
Pagi itu Vale terbangun dari tidurnya sedikit kesiangan. Dengan sangat terburu-buru dia langsung menuju dapur mencari sarapan apa saja yang bisa ia temui.
Saat Vale sedang menikmati sarapannya. Seseorang menghubunginya.
Sambil menikmati sarapannya di meja makan. Vale menjawab telpon dari rekan kerjanya. Rekan kerjanya memberitahu kepada Vale bahwa pada hari ini ia ada meeting bersama klien penting perusahaan.
Dan sorenya, ia juga harus menemui Jenna Shamanta untuk membicarakan hal penting soal kerja sama di kantor Julian Corp.
Setelah Vale siap untuk berangkat bekerja. Ia langsung bergegas keluar dari rumahnya dengan sedikit berlari menuju sebuah taksi yang sudah menunggunya di halaman rumah.
Setelah berada di dalam mobil taksi yang akan membawanya ke kantor. Vale baru merasa tenang.
Sesampainya di kantor, Vale langsung bergegas ke meja kerjanya dan bersiap untuk beraktivitas.
🍁🍁🍁🍁🍁
Sementara itu, Jenna yang seharian ini berada di rumah mengantarkan anak-anak ke sekolah.
Tidak hanya mengantarkan Louis dan Elenor ke sekolah pagi itu, Jenna juga menjemput mereka di siang harinya.
Setelah anak anak pulang, Jenna mengajak Elle dan dan juga Louis untuk membuat kue di dapur.
Elle dan Louis pun nampak bersemangat membuat kue bersama sang Mama.
Setelah kuenya jadi, mereka kemudian menikmati kue itu bersama-sama di meja makan.
Jenna sengaja menciptakan moment kebersamaan antara dirinya, Elle dan juga sang putera.
Hal itu ia lakukan agar ia tidak terlalu larut dalam pikirannya memikirkan tentang hubungannya dengan Julian yang sedang tegang.
Setelah puas menikmati kue yang mereka buat bersama. Jenna mengajak anak anak untuk ke kamar. Dan di dalam kamar, Jenna membiarkan Elle dan Louis bermain bersama.
Sambil duduk bersandar pada headbord tempat tidur, Jenna mengamati keseruan adik kakak itu yang sedang asik bermain.
Jenna mengakui, baik Elenor dan juga Louis memang punya rasa keakrabpan yang begitu dekat. Seolah mereka tidak bisa di pisahkan satu sama lain.
"Elle," pangil Jenna pada Elenor.
"Iya Ma." Jawab Elenor pada Jenna, saat Mama nya itu memanggilnya.
Jenna kemudian turun dari ranjang dan dudukan bersila di lantai sambil meraih tangan Elenor.
__ADS_1
"Elle, Mama Jenna akan mengajak Louis pergi untuk beberapa hari meninggalkan Mansion. Bukannya Mama tidak mau ajak Elle. Tapi kan Elle ada Daddy dan juga Mommy Vale. Jadi, Elle tunggu Daddy saja di rumah ya. Atau jika tidak, Elle bisa menelpon Mommy Vale agar Mommy mu menjemput mu. Kau bisa tingal di rumah Mommy mu."
"Mama memang nya mau kemana?" tanya Elenor.
"Mama Jenna akan menginap di apartemen Oma nya Louis. Jika Mama ajak Elle, nanti Daddy dan Mommy Vale pasti akan mencari Elle. Makanya lebih baik Elle tidak usah ikut. Setelah ini, Mama dan Louis akan pergi. Elle bisa tunggu Daddy di rumah atau jika tidak, Elenor bisa menghabiskan waktu bersama Mommy Vale di rumah Mommy Vale, Elenor paham," jelas Jenna dengan lembut.
"Ya, Mama, Elle paham. Jangan pergi lama lama. Aku pasti akan kangen Louis." ujar Elenor, Jenna tak menjawab ia hanya bisa menganggukkan kepalanya dan tersenyum manis pada Elenor.
Jenna kemudian meraih tubuh Elenor dan memeluknya.
Meskipun ia bersitegang dengan Julian dan juga Vale, Jenna sadar. Elenor tetap tidak tau apa apa dan ia tidak pantas jika dirinya juga harus kesal dengan Elenor.
Setelah pamitan pada Elle, Jenna kemudian mengajak Louis untuk pergi meninggalkan Mansion.
"Julian, sebelumnya aku minta maaf, aku meningalkan Mansion. Aku akan pulang ke apartemen. Untuk sementara, biarkan aku dan Louis tingal di apartemen. Aku hanya ingin menenangkan pikiran ku saja. Jika kau kangen dengan Louis, kau bisa datang ke apartemen." Jenna menuliskan pesan untuk Julian.
Setelah menuliskan pesan itu pada Julian, Jenna langsung bergegas ke mobilnya yang terparkir di garasi.
"Mama aku tidak mau pergi. Aku ingin bersama Papa dan Kakak Elle." rengek Louis.
"Louis masih bisa bertemu dengan Papa dan juga kakak Elle. Menurutlah sama Mama Louis, ayo naik ke mobil. Mama hanya ajak kamu ke apartemen Oma."
Setelah itu, Jenna langsung bergegas masuk ke kursi kemudi dan ia mengendarai mobil nya meningalkan Mansion untuk menuju apartemen.
🍁🍁🍁🍁🍁
"Mom," pangil Elle pada Valerie, begitu sambungan telepon nya tersambung.
Vale yang saat itu berada di kantor sangat terkejut saat mendapat panggilan telepon dari Elle.
"Elle, tumben menelpon Mommy. Ada apa sayang?" tanya Vale yang kemudian ia fokus untuk menerima panggilan telepon dari putri nya.
"Elle mau sama Mommy. Elle mau tingal sama Mommy." ucap Elenor dengan nada bergetar.
"Oke, tentu saja sayang. Apa Elle baik baik saja? Suara Elle terdengar sedih." tanya Vale, yang merasa suara sang putri terdengar sedih.
"Elenor tidak apa apa Mommy. Elenor hanya sedih, Louis pergi dari rumah sama Mama Jenna." ucap Elle memberitahu.
"Oya, mereka pergi kemana?" tanya Vale lembut.
"Mama Jenna bawa Louis ke apartemen. Kata Mama, mereka akan tingal di sana."
__ADS_1
"Oke, kalau begitu, Mommy akan menjemput Elle setelah pulang bekerja nanti, Elle bersiap ya."
"Iya Mommy, Elle tunggu." jawab Elenor yang kini nada suara begitu bahagia.
🍁🍁🍁🍁🍁🍁
Setelah percakapan dengan Elle selesai. Vale kemudian terdiam sejenak.
Tidak biasanya Elle menghubungi dirinya dan minta di jemput.
Vale kemudian meraih ponselnya dan menghubungi Julian.
"Halo Valerie, ada apa?" sapa Julian.
"Elle baru saja menelpon ku dan minta untuk di jemput. Harusnya dia bersama ku Sabtu nanti kan. Karena dia ingin bersama ku saat ini. Aku minta izin dengan mu untuk menjemputnya Elle setelah pulang dari bekerja." ucap Vale pada Julian.
"Oya, tidak biasanya dia minta di jemput." guman julian dari sebarang telepon.
"Jika Elle mau nya begitu, aku izinkan dia bersama mu. Jika perlu, nanti malam biar aku yang antar Elle ke rumah mu."
"Tidak perlu, aku yang akan menjemput nya langsung dari kantor. Oya, harusnya sore ini aku harus bertemu dengan Jenna. Ada pembahasan penting soal pekerjaan."
"Jenna hari ini tidak ke kantor." jawab Julian.
Sebenarnya Vale sudah tau jika Jenna tidak pergi ke kantor, dari penjelasan Elenor tadi.
Tapi Vale berpura-pura tidak tau. Vale tidak ingin kepo dengan urusan mereka di luar membahas tentang pekerjaan.
"Aku akan menelpon Jenna nanti. Terimakasih sudah izinkan aku untuk menjemput Elle." ucap Vale berterimakasih pada Julian.
"Oke Vale."
🍁🍁🍁🍁🍁
Setelah menutup pangilan telepon dari Vale. Julian kemudian mengecek ponselnya.
Saat ia mengecek ponselnya, Julian kemudian membuka satu pesan yang Jenna tuliskan untuk nya.
"Julian, sebelumnya aku minta maaf, aku meningalkan Mansion. Aku akan pulang ke apartemen. Untuk sementara, biarkan aku dan Louis tingal di apartemen. Aku hanya ingin menenangkan pikiran ku saja. Jika kau kangen dengan Louis, kau bisa datang ke apartemen."
"Apakah harus seperti itu kau ingin menghindari ku Jen. Kau bahkan sampai meningalkan Mansion." ucap Julian merasa gundah. Kemudian bersandar pada kursi kerjanya sambil mendesah dengan napas berat.
__ADS_1