Karena aku tidak tega membangunkannya, akhirnya aku mengedong Valerie dari lokasi parkir mobil di gedung sampai masuk ke dalam kamar kami saat ini.


Ku rebahkan dengan pelan tubuh Vale ke tempat tidur agar dia tidak terbangun.


Kemudian aku menyelimuti dirinya dengan selimut tebal agar dia nyaman.


Meskipun aku tidak mencintai nya, Valerie bagi ku sudah punya tempat spesial di hati ku. Aku sayang dengan wanita ini. Terlebih dia adalah ibu dari calon anak ku.


Sejenak ku pandangi wajah Vale yang teduh. Aku berharap, bayi kami juga setangguh dia kelak saat ia lahir.


Setelah memastikan dia tertidur lelap. Aku pelan pelan berinsut dari rajang dan meninggalkan dia di kamar.


Berada di balkon Penthouse malam itu, aku meneguk wine favorit ku. Untuk merayakan kemenangan ku, setelah bisa membuat Vale hamil.


Memiliki seorang anak dan menjadi Daddy, rasanya aku telah sempurna menjadi seorang laki-laki.


"Selamat Julian, sebentar lagi kau akan menimbang bayi mu. Rumah mu tak akan sepi. Akan ada canda tawa dan tangisan seorang anak kecil. Impian mu sekarang sudah terwujud"


Aku bicara sendiri seperti orang gila. Aku tidak peduli, saat ini aku sedang berbahagia.


Setelah meneguk wine yang ada di gelas ku sampai tandas, aku merasa sangat puas.

__ADS_1


Sebuah suara notip pesan terdengar oleh ku. Beberapa saat setelah aku dengan penuh kepuasan menikmati moment kala itu.


Ku raih ponsel yang ada di saku celana, dan aku mengeceknya.


*Julian, apa kau baik-baik saja. Aku mulai khawatir, kau tidak membalas pesan ku dan tidak ada kabar dari mu seharian ini. Mohon balas pesan ku jika kau sudah membacanya, agar aku tidak menghawatirkan mu*


Ya Tuhan, seharian ini aku sampai lupa dengan Jenna.


*Malam Jen, maaf sudah membuatmu khawatir. Aku sedang berada di rumah. Maafkan aku tidak memberimu kabar seharian ini. Aku sedikit ada banyak urusan pekerjaan. Dan lupa untuk mengabarimu. Aku baik-baik saja, jangan khawatirkan aku. Terima kasih sudah mengkhawatirkan aku.*


Ku balas pesan dari Jenna seketika itu juga.


*Syukurlah jika kau tidak apa-apa, aku senang mendengarnya. Tadi mamaku menanyakanmu. Dia menanyakan soal dokumen dokumen penting yang harus kita segera mengurus untuk mendaftarkan pernikahan kita. Besok aku akan ke kantor mu dan menyerahkan berkas berkas yang di perlukan untuk mengurus pernikahan kita*


Dan, pesan dari Jenna sudah membuat diri ku keringat dingin saat ini.


Julian Alexander





Bonus up untuk hari ini, besok sudah hari senin, ada satu vote yang selalu ada di setiap hari senin. Moga vote nya untuk @Rahim bayaran Mr Julian Alexander 😬🤗🙏😅 ngk maksa ko. Makasih sudah suka dengan cerita ini 🙏🙏🙏🙏

__ADS_1


__ADS_2