
Setibanya Vale di kantor, Vale banyak mendapat ucapan selamat datang kembali ke kantor oleh sesama rekan kerjanya.
Mereka nampak berkerumun di meja kerja Valerie dan berebut untuk memberikan ucapan selamat datang ke kantor.
Vale pun menyambut hangat sapaan sapan yang mereka ucapkan pada dirinya.
Tidak hanya mendapat ucapan selamat datang saja. Tapi Vale juga mendapat banyak sekali karangan bunga dan juga buah-buahan yang rekan kerjanya berikan.
"Selamat datang kembali ke kantor Valerie." sebuah suara yang begitu familiar itu langsung membuyarkan kerumuman di meja kerja Vale.
"Terimakasih Pak." jawab Vale yang kemudian berdiri dari membungkukkan badannya ke arah Edward.
"Bisa ke ruangan ku sekarang. Ada sesuatu hal yang penting yang ingin aku bicarakan dengan mu." ucap Edward pada Vale.
"Baik Pak, saya kan keruangan Bapak."
Edward kemudian berjalan menuju ruangannya. Dan tak berselang lama. Vale datang menemui Edward.
"Duduk Vale." ucap Edward pada Valerie, mempersilahkan Vale untuk duduk di ruang tamu yang ada di ruang kerjanya.
Vale pun duduk dengan sopan di sana.
"Aku senang kau sudah bisa kembali bekerja. Dan seperti janji ku pada mu. Jika kau bisa mendapatkan tender kerja sama dengan perusahaan Julian Corp. Maka aku akan memberikan mu bonus. Dan aku kan memberikan bonus itu untuk mu sekarang." Edward kemudian memberikan Valerie sebuah amplop dan juga sebuah kunci mobil
"Secara simbolis aku menyerahkan bonus ini untukmu Valerie. Ini adalah sebuah sertifikat apartemen dan juga kunci mobil baru untukmu. Ini adalah bonus yang aku janjikan kepadamu dan aku menepatinya." Vale sejenak terdiam tak percaya, jika dia benar-benar mendapatkan bonus itu.
"Benar kah bonus ini untuk ku?" tanya Valerie lagi memastikan.
"Iya bonus ini untukmu Valerie. Selamat, dan semoga kau bisa mendapatkan kembali tender tender proyek untuk selanjutnya. Aku sudah tidak sabar melihat kepiawaian mu melobi bos bos besar itu untuk mendapatkan sebuah tender. Dan aku cukup puas dengan kinerja mu sejauh ini Valerie. Kau memang luar biasa." puji Edward.
"Aku yang harus berterima kasih pada mu Edward. Kau sudah banyak membantu ku. Dan kau juga sudah berbaik hati memberikan aku libur panjang selama aku di rawat."
"Tidak masalah Vale, justru aku akan sangat kehilangan dirimu jika kau sampai mengundurkan diri. Oya, sepertinya aku sudah tidak punya kesempatan untuk mendekati mu." ucap Edward sambil melirik ke arah Vale.
"Kesempatan apa?" tanya Vale bigung.
"Pria yang saat itu ada di rumah mu. Kau seperti nya terlihat akrab dengannya."
"Dave!" seru Vale.
"Jadi nama Dave," ucap Edward sambil tersenyum tipis.
"Dia teman." Jawab Vale sambil tersenyum
"Teman dekat?" tanya Edward menyelidik, dan Vale seperti nya tidak bisa menjawab secara lugas pertanyaan Edward.
"Lupakan saja Valerie, maaf jika aku telah lancang. Kau boleh kembali ke ruang kerja mu." ujar Edward.
Vale pun kemudian berdiri dan menjabat tangan Edward sebagai tanda rasa berterimakasih untuk bonus besar yang ia dapatkan pada hari itu.
"Sekali lagi aku ucapkan terima kasih Edward, untuk bonusnya."
"Sama sama Vale, aku menunggu gebrakan baru mu setelah ini."
Valerie pun tersenyum, dan setelah itu ia keluar dari ruangan kerja Edward dengan perasaan hati yang begitu gembira.
"Bonus yang Mommy dapatkan ini special Mommy persembahkan untuk mu Elenor. Demi kamu Mommy lakukan ini semua. Dan kau adalah energi Mommy."
🍁🍁🍁🍁🍁
Duduk kembali di ruang kerjanya. Vale kemudian menerus pekerjaan yang sudah menumpuk untuk dia kerjakan.
__ADS_1
Saat Vale sedang fokus untuk mengecek beberapa file dokumen yang sudah menumpuk di mejanya. Satu buah pesan singkat masuk di ponselnya.
Vale kemudian mengecek ponselnya dan melihat pesan dari siapa itu.
"Aku akan menjemputmu di kantor setelah kau pulang bekerja. Jadi jangan pulang dulu sebelum aku datang menjemput. Semangat kembali bekerja Valerie Florencia"
Pesan singkat itulah yang Dave tulis untuk Valerie.
Valerie kemudian tersenyum tipis saat mendapatkan pesan dari Dave.
Entah kenapa pesan masuk dari pria itu membuat hati Valerie mereka senang. Suatu hal aneh yang belakangan ini terjadi pada dirinya.
Jika sebelumnya di hati dan pikirannya hanya ada Elenor dan Elenor. Kini, di lubuk hati Vale dan di ruang ruang jiwa nya mengemakan nama Dave dan Dave.
Setiap kali melihat wajah tampan Dave atau pria itu mengirimkan pesan untuknya atau menghubungi nya. Hati Vale begitu di lingkupi kebahagiaan yang aneh. Yang membuat relung relung hatinya terasa teduh oleh suatu perasaan yang nyaman. Sebuah perasaan yang sudah lama ia tidak merasakannya.
Dan dari sana timbul sebuah perasaan menuntut untuk di perlakukan lebih lagi.
Apakah itu artinya, Vale sudah jatuh cinta dengan Dave.
Valerie tetap tidak ingin terlalu gegabah untuk memastikan perasaannya sendiri.
Kesan Valerie terhadap Dave kian besar selama ia di rawat di rumah sakit dan selama ia menjalani masa pemulihan di rumah.
Kala itu hampir setiap hari Dave menanyakan kabarnya. Dan juga menanyakan tentang kondisi nya.
Tidak hanya menanyakan kabar, Dave juga sering mendatangi rumah nya.
Bahkan, Dave mendatangkan seorang terapi handal untuk bisa cepat memulihkan cindera yang Vale alami saat itu.
Tidak hanya perhatian dalam bentuk sikap tapi Dave juga sangat perhatian dalam hal lain.
Pernah pada suatu waktu, Vale di suapi oleh Dave. Ketika Naina masih sibuk dengan pekerjaan yang lain.
🍁🍁🍁🍁🍁🍁
Dan tepat pada sore hari itu, di jam pulang kantor. Vale yang baru saja keluar dari gedung perkantoran. Perhatiannya langsung teralihkan oleh sebuah mobil yang sudah tidak asing lagi.
Begitu melihat Vale telah keluar dari gedung perkantoran. Dave pun langsung keluar dari mobilnya. Dan ia menyambut kedatangan Vale yang saat itu sedang menghampirinya.
"Sore Valerie, kau terlihat cantik dengan mengenakan baju kantor mu." puji Dave pada Vale. Vale hanya tersenyum tipis menanggapi pujian Dave.
"Silahkan masuk." ucap Dave, membukakan pintu mobil untuk Valerie.
Vale pun masuk dan duduk di kursi penumpang bagian depan di sisi Dave.
"Kau mau mengajak ku kemana?" tanya Vale merasa sangat penasaran. Karena Dave tidak memberi tau kan kemana mereka akan pergi saat itu.
"Aku hanya akan mengajak mu makan." ucap Dave tersenyum misterius. Dan Vale pun hanya bisa pasrah.
Tak berselang lama, mobil yang Dave kendarai kini telah sampai di sebuah rumah yang sangat besar dan megah.
Tepat di depan pintu masuk rumahnya. Dave menghentikan mobilnya.
Dia pun dengan segera keluar dari mobil dan kemudian mengitari mobil nya untuk membukakan pintu mobil untuk Valerie.
"Selamat datang di Mansion ku Valerie. Tidak hanya mantan suami mu yang punya Mansion mewah. Aku juga punya." ledek Dave pada Vale. Vale lagi lagi hanya bisa tersenyum.
"So, jadi kau tinggal di sini." ucap Vale.
"Iya, ayo masuk. Aku tingal sendirian di rumah sebesar ini. Itu sebabnya aku sangat merasa kesepian. Dan aku harap, sebentar lagi aku tidak akan merasakan kesepian seperti sebelumnya." ucap Dave, entah Vale akan peka atau tidak dengan kode nya.
__ADS_1
Dave kemudian mengajak Vale untuk masuk ke dalam rumahnya.
Kesan pertama Vale tentang rumah milik Dave adalah luar biasa.
Rumah yang di dominasi warna putih dan di isi dengan berbagi furniture mewah itu terlihat begitu menakjubkan.
Berjalan mengekor di belakang Dave. Vale tak henti hentinya melirikkan mata nya ke samping kiri dan kanan. Mengagumi rumah mewah pria berpostur tinggi itu.
Saking Vale terlalu fokus dalam mengagumi kemegahan rumah Dave. Sampai sampai Vale menabrak punggung kekar Dave saat Dave kala itu berhenti di pinggiran kolam renang.
"Maaf, aku tidak melihat mu berhenti." ujar Vale merasa bodoh.
"Tidak apa apa Valerie. Silahkan duduk, aku sengaja mendesain meja makan ini sebagus mungkin. Untuk menyambut kedatangan mu di rumah ku." ucap Dave, mempersilahkan Vale untuk duduk di sebuah kursi yang sudah Dave atur sebelumnya.
Vale baru sadar jika Dave ternyata membuat dekorasi khusus sebuah meja makan di sisi kolam renang di rumahnya.
"Dave." ucap Vale, merasa kagum sekaligus tidak percaya dengan apa yang sudah Dave rencanakan untuknya.
"Ini terlalu berlebihan, aku hanya tamu di sini."
"Hanya tamu. Tapi kau tamu spesial ku Valerie. Kau bukan hanya sekedar tamu biasa. Tapi aku berharap, kau juga akan jadi Nyonya di rumah ini." ucap Dave nampak bersungguh sungguh.
Vale hanya bisa diam mematung mendengar kata-kata Dave.
Untuk pertama kalinya, Dave mendekati Valerie dan kemudian ia meraih kedua tangan Vale dengan kedua tangannya.
Dave kemudian mengangkat satu tangan Vale dan kemudian mencium punggung tangan Valerie.
"Ini adalah pertama kalinya aku mencium tangan mu." ucap Dave, sambil menatap wajah cantik Valerie dengan tak berkedip.
Tidak hanya mencium punggung tangan Valerie. Dave kemudian mengeluarkan sesuatu dari dalam kantong celananya.
Di ambilnya sebuah kotak perhiasan kecil dari kantong celananya. Dave kemudian membuka kotak perhiasan kecil itu. Dan mengambil satu buah cincin yang terdapat di kotak kecil itu.
"Valerie, aku tau, ini mungkin terlalu terburu-buru dan terlalu dini untuk aku berikan kepadamu. Tapi aku sudah tidak sabar dan aku takut jika aku kehilangan kesempatan. Valerie, mau kah kau menjadi istriku." ucap Dave bersungguh-sungguh.
Mendengar hal itu, seketika membuat Vale tidak percaya. Jika seorang Dave Enderson sedang meminangnya untuk dia jadikan istri.
"Maaf jika hal ini membuat kaget dan juga bigung. Karena aku juga belum pernah menyatakan cinta terharap mu. Tapi asal kau tau Valerie. Aku sudah jatuh cinta terhadap dirimu untuk pertama kalinya. Sejak aku menatap wajah mu pada saat insiden kecelakaan itu terjadi." ucap Dave menyatakan perasaannya terhadap Valerie.
Vale nampak hanya bisa diam. Vale bigung harus menjawab apa.
"Jangan buru buru memberikan jawaban. Aku akan memberikan mu waktu. Tapi, izinkan aku untuk menyematkan cincin ini di jari jari manis mu Vale. Kau terima atau kau tidak terima cinta dan pinangan ku. Cincin ini sudah menjadi milik mu. Kau tidak perlu mengembalikannya pada ku. Tapi, aku sungguh berharap. Kau mau menerima ku dan bersedia untuk menjadi istri ku."
Dan sepertinya, lidah Valerie terlalu kelu untuk menjawab pinangan Dave.
🍁🍁🍁🍁🍁🍁
Alhamdulillah akhirnya sampai kita pada ujung cerita.
Apakah Vale akan segera menerima pinangan Dave?
Novel ini belum akan benar-benar tamat, aku masih mau kasih beberapa bonus bab. Untuk kisah Vale berikutnya jangan lupa langsung Favoritkan novel terbaru aku.
Terimakasih sudah mendukung dan bersabar dalam kisah pelik novel rahim bayaran Mr Julian Alexander.
Aku minta maaf sebesar besarnya untuk kalian yang mungkin kecewa dengan endingnya.🙏🙏🙏 i love you all, guys 🥰💐🙏
jangan lupa di favorit ya 🥰
__ADS_1