
"Oke, jika seumpamanya Mr membatalkan perjanjian kontrak pernikahan kita secara sepihak. Seperti yang Mr pikir, akan dengan sangat senang hati aku akan menerimanya Mr. Hanya orang bodoh yang tidak mau membatalkan perjanjian kontrak, sedangkan dia mendapatkan semua kompensasi yang akan dia dapat kan." balas Vale lugas.
Dan perkataan Valerie pun cukup membuat Julian puas, dan dia pun tersenyum.
Dalam hati Julian merasa lega jika perumpamaannya menjadi kenyataan. Dirinya bisa terbebas dari pernikahan kontraknya dengan Valeri dengan memberikan kompensasi yang ia janjikan untuk wanita muda itu.
Dan, dia bisa dengan sangat tenang menikahi Jenna secara hukum dan sah.
Nantinya, jika dia bener benar bisa membatalkan perjanjian pernikahan kontraknya dengan Valerie.
"Sepertinya Mr berubah pikiran!"
"Berubah pikiran tentang apa?" tanya Julian.
"Tentang tawaran rahim bayaran yang Mr berikan untuk ku." tebak Vale.
"Aku tidak berubah pikiran Valerie, aku hanya berpikir seumpamanya. Terkadang sesuatu yang kita harapkan, tidak berjalan seperti apa yang kita inginkan. Dan aku harus punya opsi untuk hal lain. Opsi selalu aku terapkan dalam cara berpikir ku."
"Pastinya semua orang punya opsi Mr." jawab Vale.
"Aneh saja, beberapa waktu lalu Mr selalu bersemangat untuk membuat aku cepat hamil. Bahkan aku harus makan makanan yang bergizi agar calon anak mu nanti sehat. Sekarang Mr berharap aku tidak hamil begitu." tebak Vale.
Julian pun terperangah mendengar tebakan Valerie. Meskipun tebakan Vale memang yang ia inginkan. Akan tetapi Julian tidak akan mengatakan hal itu. Karena dia masih belum yakin dengan situasi yang terjadi saat ini.
"Sebaiknya kita naik ke atas, kita tidur." ajak Julian yang kemudian berinsut dari kursi.
Dan Vale pun akhirnya mengikuti Julian yang kini berjalan menaiki anak tangga menuju kamar.
Dan sesampainya mereka di kamar. Julian seperti biasa membersihkan diri dan berganti baju untuk tidur.
Valerie pun juga mengganti pakaiannya. Dan dia sengaja memakai baju tidur dengan potongan yang terbuka, menantang, dan seksi seperti biasanya.
Sama-sama mendekati tempat tidur, mereka langsung merebahkan diri ke tempat tidur. Julian menyerukan kedua kakinya di bawah selimut dan kemudian memejamkan matanya.
Valerie yang memperhatikan Julian tiduran merasakan sesuatu yang membuatnya tenang bila wangi tubuh Julian berada di sekitarnya.
Dan pikiran nakal Vale langsung berkelana membayangkan di mana dia dan Julian pernah melakukan hubungan intim di kolam renang dan di kamar mandi penuh dengan gairah yang sama-sama meledak.
Tak tahan dengan pesona sempurna Julian Alexander. Vale langsung bergerak merangsek kan dirinya menempel erat pada suami kontraknya itu.
__ADS_1
Valerie tidak ingin membuang kesempatan untuk bisa bermanja-manja dan bersikap nakal pada Julian. Kerena hal itu lah yang membuat dia bisa bahagia saat ini.
"Sebenarnya apa yang membuat mu tidak tertarik denganku Mr. Apa aku samasekali tidak menarik ya." tutur Vale. Yang saat itu seperti biasa sekali merebahkan kepala di dada telanjang Julian.
"Kamu cantik, pintar dan juga cerdas. Tidak ada yang tidak akan tertarik denganmu Vale." ujar Julian seperti biasa sambil memejamkan matanya.
'Tapi sayangnya Mr tidak tertarik denganku."
"Aku bukannya tidak tertarik denganmu. Kau menarik, hanya saja perasaan dan cinta kan tidak bisa dipaksakan Vale. Apalagi dalam menjalankan sebuah komitmen serius. Dalam sebuah komitmen pernikahan misalnya, kita harus saling mencintai satu sama lain. Agar kita menjalani hubungan pernikahan merasakan kenikmatan dan kebahagiaan. Bayangan jika kita misal tidak saling mencintai. Pasti akan terasa hambar. Belum lagi komitmen pernikahan kan tujuannya sekali seumur hidup." jelas julian secara gamblang.
"Sayang ya untuk hubungan kita." ucap Vale dengan nada lemah.
Julian kemudian membuka matanya, lalu ia memiringkan tubuhnya. Memandangi istri kontraknya dengan intens.
"Aku memilihmu hanya untuk bisnis kita. Ingat itu Vale ku. Hubungan pernikahan kontrak kita meskipun sah secara hukum, kita hanya menikah kontrak karena aku menginginkan anak dari mu. Setelah kontrak kita selesai, aku akan bayar mu dengan uang kompensasi yang sudah kita sepakati. Aku memberi mu uang dan aku mendapatkan anak dari mu, kita sudah deal."
"Ia Mr, aku paham. Dan kau tau, sebenarnya aku tidak hanya menjadi rahim bayaran tapi aku sudah seperti, wanita bayaran untuk Mr. Kau puas juga kan dengan cara ku melayani mu." goda Vale yang kemudian menangkup wajah julian dengan kedua tangannya.
"Jangan mulai Vale." ucap julian sambil menurunkan tangan Vale yang sudah membelai wajahnya.
Antara penolakan Julian, dan godaan Valerie, siapakah yang akan menang?
Valerie lah yang menang. Dia berhasil menggoda Julian dan akhirnya merekapun olahraga dahulu sebelum tidur. 😅
🍁🍁🍁🍁
Berada di ruang kantornya, Julian merasa tidak konsentrasi saat itu.
Percakapannya dengan Valerie semalam membuat dia berpikir. Di tambah lagi dengan pertemuannya dengan calon mertua kemarin. Yang sudah ia janjikan, bila dia akan menikahi Jenna secepatnya.
Kapan pernikahan itu akan dilangsungkan semua menuggu kepastian dari dirinya.
Dan oleh sebab itu, dia sudah harus punya jawaban untuk memberikan ketegasan. Akan tetapi urusannya dengan Valeri belum menemukan titik terang.
Hal itulah yang kini membuat Julian berpikir sangat keras. Di lain sisi, dia berharap Valerie tidak mengandung benihnya. Maka dia bisa melepaskan Valerie dan kemudian menikahi Jenna.
Di lain sisi lagi, Julian takut seumpamanya Valerie benar hamil. Otomatis dia pun tidak bisa menikahi Jenna saat ini. Karena terhalang dokumen pernikahan yang sah antara dia dan juga Valerie.
__ADS_1
Semakin memikirkan hal itu semakin membuat kalian merasa resah.
Julian kemudian mengambil ponselnya dari balik jasnya. Lalu ia menghubungi seseorang.
Julian menghubungi pengacara pribadinya. Dia ingin berkonsultasi masalah hukum dengan pengacaranya itu.
Siang itu, sang pengacara pribadi Julian, William tiba di kantor Julian Corp untuk keperluan diskusi penting.
Julian ingin bertanya berbagai macam hal, mengenai pernikahan kontraknya dengan Vale yang sah secara hukum. Dan ingin bertanya pada Wiliam bisa atau tidaknya dia menikahi Jenna dengan statusnya yang saat ini sudah menikah.
Dan akhirnya, William pun menjelaskan semuanya pada Julian.
Wiliam memberikan penjelasan kepada Julian secara gamblang dan terang mengenai semua hal yang berkaitan dengan hukum pernikahannya dengan Valeri.
"Meskipun anda menikah secara kontrak dengan nona Valerie. Dokumen-dokumen anda tidak bisa digunakan untuk bisa mengurus pernikahan anda dengan nona Jenna" terang William pada Julian.
"Karena Negara kita tidak bisa mengakui dua pernikahan secara hukum dalam sekaligus."
"Jika anda ingin menikah lagi, itu hanya bisa dilakukan dengan cara pernikahan di bawah tangan, atau dengan istilah poligami." imbuh William.
"Tapi karena istri anda yang sekarang adalah istri kontrak. Dan dia menyadari hal itu, bisa saja kita membuat sebuah perjanjian dengan nona Valerie."
"Maksud mu Will?" tanya Julian tidak paham.
"Bicaralah dengan baik baik pada nona Valerie, bahwa anda ingin menikah lagi. Dan aku akan membuat sebuah surat perjanjian yang di mana di sana nona Valerie memberikan izin pada anda untuk berpoligami. Dengan dalih memberikan izin untuk ada menikah lagi. Itu akan memudahkan anda untuk merubah status pernikahan poligami dengan nona Jenna menjadi legal setelah anda nanti bercerai dengan nona Vale. Surat kuasa yang di tandai tanganin oleh nona Valerie yang telah mengizinkan anda berpoligami akan mempermudah semuanya. Dan anda bisa menjalani dua pernikahan dengan tenang secara hukum dan tentunya dengan cara yang sama sama saling menyepakati."
Dan penjelasan dari William pun sangat Julian bisa pahami.
Tapi masalahnya tidak sesederhana itu.
Apakah Vale mau memberikan keterangan setuju bila Julian akan menikah lagi?
Lalu apakah Jenna akan terima dengan kenyataan bahwa sebenarnya Julian telah menikah, meskipun menikah kontrak?
Valerie Florencia
Apa yang akan terjadi selanjutnya, see you next bab 🥰🤗🙏♥️
__ADS_1