
Pagi itu Valerie harus bangun pagi-pagi sekali. Karena ada tugas kuliah yang harus ia berikan pada dosenya.
Begitu pula dengan Julian. Ia pun juga sedang bersiap-siap untuk pergi ke kantor.
Mereka terbangun bersamaan, dan bahkan mandi pun juga bersama. Valerie sudah tidak lagi merasa canggung dan malu.
Dia pikir, dia bebas melakukan apa saja kepada Julian karena pria itu adalah suaminya. Meski pernikahan mereka hanyalah pernikahan kontrak.
Karena dalam aturannya, mereka adalah pasangan sah. Suami istri yang sebenarnya. Walau pernikahan itu hanyalah pernikahannya bisnis dan sementara.
Seusai mereka bercinta semalam, Valerie yang tidak langsung tidur berfikir dan berfikir. Sambil terus memperhatikan wajah tampan Julian dengan dekat. Dia merenung dan berpikir tentang perasaannya sendiri. Tentang cintanya yang mungkin tidak akan di balas oleh pria yang saat ini tengah tertidur pulas d sampingnya.
Kenapa dia tidak mengunakan kesempatan itu untuk berakting menjadi istri sepenuhnya untuk Julian.
Apa salahnya berakting tidak mencintai, padahal sudah jatuh hati.
Karena Valerie sendiri bisa saja berkilah dia profesional dan Julian akan percaya padanya.
Apalagi di tambah mereka sudah saling mencurahkan isi hati saat itu. Jadi, Julian mungkin akan percaya.
Walau Vale manja dengan Julian, itu hanya lah manja biasa. Bukan manja karena ia ingin mendapatkan perhatian Julian, itulah yang terpikir oleh Valerie, ia akan berakting, berkamuflase.
Jadi untuk sekarang, tidak ada gunanya memendam perasaan. Dan Vale pikir, lebih baik dia mengekpresikan sikap dan tingkah laku nya seperti biasa.
__ADS_1
Dan bisa saja Vale berdalih dia tidak jatuh cinta pada Julian jika pria itu masih saja mengingat kan pada dirinya untuk tidak jatuh cinta dengan nya.
Padahal dia memang menyukai pria dewasa itu. Perasaan yang tidak bisa dia halau dan tidak bisa ia bendung.
Ketika mereka sedang bercinta pun, Valerie memberikan dan mencurahkan semua rasa cintanya.
Ia curahan hasratnya, isi hati dan juga gairah nya pada Julian ketika ia sedang berhubungan intim dengan pria gagah itu.
Karena bagi Valerie, dia tidak tau, entah kapan lagi ia bisa di sentuh dan di bahagian dengan cara seperti itu oleh Julian.
Tidak mungkin dia akan bersikap mesra pada Julian jika tidak di saat mereka sedang bercinta.
Menurut Vale, Julian terlalu profesional dalam komitmennya.
Kini, berada dalam satu kamar, baik Julian dan Valerie nampak sibuk dengan urusan mereka masing-masing.
Valerie mempersiapkan barang barangnya yang akan ia bawa ke kampus. Sedangkan Julian mengecek keperluannya yang sudah ada di tas kantor nya.
"Mengambil jurusan apa kau di tempat kuliah mu?" tanya Julian di sela sela dia sedang memakai dasi.
"Aku ambil jurusan bisnis, aku ingin menjadi seorang pengusaha seperti dirimu Mr." jawab Valerie yang saat itu sedang duduk di sisi ranjang sambil memakai kaos kakinya.
"Belajarlah yang pintar Vale, kau orang yang cerdas. Kalau kau mau, aku akan membiayai kuliah mu ke luar negeri. Jika kau berminat, pilihlah university yang paling kau inginkan. Dan aku akan mengurusnya."
__ADS_1
"Kau serius Mr?" ujar Vale yang kemudian menatap Julian yang masih berdiri di depan kaca untuk memakai jasnya.
"Hemmm, kapan aku tidak serius!"
Valerie kemudian berlari ke arah Julian dan memeluk pria itu dari belakang.
"Kau baik sekali Mr, baiklah, aku ambil tawaran mu, Oya Mr, aku sudah terlambat. Bolehkah aku ikut dengan mu untuk berangkat kuliah, jika kau tak keberatan." ujar Valerie riang dan tanpa beban dan ceria. Dalam hati Julian berfikir, Valerie yang ia kenal telah kembali.
"Oke, aku akan mengantarmu, sekalian aku berangkat." jawab Julian.
Setelah mereka selesai sarapan bersama di meja makan. Merekapun berangkat bersama juga. Dan Julian mengantarkan Valerie untuk pergi kuliah.
Sambil membawa tas yang ada di pundaknya. Vale yang sebentar lagi akan genap berumur 21 tahun itu keluar dari mobil mewah Julian setibanya mereka di kampus tempat Valerie berkuliah. Vale yang orangnya sedikit tomboy selalu berpenampilan cuek.
Vake lebih suka berpakaian casual. Meski begitu ia tetap terlihat cantik alami dan modis.
Berjalan agar terburu buru memasuki gerbang kampus, Vale kemudian melambaikan tangan ke arah Julian yang masih memperhatikan dirinya dari dalam mobil.
Setelah memastikan Vale masuk ke kampus. Julian kemudian kembali mengemudikan mobilnya untuk menuju kantor.
bonus up, seuprit ya ðŸ¤ðŸ˜¬ðŸ˜…
__ADS_1