
4 Bulan kemudian
Kehamilan Valerie sekarang memasuki bulan ke enam. Perutnya pun kini sudah semakin membulat besar.
Setelah tugas semester kuliahnya selesai. Valerie memutuskan untuk mengambil cuti kuliah untuk sementara.
Setelah ia melahirkan nanti, ia akan kembali melanjutkan kuliahnya.
Jadi untuk 4 bulan kedepan, Valerie benar-benar memfokuskan dirinya untuk menjalani kehamilannya.
Vale lebih sering berada di rumah, meskipun dia berada di dalam rumah. Ia tetap fokus belajar dan tetap berusaha untuk mendapatkan beasiswa yang ingin dia kejar.
Sebuah program beasiswa yang diadakan oleh kampusnya dalam program studi ke luar negeri.
Dan salah satu university yang ada di Jerman adalah tujuan Vale saat ini untuk melanjutkan studi kuliahnya.
Karena Vale berniat untuk berkuliah di Jerman. Maka ia pun saat ini sedang giat untuk mendalami dan mempelajari bahasa Jerman.
Dan, David yang pernah berkuliah di Jerman pun akhirnya menjadi partner belajar Vale dalam memperdalam penguasaan bahasa Jerman nya.
Intensitas pertemuan David dan Vale pun kini makin sering mereka lakukan.
Valerie sangat berharap untuk bisa mendapatkan beasiswa tersebut.
Siang malam Vale banyak mengisi waktunya untuk mempelajari tentang hal-hal yang berkaitan untuk ia bisa mendapatkan beasiswa.
Meski begitu, Vale juga memperhatikan kandungannya. Dirinya sudah terikat secara emosional dengan janin yang sudah enam bulan ini dia kandung.
Awalnya David merasa sungkan saat ia harus mendatangi Penthouse Vale untuk mengajari temannya itu bahasa Jerman.
Biar bagaimanapun, David tau jika Vale adalah seorang istri dari pria dewasa bernama Julian Alexander.
Flashback on
Malam itu David dan juga Indiana bermaksud untuk menemui Valerie. Karena Vale berniat untuk meminjam sebuah buku dari David.
David pun bermaksud untuk memberikan buku yang Vale inginkan ke Penthouse nya.
Karena merasa tidak enak pergi sendiri ke tempat Valerie. David pun kemudian mengajak Indiana untuk menemaninya.
Dan akhirnya, pada malam itu David bersama Indiana pergi menuju penthouse tempat Vale tingal.
Kedatangan David dan juga Anna ke Penthouse sangat membuat hati Vale senang.
Karena selama ini tidak ada siapapun yang datang ke Penthouse untuk menemuinya selain Julian.
Ketika mereka sedang asik mengobrol, sebuah suara deheman langsung membuat David dan juga Anna menoleh ke arah sumber suara.
David dan Anna kemudian menatap ke arah Vale secara bersamaan. Meminta penjelasan.
__ADS_1
Dan Vale pun akhirnya memperkenalkan Julian secara resmi kepada kedua temannya itu.
"Oya, kenalkan, Julian suami ku." ucap Vale. Dan hal itu langsung membuat David terdiam, membeku tak percaya. Bahkan Anna pun melongo.
"Hai David, Anna." sapa Julian ramah yang kemudian merangkul pinggang Vale dengan posesif.
Seolah olah menunjukkan jika dirinya adalah pemilik Valerie.
Sejak saat itu lah David tau kebenaran tentang diri seorang Valerie Florencia.
Meskipun begitu mereka tetap berteman baik hingga kini.
🍁🍁🍁🍁🍁
Julian kini semakin memberikan perhatian lebih kepada Valerie.
Karena wanita yang sedang mengandung anaknya itu belakangan sering merasakan berbagai keluhan yang dialami oleh kebanyakan ibu hamil pada umumnya.
Vale sering merasakan pinggangnya sangat pegal. Dan juga sering merasa kaki dan tangannya kesemutan.
Ia benar-benar mengalami berbagai macam keluhan ibu hamil.
Julian selalu menyempatkan dirinya di siang hari untuk pulang ke penthouse demi bisa menjenguk Valerie.
Karena jika di saat malam hari. Dirinya sudah tidak punya waktu untuk berada di penthouse.
Bagaimanapun, Ia tetap harus bisa menjaga rahasia tentang keberadaan Valerie kepada Jenna.
🍁🍁🍁🍁🍁
Di sisi lain, Jenna yang saat ini tengah berada di ruang kerjanya nampak memikirkan sesuatu.
Sebenarnya, ia tidak melamun, tapi ia memikirkan tentang kebiasaan-kebiasaan Julian yang mulai menampakkan gelagat aneh.
Dari sering pergi tiba-tiba, sering tidak menjemputnya saat pulang kantor. Dan juga selalu tidak ada di ruang kerjanya di saat siang hari.
Dan kadang, Julian berada lebih lama di ruang kerjanya di Mension.
Bahkan kecurigaan Jenna semakin menjadi ketika Julian sering meninggalkan dirinya di kamar hanya untuk menelpon seseorang.
Batas kesabaran Jenna pun akhirnya sudah habis. Dan Jenna bertekad pada hari itu untuk membuntuti Julian.
Jenna pada hari itu meminta izin untuk tidak masuk kantor. Dan dia berniat untuk membuntuti suaminya seharian itu.
Beralasan tidak enak badan Jenna uangkapan pada suaminya itu ketika ia sedang menemani Julian sarapan.
Dan Julian pun percaya dengan alasan yang dibuat oleh Jenna kala itu.
Untuk memastikan Julian berada di kantornya, Jenna melakukan panggilan video call.
__ADS_1
Ketika sudah memastikan Julian memang benar ada di kantor. Jenna pun langsung bergegas untuk beraksi.
Untuk memastikan penyamarannya sempurna. Jenna mengenakan pakaian kasual lengkap dengan sebuah wig. Semua itu Jenna lakukan agar Julian tidak mengenalinya.
Dengan mengendarai sebuah taksi Jenna langsung menuju kantor Julian.
Ia bertekad bulat untuk menyelidiki dan memastikan berbagai macam kecurigaan-kecurigaan yang ia rasakan selama ini terhadap Julian.
Dan ia sangat berharap, kecurigaannya tidaklah benar.
Begitu ia sampai di depan gedung perkantoran Julian Corp. Tepat pada saat itu juga Julian keluar dari kantornya.
Dan Jenna yang sudah berada di dalam taksi pun mengikuti laju mobil Julian yang sepertinya sedang mengarah ke arah gedung sebuah Penthouse.
Tidak mengikuti Julian untuk masuk ke dalam Penthouse. Jenna menunggu di luar.
Satu jam setelahnya, mobil Julian kembali keluar dari gedung.
Jenna sangat yakin bawah di dalam mobil Julian saat itu ada seseorang yang lain. Julian tidak sendirian, dia bersama dengan seorang wanita.
Mengetahui suaminya bersama dengan seseorang, seketika langsung membuat hati Jenna terasa sesak. Hati Jenna terasa terhantam.
Sebuah perasaan yang begitu menyesak kan di dadanya.
Rasa penasaran yang kini Jenna rasakan kian tinggi.
Siapa perempuan yang berada di dalam mobil suaminya itu.
Jenna memerintahkan sang sopir taksi untuk tidak kehilangan jejak membuntuti mobil suaminya.
Setelah beberapa saat kemudian, mobil yang Julian kendarai berhenti di sebuah rumah sakit bersalin.
Suatu hal yang kembali membuat Jenna tercengang.
Jenna terus mengawasi. Dan hal yang membuat Jenna semakin kaget adalah, ketika Julian keluar dari mobil bersama dengan seorang wanita.
Dan sepertinya Jenna tidak asing dengan wajah wanita itu.
Julian nampak begitu sangat perhatian dengan sosok wanita yang tengah hamil tersebut.
Julian membukakan pintu mobil dan mengandeng tangan wanita itu untuk masuk ke dalam rumah sakit.
Saking penasarannya, akhirnya Jenna nekat untuk ikut masuk kedalam rumah sakit dan ingin mencari tau lebih dekat lagi.
Julian nampak melingkarkan tangannya ke bahu wanita itu. Dan mereka sepertinya sedang berbicara dengan salah seorang resepsionis.
Setelah beberapa saat bicara dengan seorang resepsionis. Julian yang tak melepaskan lingkaran tangannya yang melingkar di pundak wanita itu kemudian masuk ke dalam ruangan dokter spesialis kandungan.
Dari sana Jenna sudah bisa menyimpulkan sesuatu.
__ADS_1
"Apa yang kau sembunyikan dari ku selama ini Julian?"