Rahim Bayaran Mr Julian Alexander

Rahim Bayaran Mr Julian Alexander
Season 2 New life begins : Penjelasan yang kosong.


__ADS_3

"Aku mungkin selama ini terlalu naif bersikap baik. Terlalu memberikan kepercayaan pada kalian untuk menyambung hubungan baik. Pada akhirnya, mungkin saja salah satu di antara kalian bermain perasaan dan berdalih itu adalah demi sebuah komunikasi yang baik demi Elenor. Kau hebat Julian." ucap Jenna, yang kemudian langsung bergegas meninggalkan ruang kerja.


Julian kini hanya bisa berdiri mematung sepeninggal Jenna pergi.


Setelah Jenna pergi dari ruangannya. Julian kemudian berjalan ke arah meja kerjanya.


Ia kemudian mengambil flashdisk yang tadi Jenna ambil.


Julian nampak mengepalkan tangannya dan merasa kesal dengan keteledoran nya saat ini.


Julian kemudian kembali duduk di kursi dan menyalakan kembali laptop miliknya. Lalu, ia menyambungkan flashdisk tersebut ke laptop.


Sejenak ia memeriksa semua file yang ada dalam flashdisk.


Tanpa pikir panjang, Julian kemudian menghapus semua Vidio yang ada di flashdisk tersebut.


"****," ucap Julian, merasa kesal dengan keteledoran yang di timbulkan oleh dirinya sendiri.


Seusai julian menghapus semua isi video dalam file tersebut. Julian kemudian meninggalkan ruang kerja dan bergegas ke kamarnya.


🍁🍁🍁🍁🍁


Jenna POV


Tidak ada seorang wanita di dunia ini yang tidak akan marah dan cemburu. Ketika suaminya menyimpan properti berupa sebuah vidio intim dari masa lalunya.


*Entah seseorang itu dicintai atau tidak. Tetap saja kenyataan itu sangat menganggu dan menyakitkan.


Terlebih, aku sangat mencintai Julian dan percaya dengan nya dengan sepenuh hati ku*.


Dia tidak memberikan ku alasan yang mendasar. Untuk apa dia simpan file video intim dirinya dan juga Vale.


Harusnya ia tidak menyimpan itu dan harusnya ia bisa menjaga perasaan ku.


*Rasa rasa ya, kepercayaan ku pada nya hanya di manfaatkan oleh Julian.


Bahkan aku perhatikan. Hubungan Julian dan juga Valerie kini makin membaik dan dekat*. Jika hubungan itu murni sebuah hubungan yang mereka bangun demi anak mereka. Aku tidak akan keberatan. Tapi setelah mendapatkan beberapa bukti jika Julian sepertinya sedang menyembunyikan sesuatu dari ku. Hal itu kini mengubah persepsi positif ku terhadap mereka berdua.


Mereka bertiga menghabiskan waktu bersama Minggu lalu.

__ADS_1


Julian tidak ragu ragu mengajak mereka pergi kesebuah kebun binatan dengan dalih menyenangkan hati Elenor.


Jika memang alasannya pure demi Elenor, aku tidak akan curiga. Tapi yang membuat aku curiga adalah. Julian sengaja mengambil gambar Valerie dan menyimpannya di galeri ponselnya. Bahkan ia membelikan Elle boneka kangguru. Yang kata Elle, kanguru adalah sebutan istimewa untuk Mommynya dari Julian.


Bukti julian memotret Vale secara sengaja ketika Vale sedang melakukan presentasi juga membuktikan ada yang tidak beres dengan Julian.


Aku yakin, Julian memendam perasaan pada Valerie. Tapi dia tidak mau mengakuinya.


Belakangan ini, mereka semakin dekat. Kedekatan yang selama ini aku anggap sebuah kedekatan yang memang harus mereka bangun demi Elenor.


*Tetapi, di saat suamiku sendiri masih menyimpan foto intim itu di laci kerjanya dan menyimpan foto Vale di ponselnya.


Bagaimana aku bisa berpikir jernih sekarang.


Bagaimana aku bisa berpositif thinking.


Julian kau membuat ku kecewa*.


Ku pandangi wajah tampan dan rupawan Julian pada saat di mana hari itu dia menikahi ku secara sah.




Sebagian seorang wanita yang sama sama hamil kala itu. Aku sangat mengerti dan sangat memahami keadaan Valerie.


Saat aku mengetahui diri ku positif hamil kala itu. Aku tidak ingin buru buru memberi tau Julian. Yang pada saat yang sama aku juga mengetahui Vale juga hamil janin biologis Julian. Yang mereka berdua sama sama akui janin itu adalah sebuah janin bisnis.


Saat itu, aku berada dalam posisi serba salah dan sangat sulit.


Menjadi seorang istri siri yang dicinta Julian. Dan Valerie istri sah namun hanya istri kontrak dan Julian juga sudah menjelaskan pada ku tentang status pernikahan mereka.


Julian juga meyakinkan aku jika dia tidak mencintai Vale.


Mereka bahkan sama sama mengakui jika mereka hanya melakukan pernikahan bisnis. Dan Vale hanyalah seorang wanita yang menyewakan rahim nya demi bisa memberikan Julian anak dengan menerima sebuah imbalan.


Dan pada akhirnya, aku menuntut sebuah tagung jawaban pada Julian karena pada saat itu aku tengah mengandung benihnya juga.


Tapi aku juga sadar, aku pada saat itu hanya lah seorang istri siri. Yang mungkin tidak seharusnya aku banyak harus menuntut.

__ADS_1


Tapi di saat Julian dan Vale sendiri mengakui mereka hanya nikah kontrak, Julian menyakinkan aku bahwa dia hanya mencintai ku dan Vale juga berkata dia tidak mencintai Julian.


Akhirnya aku pun menurut Julian untuk mengesahkan pernikahan kami ku kala itu.


Dan Julian menjanjikan akan menikahi ku setelah nikah kontrak nya dengan Vale berakhir.


Aku pikir hubungan mereka memang hanya sebatas hubungan sesaat. Tapi ternyata, hubungan itu melibatkan perasaan di antara mereka.


Dan saat ini, apa yang di tutupi Julian telah terkuak oleh ku sendiri.


Lalu bagaimana aku bisa tetap percaya dengan Julian.


🍁🍁🍁🍁🍁🍁


"Jen, kau mau kemana?" tanya Julian, ketika aku membuka kamar dan ia juga secara kebetulan akan masuk ke kamar kami.


"Aku akan tidur di kamar Louis." sahut ku. Yang kemudian aku segara ingin berlalu dari hadapannya.


Tapi ketika aku hendak berlalu dari hadapannya. Julian menarik tangan ku dan membawa ku kembali masuk ke dalam kamar.


Dan Julian langsung menutup pintu kamar kami. Kemudian dia mendorong ku pelan di balik pintu kamar.


"Jenna Shamanta, kau salah paham dengan apa yang kau pikirkan kan tentang diri ku. Aku minta maaf soal video itu. Aku tau aku salah dan tak seharusnya aku menyimpan nya. Tapi percayalah, aku tidak sering memutar video itu. Flashdisk itu hanya tergelak begitu saja di sana dan telah sekian lama aku tak membuangnya. Sorry sweet heart, kau hanya salah paham." jelas Julian pada ku, seraya memandang wajah ku lekat lekat.


"Lalu bagaimana dengan foto Vale yang ada di ponsel mu. Foto itu baru, dan kau sengaja mengambil gambar Valerie. Apa itu juga tak sengaja dan lupa." kata ku pada Julian. Sambil ku pandangi iris mata nya yang berwarna abu-abu terang itu.


Secara bersamaan ia juga menatap ku dengan dalam.


"Antara aku dan Valerie, kami memang punya hubungan emosional yang kuat. Maksud ku, aku memang peduli dengan Valerie. Bahkan rasa peduli ku sudah tumbuh untuk dirinya sejak kami pertama kali bertemu. Ada rasa iba yang tumbuh di dalam hati ku untuk dia. Suatu perasaan peduli dan sayang. Tapi peduli dan sayang itu bukan berarti aku mencintai dirinya. Aku lebih memaknai perasaan ku pada Vale seperti perasa sayang seorang kakak pada adiknya." ujarnya Julian, tapi aku tak percaya.


Mendengar itu hati ku kembali teriris. Julian tidak menyadari itu adalah perasaan suka.


"Kau menyukai Valerie, peduli, dan sayang. Itu nama kau mencintainya Julian." kata ku, sambil menatap mata Julian dengan tajam.


"Tapi bagi aku, itu bukan sebuah perasaan mencintai. Karena aku hanya mencintai mu Jen."


"Kau mencintai Vale tapi kau mengingkari perasaan mu sendiri." kata ku lagi dengan suara sedikit keras.


"Aku tidak mengingkarinya Jen. Aku memang menyakini itu bukan perasaan cinta." kilahnya lagi.

__ADS_1


"Mana ada seorang yang kau anggap adik tapi kau menyimpan Vidio intim di ruang kerja mu. Bahkan kau mengambil foto Vale baru baru ini. Kau mendustai ku Julian. Dan kau begitu lihai nya berdalih kau dekat dengan Vale dengan alasan karena Elenor. Tapi sebenarnya kau juga menikmati kebersamaan mu dengan kanguru mu itu kan. Bahkan dia saja punya pangilan special. Bagaimana aku bisa percaya jika kau tak mencintainya. Sorry Julian, aku tidak percaya dengan kata-kata mu." kata ku, yang kemudian aku segera berlalu dari hadapannya.


Malam ini aku tidak akan tidur di rajang kami. Terlalu sesak rasanya jika aku masih berada di ranjang yang sama dengan seseorang yang ternyata selama 5 tahun ini dia sendiri menyimpang perasaan untuk wanita lain.


__ADS_2