Rahim Bayaran Mr Julian Alexander

Rahim Bayaran Mr Julian Alexander
Season 2 New life begins : Kembali ke Indonesia


__ADS_3

Munich Jerman


Tak terasa sudah 5 tahun lamanya Valerie berada di Jerman. Menempuh pendidikan lewat beasiswa yang ia dapatkan untuk mendapatkan gelar S1 dan S2.


Selama 4 tahun terakhir ini, Vale telah berhasil menyelesaikan pendidikannya. Ia berjuang dan belajar dengan keras untuk dapat bisa nilai yang memuaskan.


Dan selama setahun seusia ia lulus S2 nya, Vale mencoba untuk melamar pekerjaan di Munich. Ia ingin menjajal kemampuannya untuk bekerja di perusahaan asing.


Dan ternyata, usahanya saat itu berhasil. Lamaran pekerjaan nya di terima.


Vale sengaja ingin merasakan pengalaman bekerja di Jerman. Dan akhirnya, di sebuah perusahaan yang bergerak di bidang teknologi yang berada di Munich, Vale bekerja kurang lebih satu tahun di perusahaan tersebut.


Berbagai pengalaman dan experience pun Vale dapatkan saat itu.


Saat sudah mendapatkan pengalaman kerja di negeri orang. Vale memutuskan untuk kembali ke Indonesia. Bayang bayang wajah Elenor sudah sangat menghantui Vale. Rasa rindu untuk segera bisa memeluk sang putri rupanya sudah kian tak tertahankan.


Vale sudah siap untuk memulai kehidupan baru nya dengan berani untuk berdiri di harapan sang putri, Elenor.


Dan pada hari itu, Vale yang sudah berada di bandara Munchen airport sudah siap untuk terbang kembali Indonesia.


Rencananya, sesampainya Vale di Indonesia, ia akan mencari tempat kost untuk sementara.


Karena untuk membeli sebuah apartemen. Saat ini uangnya belum mencukupi. Jadi Vale pun harus sedikit bersabar.


Vale sudah berfikir untuk mencari pekerjaan setibanya ia di Indonesia.


Sebelum ia kembali ke Indonesia, Vale jauh jauh hari sudah melamar pekerjaan lewat internet.


Dan, sudah ada beberapa perusahaan yang sudah menerima lamarannya. Vale hanya perlu interview.


Bekerja dan mendapatkan uang adalah satu hal tujuan utama yang Vale fokuskan.


Ia harus punya tempat tinggal yang layak dan juga harus punya pekerjaan yang tetap jika ia ingin kembali di hadapan Elenor, putrinya.


Dia tidak ingin menempatkan Elenor ada situasi yang buruk dalam hal tempat tinggal dan materi.


Saat ini Vale sudah mempunyai tabungan dan dia pun juga telah siap untuk bekerja.


Vale berangan-angan untuk bisa membeli sebuah apartemen yang layak untuk di tempati dirinya dan juga putrinya.

__ADS_1


Vale akan menyiapkan sebuah kamar khusus untuk sang putri jika Elenor akan bersama dirinya nanti.


Yang ada di hati dan pikiran Valerie saat ini hanya Elenor dan Elenor, tidak ada lagi nama Julian yang membuat hati nya merindukan pria itu.


🍁🍁🍁🍁🍁


Kini Elenor sudah berusia 5 tahun. Dan sudah bersekolah di sebuah Playgroup bersama dengan Louis.


Julian dan Jenna sama-sama sangat menyayangi ke dua anak mereka.


Jenna meski hanya sebagai seorang ibu sambung, ia tidak membedakan rasa sayangnya terhadap anaknya sendiri Louis terhadap Elenor.


Hal itulah yang membuat Julian semakin mencintainya Jenna.


Karena dia telah menerima putrinya dari hasil hubungannya dengan Vale dan memperlakukannya dengan baik seperti putrinya sendiri.


Pagi itu, mereka sedang bersarapan bersama-sama. Julian duduk di kursi makan kebesarannya dan Jenna duduk di samping kiri Julian. Sedangkan Elenor dan Louis duduk bersebelahan di sisi kanan.


Selalu terjadi keriuhan dan keceriaan di meja makan. Biasanya, seusai sarapan bersama, jika waktunya memungkinkan Julian dan juga Jenna akan mengantarkan anak anak mereka untuk pergi ke sekolah.


Jika mereka sibuk dan tak ada waktu, anak anak mereka akan di antar sopir dan juga dua asisten khusus babysister yang akan mendampingi Elenor dan juga Louis.


Melainkan mereka sekarang sudah punya kamar sendiri sendiri.


Dan pada malam itu, Julian yang sedang berada di kamar Elenor seperti biasa membacakan cerita untuk sang putri.


Saat Julian sedang membacakan cerita, tiba tiba saja Elenor bertanya pada Julian sebuah pertanyaan yang membuat Julian kaget.


"Papa, kapan aku bisa melihat Mommy. Kata Papa, Mommy saat ini sedang berada di suatu tempat yang jauh." ungkap Elenor, yang entah kenapa ia tiba-tiba menanyakan Mommy nya, Valerie.


"Aku ingin bertemu Mommy Papa!" seru Elenor.


Sejak lahir dan beranjak dewasa, Julian memang sudah memberitahu Elenor, jika Mommy nya yang asli bukanlah Jenna, melainkan Velerie.


Hal itu Julian dilakukan karena ia sudah berjanji kepada Vale untuk tidak mematikan nama Valerie sebagai ibu kandungnya.


Julian selalu bercerita pada Elenor jika Mommy nya saat ini berada di tempat yang jauh, yang juga sangat menyanyi Elenor.


Dan Julian juga selalu memberi tau Elenor jika suatu saat Mommy Vale pasti akan menjenguk nya.

__ADS_1


Dan akhirnya, pada malam itu Elenor bertanya pada Julian tentang kapan ia bisa bertemu dengan Mommy nya, Valerie.


"Aku ingin bertemu dengan Mommy Papa." ucap lagi Elenor pada Julian.


"Suatu saat, pasti Elenor akan bertemu dengan Mommy. Hanya saja, Papa tidak tahu kapan itu akan terjadi. Papa yakin, suatu saat, pasti Mommy akan datang menemani Elenor." ucap Julian lembut.


"Mommy itu seperti apa Papa." tanya Elenor.


"Kau selalu mengulang pertanyaan itu Elenor." sahut Julian.


"Aku ingin Papa bercerita tentang Mommy!" seru Elenor.


Dengan menghela nafas panjang, Julian pun kembali menceritakan tentang Valerie pada sang putri.


"Mommy Valerie adalah seorang wanita yang sangat cantik."


"Secantik Elenor?" tanya Elenor menyela. Dan Julian pun terkekeh.


"Iya, Mommy Vale secantik Elenor. Mommy Vale adalah seorang wanita yang luar biasa. Dia sangat mencintai Elenor. Mommy pergi karena ada suatu hal yang harus Mommy kerjakan. Oleh sebab itu, Mommy berada jauh dari Elenor saat ini. Jadi kamu jangan khawatir, Mommy pasti akan datang suatu saat di harapan Elenor."


"Kenapa Papa tidak bersama Mommy?"


Dan pertanyaan Elenor pun membuat Julian tercenang.


"Ada suatu hal yang tidak bisa Papa ungkapkan Elenor. Ini urusan orang dewasa, kau tidak akan mengerti."


"Apakah Mommy orang yang jahat? Sehingga Papa tidak mau bersama dengan mommy." ungkap Elenor dengan polos.


"Bukan sayang, Mommy tidak jahat. Mommy justru orang baik."


"Sebaik Mama Jenna!" seru Elenor.


"Iya, Mommy sebaik Mama Jenna. Sudah ya, sudah malam, Elenor harus tidur."


Dan setelah itu, Julian yang masih setia membacakan dongeng untuk Elenor pun lambat lain kini Elenor tertidur. Setelah Elenor sudah benar-benar pulas, Julian kemudian bergerak perlahan dari rajang sang putri kecilnya.


Setelah selesai menidurkan Elenor, Julian kemudian langsung bergegas ke kamarnya. Dan di sana, Jenna juga sudah nampak terlelap di tempat tidur. Sejenak Julian memperhatikan wajah Jenna yang tertidur pulas itu.


"Terimakasih Jen, sudah menjadi ibu yang baik untuk Elenor. Bahkan kau tak ragu ragu untuk menceritakan tentang Valerie pada Elenor." ucap Julian dalam hati. Lalu ia melabuhkan satu kecupan manis di kening Jenna. Setelah itu, Julian pergi meninggalkan kamarnya dan berjalan ke ruang kerjanya.

__ADS_1


__ADS_2