
"Elle, ada sesuatu yang ingin mommy bicarakan dengan mu." ucap Valerie serius pada Elenor. Ketika mereka sedang berada di tempat tidur.
"Bicara saja Mommy, tentang apa?" tanya Elenor nampak penasaran.
"Ini tentang Uncle Dave." ucap Vale, sambil mengamati expresi wajah Elle, begitu Vale sengaja menyebutkan nama Dave.
"Ada apa dengan Uncle Dave?" tanya Elenor bigung.
"Bagaimana menurut Elle tentang Uncle Dave?" selidik Valerie pada putrinya.
"Dia orang yang baik. Meskipun sempat membuat Mommy sakit. Kata Mommy insiden itu bukan sepenuhnya kesalahan uncle Dave kan." ucap Elenor lembut sambil tiduran miring menghadap ke arah Mommynya.
"Iya sayang. Elle, Mommy dan uncle berencana untuk menikah. Apakah Elle setuju? Atau, apakah Elle keberatan jika Mommy menikah lagi?" tanya Valerie pada putrinya dengan kata kata selembut mungkin.
Elenor nampak terdiam. Dia terlihat sedikit bingung untuk menunjukan perasaanya.
"Jika Elle tidak menyetujui hubungan Mommy dan Uncle Dave tidak apa apa. Mommy hanya ingin mendengar pendapat Elenor tentang Uncle Dave." imbuh Valerie.
"Apa Mommy menyukai dan mencintai Uncle Dave?" tanya Elenor. Vale kemudian terdiam dan menatap wajah Elenor yang persis berada di hadapannya tanpa kedip.
"Yeah, sepertinya Mommy mencintai Uncle Dave."
"Jika Mommy menyukai Uncle Dave. Mommy bisa bersama Uncle." Tutur Elenor.
"Elle dukung Mommy." tanya Velerie ragu ragu.
"Ya," jawab Elle singkat
🍀🍀🍀🍀🍀🍀
"Jadi, kau akan menikah dengan Dave? Apa kau yakin." tanya Julian pada Valerie ketika mereka sedang berada di ruang tamu di rumah sederhana milik Vale.
"Ya, aku yakin. Aku akan menikah dengan Dave. Dan aku juga mendapatkan persetujuan dari Elenor. Aku sudah bicara dengan nya beberapa waktu lalu. Dia mengizinkan aku menikah lagi." tutur Valerie yang kala itu sedang mengobrol santai bersama Julian.
"Lalu bagaimana dengan sikap Dave ada Elle? Apa dia mau menerima Elenor. Menikah dengan mu berarti dia juga harus bisa menerima Elenor. Bukannya apa, Elenor hidup di antara diri mu dan diri ku. Aku hanya ingin dia nyaman. Jika bersama ku kan dia sudah menemukan kenyamanan. Dan Elle juga sudah menerima Jenna." ungkap Julian.
__ADS_1
"Apa maksud pembicaraan mu Julian? Kau pikir aku tidak memikirkan kenyamanan Elenor. Kau pikir aku menikah lagi hanya demi mengejar kesenangan ku semata?" desis Vale dengan pandangan tidak suka pada perkataan mantan suami kontraknya itu.
"Aku hanya tidak ingin kau bersama orang yang salah. Hidup mu sudah banyak mengalami hal sulit Valerie. Kau pantas hidup bahagia bersama dengan seseorang yang benar-benar mencintainya mu."
"Jangan ajari aku untuk memutuskan mana yang terbaik dan mana yang tidak baik untuk ku." ucap Vale tegas.
Dan kini, Valerie sudah mantap dan yakin jika ia akan menikah dengan Dave Enderson.
Ending 🙏🥰
#############
Yang penasaran dengan kisah rumah tangga Valerie bersama Dave bisa baca posesif love sang Billionaire ya
############
Promosi novel baru ya readers, ini kisah tentang perjalanan cinta Elenor ( anaknya Vale dan Julian)
Mendengar suara bisikan yang terdengar merdu di telinganya. Membuat Elenor kemudian mengerjabkan kedua matanya.
Dan kemudian Elenor menoleh ke arah Pria yang saat ini sudah duduk di sisinya, sambil mengelus rambut panjangnya.
"Hai," sapa Elenor dengan suara khas bangun tidur. Elenor kemudian bangkit dan terduduk di sisi Carlos.
"Sudah jam berapa sekarang?" tanya Elle. Carlos kemudian memeriksa jam tangan yang ada di pergelangan tangannya.
"Jam 12 lewat tiga puluh menit sayang." jawab Carlos, sambil mengelus elus lagi rambut Elenor yang panjang itu dari belakang.
"Aku harus pulang, sudah malam. Aku pikir kamu akan pulang cepat tadi. Makanya aku datang ke apartemen mu setelah aku dari kantor." ucap Elenor, sambil menatap wajah Pria yang sudah membuatnya jatuh cinta tersebut.
"Maaf kan aku, tadi aku sibuk dan tidak sempat untuk memberikan kamu kabar."
__ADS_1
"No Problem!" seru Elle.
"Kemarilah." ucap Carlos, yang kemudian menarik tubuh Elenor untuk bisa bersandar di dadanya.
"Aku kemari hanya untuk berduaan dengan mu My hubby. Pekerjaanku sangat banyak. Semua membuat aku pusing. Setelah Daddy ku memberikan aku jabatan penting di perusahaan, pekerjaanku menjadi lebih banyak dan aku kadang merasa tertekan dengan semua tagung jawaban ku." keluh Elenor.
Yang kini tepat di usia nya yang ke 23 tahun. Ia sudah mendapatkan jabatan penting di perusahaan Daddy nya.
"Tangung jawab itu adalah sebuah kepercayaan Elenor. Kau harus bisa menjalankannya. Daddy mu kan saat ini kan sedang tidak sehat. Perusahaan Julian Corp itu perusahaan yang sangat besar. Jika kau di percaya oleh Daddy mu untuk bisa memegang perusahaan itu. Itu karena Daddy mu percaya dengan mu. Dan kau tau, kau ini hebat. Masih muda tapi kau begitu jenius." puji Carlos.
Elenor yang saat itu bermanja-manja di pelukan Carlos kemudian menarik dirinya untuk bisa memandang wajah sang pujaan hati.
"Dan itu lah sebabnya, jika aku merasa lelah dengan aktivitas pekerjaan ku. Hanya diri mu yang bisa membuat rasa stress ku hilang. Bisa berduaan seperti ini saja sudah membuat ku tenang." ucap Elenor sambil tersenyum manis pada Carlos.
Menatap senyum manis di wajah Elenor membuat Carlos merasa hangat dan gemas.
"Kau manis sekali Elenor. Aku harus berterimakasih kepada Daddy dan Mommy mu. Karena telah melahirkan seorang anak gadis secantik kamu." puji Carlos sambil terus memandangi wajah putih berseri Elenor.
"Aku juga harus berterima kasih kepada orang tua mu. Karena mereka telah melahirkan seorang putra yang tampan dan sebaik kamu Carlos. Yang membuat aku menerjang semua aturan dan juga mendobrak semua kriteria calon kekasih yang pernah aku buat. Entah bagaimana bisa aku secinta ini dengan mu. Aku juga tidak tau. Bahkan aku harus merahasiakan hubungan kita ini dari keluarga ku." ungkap Elenor, berbicara sambil terus memandangi wajah tampan sang pujaan hati.
"Kita jalani saja hubungan ini Elle. Selagi kita sama sama nyaman. Kita jalani hubungan ini seperti air mengalir. Dan liat nanti, bagaimana hubungan ini akan berlanjut dan bermuara. Aku tidak mau memaksa mu. Dan aku juga tau, diri mu masih sangat muda. Aku tidak ingin buru-buru untuk mengikat mu dalam sebuah hubungan yang lebih serius. Aku ingin memberikan mu waktu, untuk tidak gegabah dan terburu-buru. Nikmati saja hubungan ini apa adanya. Yang penting kita bisa sama sama nyaman." Tutur Carlos.
Hati Elenor seolah olah terbang. Ketika mendengarkan perkataan Carlos.
"Itulah sebabnya aku mencintaimu hubby." ucap Elenor, yang kemudian ia merangsek kedalam dada bidang Carlos. Dan ia memeluk Carlos dengan begitu eratnya.
"Sayang sekali, aku hanya bisa menikmati pelukan mu saja. Aku bahkan belum mendapatkan ciuman dari mu."
"Bibir ku masih suci, belum ada satu laki laki pun yang menempel kan bibirnya ke bibir ku. Aku masih menjaga nya hubby. Jika aku sudah yakin dengan mu nanti. Kau akan mendapatkan my first kiss." tandas Elenor, yang masih menempelkan wajah nya di dada Carlos, dan memeluk dengan erat Pria beranak satu tersebut.
"Aku belum bisa memberikan sesuatu yang lebih untuk mu Elenor. Aku hanya bisa memberikan perhatian dan rasa peduli dengan mu. Kau tau aku juga sibuk. Dan aku juga harus memberikan putri kecil ku perhatian. Selain menjadi Ayah, aku juga menjadi seorang ibu untuk putri ku." ucap Carlos, yang berbicara sambil merengkuh Elenor di pelukannya.
"Aku belum berani menemui putri mu." sanggah Elenor.
"Tidak masalah, sudah aku katakan, kita nikmati dulu kebersamaan kita. Semuanya tidak perlu terburu-buru."
__ADS_1
Welcome back, selamat datang di novel ke enam ku, jangan lupa, like dan komentar 🙏🥰 ini adalah perjalanan kisah cinta Elenor Valencia Alexander. Anak Vale dan Julian