Rahim Bayaran Mr Julian Alexander

Rahim Bayaran Mr Julian Alexander
Season 2 New life begins : Tidur satu kamar


__ADS_3

Julian hanya bisa termangu menatap Valerie. Julian tak menyangka. Jika gadis lugu periang dan bar bar yang dulu pernah ia kenal. Kini telah bertransformasi menjadi sosok wanita yang independen, tangguh dan juga mandiri.


"Jangan memandangi ku seperti itu Julian. Jangan sampai kau jatuh cinta dengan ku sekarang. Karena hal itu tidak lucu." sindir Vale sengaja pada mantan suaminya itu.


Mendengar itu, Julian hanya tersenyum tipis. Kemudian ia meneguk jus jeruk miliknya.


"Hidup ku sudah sering berhubungan dengan beberapa perempuan Valerie. Dan dirimu bukanlah wanita satu-satunya yang membuatku benar-benar merasa terkesima. Pertama aku kagum dengan mantan istri ku. Kami menikah hanya beberapa tahun saja. Dan saat aku tau dia berselingkuh, aku langsung menceraikannya. Kedua aku bertemu dengan Andrea. Dia lah seseorang yang membuat aku mencintai anak anak dan menyukai anak anak..Andrea punya dua anak dari mantan suaminya dulu. Mereka juga bercerai. Tapi pada akhirnya, Andrea rujuk dengan suaminya. Dan aku mengalah demi kebahagiaan mereka. Ketiga aku bertemu dengan mu. Dan ke empat aku membina rumah tangga bersama Jenna. Seseorang yang punya kemiripan dengan kepribadian Andrea. Tapi bukan hanya karena dia mirip Andrea aku menyukai Jenna. Tapi secara pribadi aku juga tertarik dengan nya, aku mencintainya"


"Kenapa kau menjelaskan itu padaku. Aku pikir kau sebenarnya bukan orang playboy."


"Aku selalu punya hubungan yang dalam dengan seorang wanita yang aku yakini."


"Tapi tidak denganku kan." ujar Vale.


"Dari ke empat wanita yang ku sebut kan tadi. Justru dirimu lah yang paling spesial. Kau berbeda dari mereka." ucap Julian sambil menatap wajah Vale dengan wajah penuh senyum.


"Jangan mulai Julian."


"Dengarkan dulu penjelasan ku. Spesial di sini yang aku maksudkan adalah, dirimu berbeda dari ketiga wanita yang pernah aku kenal. Ini bukan berarti aku memuji dan memujamu. Tapi secara personal dan emosional aku sangat mengenal mu. Kau cerdas seperti Jenna. Kalian punya beberapa hal keamanan. Meskipun kalian berbeda wataknya. Dari ke empat wanita yang ku kenal. Kaulah yang paling muda. Dan karena aku juga sudah tau latar belakang mu. Hal itu membuat aku salut dengan mu. Di sanalah kenapa aku kagum dengan mu. Kau luar biasa."


"Jangan banding kan aku dengan wanita wanita mu yang sudah berkelas dari lahir. Aku hanya gadis miskin dan hanya bekerja sebagai bartender dulu. Apakah ini termasuk dari rayuan gombal mu lagi." ledek Vale.


"Aku tidak bermaksud untuk merayu mu atau sedang menggombal dengan mu. Aku hanya menunjukkan rasa penilaian ku terhadap mu Vale. Karena aku sangat mengenal mu. Seorang gadis muda berumur 20 tahun dan sekarang kau berumur 26 tahun dengan segala kemampuanmu. Kau menghadapi begitu banyak tekanan dan kesulitan dalam hidup. Dan semuanya kau bisa lalui. Itu yang membuat aku terkesan. Dan Elle, putri ku pasti sangat bangga dengan mu. Aku melihat chemistry kalian."


"Terima kasih untuk pujian mu Mr. Sebaiknya kita langsung ke ruang meeting. Ada hal yang jauh lebih penting yang harus kita kerjakan dari pada kita hanya duduk mengobrol di sini." ujar Vale sambil meraih tissue untuk membersihkan mulut nya.


Setelah itu Vale berlalu dari ruang makan dan meninggal kan Julian sendiri di sebuah lounge Villa.


🍁🍁🍁🍁🍁

__ADS_1


Valeri dan Julian kemudian melakukan pertemuan dan meeting bersama dengan beberapa orang penting yang menangani proyek.


Mereka membahas tentang proyek kerja sama dan berbagai urusan pekerjaan lainnya.


Valerie benar-benar disibukkan dengan urusannya. Karena dia ditugaskan dan di berikan kepercayaan oleh perusahaan untuk menghandle proyek dan juga project yang tengah dimenangkan tendernya oleh Valerie.


Sehingga saat ini, Vale bekerja sangat keras untuk menghandle semuanya.


Edward sudah menjanjikan bonus besar untuknya. Dan untuk itu, Vale tidak hanya bekerja untuk perusahaan tapi dia juga ingin mendapatkan bonus yang sudah di janjinya perusahaan untuk dirinya. Vale tentu saja tidak mau kehilangan momentum.


Setelah seharian penuh mereka melakukan meeting dan juga diskusi. Rapat kerja pada hari itu selesai dengan kesepakatan bersama dengan kedua belah pihak. Dan meeting telah selesai pukul 10.00 malam.


"Akhirnya, tugas pekerjaan di sini selesai juga." ucap Vale, setelah ia keluar dari ruang meeting.


"Jadi, apakah kita langsung pulang?" tanya Julian.


"Tentu saja, sebaiknya kita langsung pulang saja." jawab Vale. Sambil menghembuskan nafas beratnya. Vale merasa begitu letih dan juga lelah dengan segala aktifitasnya pada hari itu.


🍁🍁🍁🍁🍁


Hujan deras dan juga petir mengiringi perjalanan Valerie dan juga Julian yang kala itu hendak kembali ke ibu kota.


Di tengah tengah guyuran hujan yang begitu deras kala itu. Sang sopir harus jeli untuk mengendalikan laju mobilnya.


Vale yang nampak terlihat begitu lelah, tertidur pulas di samping Julian.


Julian kemudian menengok kearah Vale. Lalu ia melepaskan jas nya dan menyelimuti Vale dengan jas yang ia kenakan tadi.


Kemudian Julian memberi tau sopirnya untuk berhati-hati saat menyetir. Karena kondisi jalan yang sangat curam dan juga licin. Hujan pada malam hari itu benar-benar membuat jarak pandang di jalanan menjadi terganggu.

__ADS_1


"Hati hati menyetirnya." ucap Julian memperingatkan sopirnya.


"Baik Tuan." jawab sang sopir.


Dan lima belas menit setelah itu. Tiba-tiba saja mobil yang di tumpangi Valerie dan juga Julian nampak oleng.


Vale yang saat itu tertidur pun jadi terbangun karena kepalanya terbentur pintu mobil.


Untungnya sang sopir dengan sigap bisa menguasai mobilnya kembali. Dan akhirnya, mobil terhenti di sisi bahu jalan.


"Bagaimana ini Tuan. Ban mobilnya pecah." ujar sang sopir.


"Dalam keadaan hujan deras seperti ini tidak mungkin kamu keluar dan mengganti ban mobilnya kan. Sebaiknya kita menginap saja untuk malam ini. Besok pagi kita lanjutkan lagi untuk pulang." ucap Julian saat itu.


"Apa tidak bisa di paksakan untuk di ganti ban nya?" ptotes Vale.


"Vale, kasih dia, harus mengganti ban mobil dalam guyuran hujan deras seperti ini. Cuaca jug sedang tidak bagus seperti nya dan aku tadi sudah cek di aplikasi jika terjadi kemacetan panjang di jalan tol. Sebaiknya kita menginap saja, jangan memaksakan."


Dan akhirnya setelah di pikir pikir. Vale pun mengerti dan memahami situasi dan kondisi saat itu.


"Baiklah, kita cari penginapan di sekitar sini."


Dan akhirnya, Vale, Julian dan juga sang sopir dengan menggunakan payung turun dari mobil dan berjalan mencari penginapan.


Kebetulan di sisi jalan ada beberapa hotel untuk bisa dijadikan mereka untuk bermalam pada malam itu.


Setelah mendatangi beberapa hotel dan kebetulan pada saat itu semua kamar hotel telah penuh.


Akhirnya ada satu hotel yang masih menyisakan dua kamar tidur.

__ADS_1


Julian kemudian mengambil dua kamar kosong tersebut. Satu untuk sang sopir dan satu lagi terpaksa Julian harus berbagi dengan Vale.


And, to be continue


__ADS_2