Rahim Bayaran Mr Julian Alexander

Rahim Bayaran Mr Julian Alexander
Kekecewaan Valerie


__ADS_3

Apa yang Mr sembunyikan dari ku, sergah Vale dalam hati.


"Jeff ikutin mobil itu jangan kehilangan jejak." Valerie memerintahkan sang sopir Jefri untuk mengikuti mobil yang di kendarai Julian bersama wanita itu.


Tiba-tiba di pertengahan jalan Vale berubah pikiran.


Mobilnya yang mewah dan terkesan sangat mencolok pasti akan sangat dengan mudah di kenalin oleh Julian. Oleh sebab itu, Vale punya ide untuk pindah mobil.


"Jeff, tepi kan mobilnya. Aku pakai taksi saja. Kau kembali ke Penthouse." perintah Vale, memerintahkan sang sopir untuk menepi, tempat di pinggir jalan.


"Siap non." ucap sang sopir patuh.


Kemudian, Vale buru buru keluar dari mobilnya dan kemudian menghentikan taksi yang ada tepat di belakangnya tadi.


Dengan perasaan yang sudah sangat penasaran. Valerie terus saja mengikuti kemanapun mobil Julian yang saat itu sedang melaju.


Dari dalam mobil taksi yang ia tumpangi, Valerie terus berpikir dan menebak-nepak siapa sekiranya wanita yang bersama dengan suami kontraknya itu.


Karena Julian tidak pernah bercerita tentang wanita lain.


Valerie kemudian teringat ingat beberapa waktu lalu Julian pernah mengatakan jika dia sudah tidak trauma lagi dan sudah tidak merasa sakit hati lagi soal perempuan.


Dan Vale berpikir, mungkin saja Julian saat ini benar sedang menjalin hubungan dengan seorang wanita selain dirinya.


Apakah hal itu membuat Valerie merasa sangat kecewa?


Tentu saja, Vale merasa sangat kecewa jika hal itu benar.

__ADS_1


Beberapa saat setelah Valerie mengikuti mobil Julian. Mobil itu kini berbelok ke sebuah rumah yang sangat megah dan mewah. Dan Vale berfikir, itu pasti Mension pribadi milik Julian.


Dengan jarak yang lumayan jauh, Valerie menyuruh sang sopir taksi untuk berhenti.


Dan dari tempatnya ia saat ini sedang mengintai Julian. Vale bisa melihat rumah mewah dengan pelataran yang sangat luas lengkap dengan air mancur yang ada di sana. Julian memberhentikan mobilnya tepat di halaman rumah nya di depan pintu masuk rumah.


Untung sekali gerbang rumah tersebut berupa teralis. Sehingga Valerie masih tetap bisa melihat dengan jelas Julian ketika itu turun dari mobil bersama dengan seorang wanita yang dia lihatnya tadi di gedung perkantoran Julian.


Lagi lagi, Julian memperlihatkan sikap yang sangat manis terhadap sang wanita itu.


Dia membukakan pintu dan juga menggandeng tangan si wanita tersebut. Bahkan Julian melayangkan ciuman ke pipi sang wanita itu, dan di balas kecupan yang sama ke pipi Julian.


Pandangan yang membuat hati Vale teriris.


Tidak ingin buru-buru meninggalkan tempat itu. Vale dengan penuh kesabaran tetap berada di tempat saat ini ia sedang mengintai suami kontraknya.


Akan tetapi di dalam hati dan pikirannya. Ia merasa sangat kecewa dan juga ada rasa amarah yang terpendam dalam hati.


Valerie POV


Setelah aku merendahkan diriku kepada dirimu seperti seorang pelacur. Kini aku mendapati diri mu bersama dengan seorang wanita lain


Bahkan kau mengajak wanita itu ke Mension pribadi mu Julian.


Sedangkan aku saja sebagai istri sah mu tidak pernah kau ajak ke kediaman pribadimu, yang selama ini menjadi tempat peristirahatan khusus untuk mu.


Sesampah itukah diri ku, serendah itukah kau menganggap aku.

__ADS_1


Pantas saja kau tidak bisa mencintai ku, karena mungkin aku hanyalah wanita murahan di benak mu.


Betapa bodohnya aku karena selama ini seperti seorang perempuan yang gatal menawarkan diri terhadap mu


Aku sudah bersikap seperti seorang wanita nakal terhadapmu. Meskipun aku adalah istri kontrak mu.


Aku menyesali semua yang sudah aku pernah lakukan untuk mu Julian.


Saat apa yang aku lakukan di kamar mandi terhadapmu saat itu. Aku bahkan sudah menjatuhkan harga diriku berkeping-keping seperti sebuah gelas yang telah aku sengaja hancurkan ke lantai.


Hancur berkeping keping, seperti itulah diriku saat itu. Merendahkan diriku terhadapmu cuma untuk bisa meraih kebahagiaan bersamamu meski aku tahu di saat pernikahan kita berakhir aku harus tetap pergi meninggalkan mu.


Jika aku mengetahui dirimu saat ini sudah jatuh hati kepada wanita lain. Aku tidak akan merendahkan diriku seperti sampah saat itu.


Kau benar-benar membuat diriku tidak berharga. Kau benar hanya memanfaatkan diriku untuk memproduksi bayi yang kuinginkan.


Aku paham dengan semua konsekuensi yang sejak awal aku setujui ini Julian.


Tapi aku tidak menyangka jika kau tega menduakan aku di saat aku sedang mengandung benih mu.


Padahal aku hanya minta untuk mu sama sama profesional dalam bisnis rahim bayaran ini.


Aku hanya ingin kau fokus pada ku dan memikirkan janin pesan mu ini.


Tapi kau malah bersenang-senang dengan wanita lain.


Kita masih berhubungan intim dan jika kau juga berhubungan intim dengan nya, itu hal yang sangat menjijikkan Julian.

__ADS_1


Dan aku tidak bisa terima itu, aku pasti akan membalas mu.


Isi hati Vale telah keluar 😁🔥


__ADS_2