
"Dengarkan penjelasan ku dulu Jen, kamu sudah salah dalam menilai masalah ini. Aku dan Valerie memang sudah menikah. Tapi ada satu hal yang kamu belum tau. Valerie tidak memberi tau mu kan jika aku dan dia sebenarnya hanya menikah kontrak!" seru Julian pada Jenna yang saat itu mereka telah tiba di Mansion dan berada di kamar. Saat tu Jenna berniat untuk pergi dari Mension.
Jenna yang sedang berkemas kemas memasukkan bajunya ke dalam koper kemudian menghentikan aktifitasnya.
Lalu dengan pandangan mata tajam menoleh kearah Julian.
"Kenapa kau hanya menikah kontrak dengannya. Walau kalian menikah kontrak, tapi nyatanya dia sekarang hamil kan. Aku yakin, janin yang ada di perut nya Valerie adalah benih mu." ujar Jenna.
"Justru karena itu Jen, dia hamil. Aku melakukan transaksi rahim bayaran dengan Valerie." ujar Julian memberi tau.
"Apa? Rahim bayaran!" seru Jenna tercenang, merasa kaget mendengarkan kalimat yang keluar dari mulut Julian.
__ADS_1
"Ya, aku bertransaksi dengan Valerie untuk sebuah rahim bayar. Kau ingat kan beberapa bulan yang lalu. Aku pernah menawari mu tentang rahim bayaran. Karena kamu menolak rahim bayaran ku, aku akhirnya menemukan Valerie. Dia bersedia untuk mengandung benih ku dengan berbagai persyaratan dan ketentuan. Dan kami melakukan perjanjian. Valerie harus bisa memberikan aku anak, mengandung benihku. Lalu aku akan membayarnya. Memberikan dia apapun yang dia mau. Sebagai imbalan karena dia telah memberikan aku anak. Aku memberikan dia Penthouse, mobil mewah, saham, deposito dan apapun yang ia inginkan. Asal anak yang ia kandung saat sudah lahir menjadi milik ku. Dan semua itu kami sudah deal. Pernikahan ku dan Valerie hanyalah pernikahan kontrak. Kami tidak saling mencintai. Kami profesional dengan bisnis ini. Kenapa aku harus menikahinya? Ya karena aku ingin status anak ku nanti saat ia lahir mendapat status yang jelas. Saat ini aku menunggu sampai anak yang di kandung Vale lahir. Setelah itu pernikahan kontrak kami selesai. Aku akan menceraikannya. Pernikahan ku dengan Vale hanyalah pernikahan status." jelas Julian pada Jenna.
Justru penjelasan Julian di tanggapi tawaan oleh Jenna.
"Luar biasa Julian, kejujuran untuk yang satu ini pantas aku harus berikan tepuk tangan untuk mu. Kamu sungguh luar biasa. Kau tau, kau mempermainkan seorang perempuan dengan seenak hatimu. Kau mengunakan uang mu hanya demi kepentingan dan keinginan mu untuk punya anak begitukan. Aku tidak perduli kau menikah dengannya dengan cara apa, dan dengan alasan apa. Dari sini saja aku sudah hilang respek terhadapmu. Kau mengunakan uang mu untuk membeli sebuah rahim sewaan. Dan korban mu adalah Valerie. Ya Tuhan, aku tidak pernah menyangka kau setega itu Julian."
"Aku hanya mencintaimu Jen. Aku hanya menyukaimu. Aku akan melegalkan pernikahan kita setelah aku bercerai dengan Valerie."
"Kau sudah gila Julian, penjelasan apapun yang kau berikan terhadapku. Kau tidak akan mampu lagi menggoyahkan putusan ku. Karena apa yang telah kau lakukan sejauh ini menurut ku kau sudah salah. Entah apapun alasannya, dan faktor apa yang membelakangi itu semua. Bagi ku ide mu melakukan pernikahan kontrak dan membeli rahim bayaran itu suatu ide gila. Kau ingat betul kan, bagaimana kau menawariku tentang rahim bayaran dan aku sangat menolak itu. Sebagai wanita yang punya harga diri aku menolak untuk dijadikan alat transaksi seperti itu. Wanita itu hanya punya satu kehormatan sekali seumur hidupnya Julian. Dan kau tau." kini Jenna sudah mulai terisak.
Air mata berjatuhan berlinang membasahi kedua pipinya. Saking ia merasa menyesal dengan menerima di nikahi siri oleh Julian. Jenna merasa kehilangan keperawanannya dan segala kehormatan sebagai seorang wanita, hanya untuk seorang Julian Alexander yang ternyata sudah beristri. Di tambah lagi ia hanya di nikahi siri. Hal itu membuat Jenna merasa terhina.
__ADS_1
"Kau sudah menghancurkan kesempatan dua wanita untuk bisa memberikan kebanggaan untuk sebuah keperawanan dan Kehormatan Julian. Bagi ku sendiri menjaga itu sangatlah berarti. Tapi kau dengar segala janji manis mu dan ke fasik kan mu dalam berargumen. Kau bisa meyakinkan aku dan bahkan Mama ku untuk menyetujui pernikahan koyol kita. Kau egois."
"Kau tidak benar-benar paham dengan kondisi hidup nya Jen. Kau harus tahu bagaimana Vale menjalani hidupnya. Dia juga tidak seburuk yang kau pikir. Aku tidak mempermainkan kalian berdua. Aku menikahi kalian berdua. Dan hubungan yang sudah aku lakukan dengannya dan juga dengan mu bukan suatu aib. Aku sudah jelaskan, aku akan bercerai dengan Vale setelah anak itu lahir. Dan kau akan menjadi istri ku satu satunya."
"Kau telah menyeret ku ke dalam pusaran masalah mu Julian. Kau menikahi ku secara siri sedangkan kau menikahinya dengan sah dan dengan alasan agar anak mu nanti yang terlahir dari rahim nya punya status yang jelas. Lantas, bagaimana dengan ku. Bagaimana jika saat ini aku juga hamil, dan untung saja aku belum hamil saat ini. Bagaimana status anak ku nanti jika orang tua nya saja menikah tidak sah secara hukum. Kau jahat Julian, kau sudah mempermainkan sebuah pernikahan. Yang mana bagi ku pernikahan adalah suatu hal yang sakral." ujar Jenna penuh emosi.
"Aku akan pulang ke Apartemen dan tidak akan kembali ke sini lagi. Aku akan mengatakan kebenaran ini terhadap mamaku. Dan bersiaplah, sudah cukup selama ini kau membohongi ku, membohongi mamaku. Sampai-sampai Mama meyakinkan aku untuk menerima mu. Jika kau bertanya siapa yang pantas untuk berada di Mansion ini. Itu bukan diriku, seharusnya dia, Valerie yang berhak untuk tingal di Mension." ucap Jenna yang kemudian ia merapikan kopernya dan hendak pergi.
"Aku tidak akan pernah membiarkan kamu keluar dari kamar." ujar Julian yang kemudian merebut koper milik Jenna. Tapi Jenna berusaha untuk menahannya.
"Kembalikan, aku akan pergi. Kau tidak berhak untuk mengatur hidupku. Kau sudah menghancurkan hidupku dengan sedemikian rupa. Dan aku berhak menentukan hidupku sendiri sekarang. Pernikahan kita adalah pernikahan yang tidak ada landasan hukum dan juga kau menikahi ku karena sebuah tipuan. Aku sudah tidak percaya lagi dengan mu Julian." desis Jenna.
__ADS_1