Rahim Bayaran Mr Julian Alexander

Rahim Bayaran Mr Julian Alexander
Dejavu


__ADS_3

Sepeninggal William dari ruangannya. Julian kini punya rencana untuk mengutarakan keinginannya, untuk melakukan pembatalan pernikahan kontrak dengan Valerie.


Keinginannya untuk membatalkan perjanjian kontrak pernikahan dengan Vale sudah sangat yakin akan ia lakukan.


Semua itu demi untuk bisa segera bersama dengan Jenna.


Apalagi, Julian juga sudah memberi tau calon mertuanya, Reina untuk segera menikahi Jenna.


Julian pikir selama belum terlambat, dalam arti sebelum Valerie hamil, dia bisa membatalkan perjanjian kontrak dengan Vale tentang rahim bayaran itu.


Menurut Julian hal itu justru lebih baik untuk Valerie. Dari pada wanita itu harus mengandung 9 bulan benihnya.


Mungkin apa yang ia lakukan pada Vale tentang bisnis rahim bayaran terlalu gegabah.


Dan julian sendiri tidak menyangka, kalau dia bisa jatuh cinta lagi. Setelah dia gagal bersama Andrea.


Dan ia juga tak menyangka, jika Jenna lah seseorang yang bisa membuatnya jatuh cinta.


"Valerie, aku rasa ini adalah keputusanku yang tepat mu. Dan juga yang terbaik bagi mu. Aku akan membatalkan semua perjanjian kontrak dan akan mengakhiri pernikahan kita. Aku akan membebaskan mu dari segala tuntutan dan perjanjian yang mengikatmu. Akan aku bebas diri mu dari segala tanggung jawab. Aku akan tetap memberikan kamu kompensasi. Kompensasi itu tetap akan aku berikan untukmu Karena selama ini kau sudah berkorban untukku." ujar Julian lirih sambil melayangkan pandangan ke luar gedung di ruangannya.



Setelah memikirkan masak-masak dan mempertimbangkan banyak hal. Julian kemudian menghubungi Valerie.


"Halo Vale, kau di mana?" tanya Julian lewat sambungan telepon pada Valerie.


"Aku masih di tempat kuliah, ada apa? Tumben menelpon ku." ujar Vale merasa heran. Karena tak biasanya Julian menghubunginya.

__ADS_1


"Tidak ada apa apa, bisakah kau datang ke kantor ku, usai kau selesai kuliah?" tanya Julian di seberang telepon.


"Memangnya ada apa Mr, bukankah kita bisa bertemu di rumah."


"Ada hal penting yang ingin aku katakan pada mu."


"Penting ya, Oke aku akan datang. Berikan aku lokasi kantor mu Mr, aku akan kesana." ujar Vale tanpa ada rasa curiga.


Dengan menaiki sebuah taksi, Vale sesuai ia selesai kuliah, pergi ke kantor Julian.


Selama ia menikahi pria CEO itu, tak sekalipun dia pernah di ajak ke perusahaan maupun di rumah pribadinya.


Saat ia di suruh untuk menemui Julian di tempat kerjanya, entah kenapa Vale merasa sangat senang. Walau ia tidak tau, ada urusan apa Julian menyuruhnya ke kantor.


Di tengah-tengah perjalanan menuju kantor, Vale mampir ke sebuah stasionery dan membeli sebuah kado kosong kecil.


"Aku harap kau tidak menduga aku mandul Mr. Saat ini benih yang tabur di rahim ku telah tumbuh. Ini adalah Minggu kedua dia hidup di rahim ku. Maaf, aku merahasiakan ini. Aku hanya ingin memberi tau mu di waktu yang tepat. Dan ku rasa saat inilah waktunya. Aku akan memberi tau mu soal kehamilan ku. Selamat ya Mr, kau sudah menjadi Daddy." batin Valerie.


Vale berniat akan memberikan kejutan untuk Julian.


Berada di ruangannya, Julian merasa sedikit gugup. Ia nampak berkeringat dingin. Ia gugup untuk memberi tau kan niatnya pada Vale.


Jauh di lubuk hati julian yang paling dalam. Dia memang benar-benar menyayangi Vale. Perasaannya sudah sangat berkoneksi terhadap Vale.


Sikap emosional nya dengan wanita muda yang kini menjadi istri kontraknya itu sudah terjalin erat.


Julian sudah menganggap Vale bagian dari hidupnya. Dalam arti sayang seperti keluarga, bukan sayang mencintai.

__ADS_1


Begitu Vale membuka pintu kerja Julian.


Julian langsung menyambut kedatangan Vale dengan sambutan yang hangat.


Bahkan Julian langsung memeluk Vale begitu eratnya.


"Kenapa tiba-tiba memeluk ku Mr." ujar Valerie bigung.


"Kenapa kau tidak suka aku peluk." ucap Julian yang kemudian mengudarkan pelukannya.


"Suka, bahkan aku sangat menginginkannya setiap hari. Tapi kau tidak pernah melakukan itu padaku sebelumnya. Sudahlah, lupakan, itu tidak penting di bahas." ucap Vale dengan gaya bicara khas nya.


"Memangnya ada apa Mr menyuruh ku kemari?" tanya Vale akhirnya.


Sambil melingkarkan tangannya ke pundak Vale, Julian kemudian mengajak Vale untuk duduk di sofa yang ada di sana.


"Ada hal yang sangat penting yang ingin aku sampaikan untuk mu Valerie."


"Hal apa?"


"Hal yang pasti akan membuat mu senang." jawab julian.


"Oke, baiklah, katakan apa itu."


"Vale, aku akan,"


See you next bab 😅 kira kira Julian akan jujur ngk ya?

__ADS_1


Dan kira kira Vale akan kasih tau julian ngk ya tentang dia yang sudah hamil benih Mr Julian Alexander??


__ADS_2