
Julian pulang ke Penthouse tepat jam 11 malam saat itu. Sebenarnya dia sudah kembali ke Jakarta dari siang. Tetapi Julian langsung menuju kantornya. Karena ada beberapa pekerjaan yang harus dia selesaikan pada hari itu.
Begitu ia sampai ke penthouse, suasana nampak sepi.
Kemudian Julian langsung naik ke lantai atas menuju kamarnya. Begitu ia membuka pintu kamar. Seseorang yang ia rindukan terlihat di sana, di atas tempat tidur.
Valerie nampak tertidur dengan sangat pulas di ranjangnya. Julian yang masih berpakaian kantor itu kemudian berjalan mendekati ranjang. Dimana seseorang sedang tiduran miring dengan mengenakan gaun malam yang seksi.
Setelah Julian kini berdiri tepat di samping Vale. Julian kemudian memandangi wajah cantik Valeri dengan seksama.
Valeri yang tiduran dengan posisi miring saat itu menyuguhkan pemandangan yang indah untuk Julian.
Paha yang mulus, lengan yang indah dan belahan dada Vale yang terlihat saat itu sudah cukup membuat Julian panas.
Akan terapi Julian tidak ingin menganggu tidur nyenyak Vale. Tangan Julian bergerak menyingkirkan beberapa helai rambut yang berserakan di pipi mulus Valerie.
Julian kemudian tersenyum tipis ketika ia sedang mengagumi istri kontraknya.
"Sejujurnya aku memang sangat menyayangimu Vale. Aku tidak bisa membohongi diriku Jika aku memang sayang terhadapmu. Tapi sayang itu bukanlah sayang sebuah perasaan cinta. Mungkin lebih tepatnya sebuah perasaan sayang seperti kakak terhadap adiknya. Valerie, aku sudah menemukan seseorang yang aku cintai. Ternyata aku sudah bisa move on dari Andrea. Dan aku tidak menyangka, jika Jenna ternyata juga mencintaiku. Pernikahan kita bukanlah pernikahan yang sebenarnya. Jika nanti aku bersama dengan Jenna. Aku harap hal itu tidak akan menyakitimu. Karena sejak awal aku sudah memperingatkan mu untuk tidak mengunakan hati mu. Dan kau juga sudah tahu kan, jika aku tidak mencintaimu. Jadi aku rasa kau bisa memahami dan memaklumi perasaanku yang saat ini sedang jatuh cinta dengan orang lain yaitu Jenna. Dan aku pikir, jika kamu saat ini belum juga hamil. Mungkin aku bisa membebaskan kamu dari semua perjanjian itu Vale. Aku bisa saja membatalkan pernikahan kontrak kita. Aku akan menceraikan mu. Dan aku bisa menikahi Jenna setelah itu. Tapi aku harus memastikan dulu, apakah kamu sudah hamil atau belum." guman Julian dalam hati, sambil terus memandangi wajah cantik Valerie.
Julian kemudian meraih selimut dan menariknya ke atas, untuk menutupi tubuh Vale.
__ADS_1
Julian mencondongkan tubuhnya dan membubuhkan ciuman lembut ke puncak kepala Vale.
Setelah itu ia berlalu ke kamar mandi untuk membersihkan diri.
🍁🍁🍁🍁🍁🍁
Keesokan harinya, ketika Vale membuka matanya dan membalikkan tubuhnya ke samping. Tiba-tiba dirinya terperanjat, karena melihat pria yang ia cintai dan ia rindukan tertidur pulas di sampingnya.
Hal itu benar-benar membuat hati Vale diliputi perasaan bahagia.
Tanpa ingin membiarkan momen itu berlalu begitu saja. Valerie tidak ingin buru-buru beranjak dari tempat tidur.
Valerie kemudian tiduran miring berhadap hadapan dengan wajah Julian.
Hanya dengan memandangi wajah Julian, Vale selalu berdebar-debar. Meskipun ia tau Julian tidak mencintainya.
Tapi yang ada di pikiran Valerie hanyalah, ia ingin memanfaatkan waktu yang ada untuk bisa menikmati kebersamaannya dengan Julian.
Vale tidak perduli jika Julian tidak mencintainya. Yang ia yakini adalah, Julian sayang padanya.
Sambil mengagumi wajah tampan Julian, Vale kemudian refleks memegangi perutnya.
__ADS_1
Pikirannya jadi berkelana di moment moment ketika dia dan Julian sedang melakukan aktivitas seksual.
Ia masih ingat bagaimana Julian mengajaknya bercinta di kolam renang pagi itu. Bagi Vale, adalah pengalaman bercinta yang tak akan bisa dia lupakan.
Dan kini, benih itu telah tumbuh menjadi janin di rahimnya. Benih Julian kini telah tumbuh dan berkembang di rahimnya.
"Aku mencintai mu Mr, dan selamat kau kini sudah menjadi Daddy. Akan seperti apa wajah anak kita nanti. Lebih mirip dengan mu ataukah dengan ku. Ku rasa akan lebih mirip dengan mu, karena kau yang sangat ber naf su." Vale berguman dalam hati.
Ketika Vale ingin menyentuh wajah Julian, Julian nampak menggerakkan tubuhnya. Lalu Vale kemudian memejamkan matanya dan pura pura tertidur.
Julian yang kini sudah terbangun dari tidurnya, menengok ke arah Vale, dan tersenyum.
"My kanguru, jam segini belum bangun juga, dasar malas." ucap lirik Julian.
Kemudian Julian menyibakkan selimut dan hendak turun dari ranjangnya. Saat julian hendak berlalu dari rajang, Vale memangil.
"Mr," pangil Vale.
Julian kemudian berbalik, dan tersenyum saat melihat istri kontraknya itu memandangi dirinya.
See you next bab 🥰🤗🙏
__ADS_1
Ini julian yang lagi tiduran miring dan di kagumi Vale