Rahim Bayaran Mr Julian Alexander

Rahim Bayaran Mr Julian Alexander
Cek kandungan & Kekecewaan Jenna


__ADS_3

Sesampainya mereka di sebuah rumah sakit. Julian langsung menuju ruang praktek sang dokter kandungan yang sudah Julian booking sebelumnya.


Tidak perlu menunggu dengan antri, secara eksklusif Valerie masuk ke dalam ruangan praktek sang dokter.


Valerie diperiksa oleh dokter kandungan wanita dengan sangat teliti.


Dan lewat layar monitor, sang dokter menunjukkan visual janin mereka kepada Julian dan juga Valerie.


Dengan menempelkan sebuah alat USG transducer ke permukaan perut Valerie. Sang dokter mencoba untuk meneliti dan mempelajari dengan seksama keadaan janin yang ada di rahim Valerie.


Valerie dan juga Julian pun bisa melihat anak mereka lewat layar monitor di sana.


"Lihatlah, bayinya sangat sehat. Kira-kira beratnya sudah sekitar 1700 gram. Dia sangat aktif, dan juga sangat sehat." tukas sang dokter menjelaskan.


"Apa jenis kelaminnya dokter?" tanya Julian tidak sabaran.


"Tunggu ya, aku akan memeriksa di bagian alat vital nya." kemudian sang dokter pun kembali mengecek.


"Sepertinya, anak kalian berjenis kelamin perempuan. Jenis kelaminnya sudah bisa terlihat dengan jelas, 90 persen kemungkinan anak kalian berjenis kelamin perempuan. Selamat ya." ucap sang dokter.


Begitu mendengar bahwa janin yang ada di perutnya berjenis kelamin perempuan. Hal itu membuat hati Valerie merasa hangat.


Hatinya di liputi rasa bahagia dan bangga. Ia merasa sangat bahagia anaknya berjenis kelamin perempuan.


"Selamat Vale, dia perempuan. Pasti akan secantik dirimu." puji Julian.


Dan Vale pun tersenyum penuh haru ketika itu.


"Selamat untuk mu juga Mr." jawab Vale. Dan tanpa mereka sadari, mereka kala itu saling bergengaman tangan dengan erat, bahkan Julian mencium tangan Valerie.


Setelah selesai diperiksa, Julian membantu Valerie untuk turun dari atas tempat tidur.

__ADS_1


Kemudian mereka duduk bersampingan untuk berkonsultasi lebih lanjut tentang kehamilan Valerie.


"Aku ingin menanyakan, sebaiknya proses persalinan seperti apa yang baik untuk Valerie." tanya Julian pada sang dokter kala itu.


"Karena ini anak pertama dan pengalaman pertama. Mungkin untuk proses melahirkan semua tergantung pilihan Nyonya Valerie. Mau nya Nyonya Valerie ingin melahirkan secara normal atau kah secara Cesar?"


Vale kemudian menoleh ke arah Julian.


"Sebaiknya secara apa?" tanya balik Vale, karena ia masih bigung.


"Seperti yang sudah aku beri tau tadi di mobil Vale. Tapi terserah kau, kau yang akan menjalani proses nya." jawab Julian.


"Jika anda menginginkan melahirkan dengan cara normal, nanti akan saya memberikan tips-tipsnya. Dan jika Anda ingin melahirkan secara caesar pun juga saya akan memeriksanya dengan baik. Semua terserah Nyonya Valerie. Mau melahirkan dengan cara cesar ataukah dengan cara normal."


"Kalau dengan cara cesar itu seperti apa?" tanya Vale.


Sang dokter pun akhirnya menjelaskan tentang proses-proses persalinan secara normal maupun secara sesar dengan detail kepada Valerie.


"Kau yakin ingin melahirkan secara normal." tanya Julian memastikan.


"Aku yakin." Jawab Vale mantap.


"Baiklah, nanti jika kandungan anda sudah memasuki 8 bulan keatas. Anda harus sering-sering check up. Supaya nanti saya bisa menganalisanya." imbuh sang dokter.


"Karena anda memutuskan untuk melahirkan secara normal. Tips berhubungan intim sangat bagus untuk membantu proses persalinan bisa lebih mudah Nyonya Valerie." seru sang dokter.


Dan seketika Valerie melayangkan pandangan mata tajam kearah Julian. Sedangkan Julian sendiri nampak menyeringai puas.


"Ketika mendekati HPL, atau hari prediksi lahir. Kalian bisa melakukan hubungan seksual. Hubungan seksual aman dan bisa dilakukan selama kondisi ibu hamil tidak dalam masalah. Hubungan intim bisa di katakan sebagai cara alami induksi. Sehingga akan membuat pembukaannya bisa lebih mudah nantinya. Karena bisa membuka dinding rahim. Jadi, jika kalian melakukan itu jelang jelang persalinan kenapa tidak. Kegiatan itu juga bisa menambah semangat dan motifasi ibu hamil. Perasaan bahagia dan kesiapan mental jelang persalinan itu sangat penting untuk di jaga." jelas sangat dokter pada Valerie dan Julian yang kala itu nampak seksama mendengarkan penuturan sang dokter.


Setelah selesai dari dokter, Julian mengantarkan Valerie kembali ke penthouse.

__ADS_1


"Aku akan naik ke atas, dan tidur. Hari ini rasanya sangat lelah sekali." ucap Valerie kepada Julian.


"Beristirahatlah, aku masih ingin di sini. Hati-hati naik tangganya." ucap Julian perhatian.


Valerie kemudian langsung naik ke lantai atas ke kamarnya.


Vale ingin merebahkan tubuhnya ke tempat tidur, karena hari itu baginya sangat melelahkan.


🍁🍁🍁🍁🍁🍁


Apartemen


"Maafkan Jenna ya Ma, sudah mengecewakan Mama. Jenna minta maaf karena telah membuat Mama jadi memikirkan ini." ucap tulus Jenna pada Mama nya, yang merasa telah membuat Mama nya kini kepikiran tentang hubungannya dengan Julian.


"Sudah jangan di pikirkan, justru Mama yang memikirkan kamu. Jangan khawatirkan tentang Mama. Ini semua bukan kesalahanmu Jen, tapi kesalahan Julian." ungkap Reina.


"Mama merasa dibohongi oleh semua ucapan-ucapan Julian kala itu. Justru Mama merasa bersalah sama kamu Jen. Karena Mama yang mendukungmu dan memberikan restu serta mendorongmu untuk menerima pinangan Julian kala itu. Dan Mama benar-benar tidak tahu jika ternyata Julian telah memiliki istri. Meskipun mereka itu menikah kontrak, tapi bagi Mama itu sama saja. Mau menikah kontrak ataupun tidak, tetap Julian telah memiliki istri sah."


"Oleh sebab itu Ma, Jenna tidak bisa menerima kenyataan ini. Aku memimpikan memiliki sebuah rumah tangga yang harmonis, yang sehat, yang saling percaya dan jujur. Tapi ternyata selama ini aku sudah dibodohi oleh cinta buta ku terhadap Julian. Dan dia dengan mudahnya membohongiku." ujar Jenna merutuki keputusannya yang mau di nikahi siri oleh Julian.


"Mama pasti akan membuat perhitungan dengan Julian. Masalah ini sangat serius, dan ini menyangkut harga dirimu. Dan Mama tidak terima itu nak. Mama akan bilang kepada Julian tentang masalah ini."


"Lalu apa keputusan mu nak. Apakah kamu sudah punya keputusan untuk masalah ini?" tanya sang Mama.


"Jenna sudah membuat keputusan Ma."


"Mama serahkan semua keputusan di tangan mu. Ambillah keputusan yang menurut kamu terbaik. Mama tidak akan intervensi." ucap Reina, yang menyerahkan segala keputusan pada sang putri.


jangan lupa mampir ke cerita ku yang baru ya 🙏♥️


__ADS_1


__ADS_2