
Hari Sabtu ini Vale merasa sangat bahagia. Karena Elenor akan menghabiskan waktu bersamanya. Elenor rencananya akan menginap di rumah selama seminggu kedepan.
Vale yang saat itu sedang libur bekerja. Sengaja bagun pagi pagi sekali dan sibuk mempersiapkan kamar yang sudah ia disain khusus untuk sang putri.
Setelah selesai membersihkan kamar tidur yang akan di tempati Elenor. Vale kini menyibukkan diri berkutat di dapur untuk memasakan sesuatu yang spesial.
Rencananya, Julian akan mengantar Elenor setelah sarapan dari Mansion.
Vale yang saat itu belum sempat untuk berbelanja. Hanya bisa menemukan kentang dan juga ayam di freezer.
Vale pun berfikir untuk di apakan bahan bahan tersebut. Dan akhirnya Vale mendapatkan ide untuk memasak kentang dan juga ayam tersebut menjadi sebuah olahan.
M****ashed potato dan Chicken teriaki akhirnya menjadi pilihan Vale. Ia harap Elenor akan suka dengan Mashed potato dan juga Chicken teriaki yang ia masak.
Beberapa jam setelahnya, ketika Vale sedang sibuk memasak di dapur, deruan suara mobil milik Julian terdengar oleh Valerie.
"Elle ku datang." ucap Vale yang kemudian membuang apron (celemek untuk melindungi pakaian saat memasak) di atas meja.
Vale kemudian mencuci tangannya dan berlari menuju pintu ruang tamu. Vale tidak memperdulikan penampilannya ketika itu.
Tubuhnya berkeringat, wajahnya penuh peluh, bahkan cetakan keringat yang saat itu membahasi tubuh nya membuat bra yang ia kenakan tercetak jelas pada pakaian kemeja putih yang ia kenakan.
Julian datang tidak berdua saja dengan Elenor. Melainkan ia membawa serta putranya, Louis.
__ADS_1
"Hai Mommy," sapa Elenor, yang kemudian langsung menghambur dirinya ke dalam pelukan Vale yang sudah siap menyambutnya.
"Hai Elle, putri Mommy paling cantik. Sudah siap untuk satu Minggu ini tingal bersama Mommy." ucap Vale bersemangat, Elle pun menganggukkan kepalanya dan tersenyum manis.
"Mommy akan bacakan cerita untuk mu nanti. Ayo kita masuk, Mommy juga memasakkan sesuatu untuk mu." ucap Vale yang kemudian ia berdiri.
"Hai Louis," sapa Vale sambil menyentuh lengan Louis.
"Hai Onty Vale." sapa Louis ramah.
"Kau tampan sekali." puji Vale pada Louis.
"Seperti Papanya." gurau Julian. Vale hanya menaikan kedua alisnya saat Julian mulai bercanda.
"Apa kau mau masuk dulu." tanya Vale.
Mereka pun akhirnya masuk. Saat mereka masuk Vale langsung mengambilkan air putih untuk Louis. Dan setelah itu, Vale menunjukan kamar yang ia desain khusus untuk Elenor.
Begitu Elenor memasuki kamar baru nya di rumah Mommy nya. Ia nampak begitu menyukai kamarnya tersebut.
"Mommy ini kamar yang indah. Terimakasih Mom." ucap Elle para Vale.
Elenor dan Louis pun kemudian sibuk dengan semua isi di kamar tersebut. Mereka nampak antusias dengan beberapa buku cerita yang sudah Vale susunan di rak kecil di samping tempat tidur Elle.
__ADS_1
Elle yang juga sangat akrab dengan Louis nampak terlihat sayang dengan adik nya tersebut.
Vale dan Julian yang saat itu berada di sisi pintu hanya bisa tersenyum manis melihat anak anak mereka.
"Apa kau sengaja memakai pakaian yang tipis seperti itu. Wajah mu lusuh penuh keringat dan baju yang kau kenakan basah. Sampai sampai aku bisa melihat warna merah bra mu." ujar Julian yang mengomentari penampilan Vale saat itu.
Vale pun seketika langsung menutupi kedua pa yu dara nya dengan kedua tangannya.
Dan tak banyak bicara ia pun langsung melesat pergi dari kamar Elle. Ia tidak ingin penampilannya saat itu di perhatikan lebih lama oleh Julian.
Sibuk memasak sampai sampai ia tidak menyadari jika penampilannya saat itu benar-benar buruk.
Julian kemudian tersenyum tipis saat melihat penampilan Vale tadi.
🍁🍁🍁🍁🍁🍁
Julian tidak berlama-lama di rumah Vale.
Beberapa saat kemudian ia pamit untuk pulang bersama Louis.
"Besok pagi pagi sekali bersiaplah untuk pergi ke Bogor. Aku hanya ada waktu besok untuk mengajak mu meninjau lokasi villa. Nanti kamu akan bertemu dengan manager perusahaan ku di sana. Karena aku dan Jenna Senin nya ada meeting keluar kota. Sekalian siapkan keperluan Elenor. Kita ajak dia sekalian untuk jalan jalan. Ada kebun binatang di sekitaran tempat pembangunan villa. Selama ini dia belum pernah jalan jalan bersama kedua orang tua nya dengan lengkap. Meskipun kita tidak bersama, bukan berarti Elenor kehilangan momen bisa bahagia dengan kedua orangtuanya."
"Oke, aku akan siapkan keperluan Elenor." ucap Vale.
__ADS_1
"Elle, Papa pulang dulu ya. Be happy with Mommy." ucap Julian berpamitan dengan Elenor.
"Iya Papa." jawab Elenor sambil memberikan pelukan hangat untuk sang Papa yang sangat ia sayangi.