Rahim Bayaran Mr Julian Alexander

Rahim Bayaran Mr Julian Alexander
season 2 New life begins : Sudah move on


__ADS_3

Vale bagun sekitar pukul 04.00 pagi dan kemudian ia langsung bersiap-siap untuk pergi ke puncak, meninjau lokasi proyek pada hari itu.


Sebelum Vale berinsut dari tempat tidur, Vale memperhatikan sejenak sang putri yang saat itu masih tertidur pulas di ranjangnya. Sambil memeluk dua boneka kangguru dan pinguin yang kini sudah menjadi boneka kesayangannya.


Valerie melabuhkan ciuman di kening dan di pipi Elenor. Melihat wajah Elenor yang tidur begitu pulas dan teduh itu sudah membuat hati Vale di liputi rasa kebahagiaan.


Hidupnya sungguh berubah drastis dengan keberadaan Elenor di sisinya.


Sempat dulu ia hampir mengugurkan kandungannya. Saat usia kehamilan Vale kala itu baru menginjak beberapa bulan.


Sebuah kenekatan gila Valerie karena pada saat itu ia di buat sangat kecewa oleh Julian. Sehingga ia ingin melampiaskan kekesalannya dengan cara ingin mengugurkan kandungannya. Sebagai balasan saat Julian ternyata diam diam telah menikah siri dengan Jenna.


Tapi ternyata Tuhan punya kuasa yang luar biasa dan tetap menguatkan kandungan nya. Sehingga usaha Vale untuk mengugurkan kandungannya saat itu gagal.


Dan sejak saat itulah, Vale yang kala itu sepat di buat frustasi soal cinta. Merubah cara pandangnya. Hingga akhirnya ia belajar untuk menerima dan mencintai janinnya. Dan lambat laun, Vale mulai tumbuh rasa mencintai calon anaknya.


Setelah Elenor lahir, perasa insting menjadi seorang ibu kian kuat di rasakan Vale pada anak Elenor.


Tapi Valerie harus menerima kenyataan jika Elenor adalah seorang anak yang lahir dari sebuah perjanjian. Perjanjian secara hukum yang telah ia sepakati dulu bersama Julian.


Mau tak mau Vale harus berpisah dan pasrah saat Julian tetap menginginkan Elenor. Sebagai seseorang yang punya hak asuh penuh atas Elenor, membuat Vale tidak punya kuasa untuk merebut hak asuh Elenor pada saat itu.


Dan Vale mengalah dan menerima kenyataan itu. Saat Vale ikhlas memberikan bayinya pada Julian ia sebenarnya tidak benar-benar memberikan bayi nya tapi Vale hanya menitipkan Elenor pada Julian. Dan Vale berniat dan juga bertekad untuk berjuang berkuliah keluar negeri demi bisa memberikan yang terbaik untuk putrinya suatu saat nanti.


Elenor bagi Vale adalah sebuah lambang keikhlasan dan cinta.


Dulu, dia sempat merendahkan diri pada Julian, seseorang yang sangat ia cintai. Ia menjadi wanita paling rendah mungkin di hadapan Julian. Selalu menggoda Julian dengan segala cara agar pria itu dulu bisa luluh dan menerima nya.


Tapi setelah berbagai penolakan lembut yang Julian lakukan. Vale tidak lagi ingin mengemis cinta pria dewasa itu.


Dan setelah Elenor lahir dan putri nya itu beranjak besar, Vale sadar. Jika seorang perempuan itu layak untuk di cintai dari pada mencintai dan merendah diri.


Oleh sebab itu, Vale saat ini belum berkeinginan membuka hati nya untuk orang lain. Karena keberadaan Elle sudah sangat menyita perhatiannya.


Vale merasa sangat bahagia. Dan dunianya sudah cukup bahagia bersama Elenor.


🍁🍁🍁🍁🍁


Setelah puas mengagumi dan menghayati keberadaan Elenor di hidungnya. Vale kemudian pergi ke kamar mandi untuk membersihkan diri.

__ADS_1


Setelah selesai dari kamar mandi. Vale kemudian bersiap-siap.


Ia mengenakan pakaian kantornya dan mempersiapkan diri untuk pergi ke puncak pada hari itu.


Setelah dia selesai bersiap-siap, Vale kemudian meraih ponselnya dan mengirimkan pesan pada Julian.


"Julian, sebaiknya kau membawa sopirmu untuk di ajak ke puncak. Agar kita tidak berduaan saja ke sana. Bawalah sopirmu dan biarkan dia yang menyetirnya." tulis Vale dalam pesan singkatnya untuk Julian.


Dan tak lama, Julian langsung membalas pesan singkat Vale.


"Oke, aku akan membawa sopir ku" balas Julian.


🍁🍁🍁🍁🍁


Tempat pukul 05.30 pagi Julian sudah sampai di rumah Valerie. Begitu Julian sampai di depan rumah Vale. Julian langsung turun dari mobil dan dia mengetuk pintu rumah Vale.


Vale yang kala itu terlihat sangat segar, cantik dan wangi, sejenak membuat Julian terkesima.


Seorang wanita karier yang luar biasa, seorang single mother yang mempesona.


"Mau masuk?" tanya Vale pada Julian, karena Julian hanya diam saja melihat dirinya.


"Elle masih tidur di kamar ku. Dia tidak mau tidur di kamarnya sendiri jika berada di rumah ku. Jadi kami tidur bersama." ujar Vale sambil masih membereskan beberapa file pekerjaan kedalam tas kerjanya.


"Oya, bolehkan aku melihat Elle sebentar?"


"Tentu."


Julian kemudian melangkahkan kakinya menuju kamar Valerie. Membuka pintu kamar dengan pelan dan kemudian Julian berjalan mendekat ke arah Elenor yang memang masih meringkuk tertidur pulas ke ranjang.


Julian kemudian membungkukkan badannya dan mencium kepala Elenor dengan sayang.


"My lovely princess." desis Julian pada Elenor sambil mencium pipi putrinya sekali lagi. Setelah itu julian kembali ke ruang tamu.


"Elle sudah tau kan kita akan pergi?" tanya julian pada Valerie.


"Dia sudah tau, sudah ada baby sister yang akan menjaganya. Usahakan urusan kita cepat selesai. Karena aku tidak mau sampai harus menginap di hotel." ujar Vale.


"Aku harap juga kita tidak menginap. Kalau begitu, kita berangkat sekarang."

__ADS_1


Setelah berpesan pada seorang babysister untuk menjaga Elenor. Valerie dan juga Julian kemudian bergegas untuk masuk kedalam mobil yang sudah siap untuk mengantarkan mereka ke puncak Bogor.


Vale dan Julian duduk bersama di kursi penumpang bagian belakang. Dan sang sopir kini melajukan mobil untuk menuju lokasi yang akan dituju.


Setelah menempuh kurang lebih 3 jam perjalanan. Julian dan juga Vale kini telah tiba di proyek. Sesampai di sana mereka langsung di sambut oleh Manager perusahaan Julian Corp.


Karena pada saat itu mereka belum sempat sarapan. Sang manager pun telah menyiapkan sarapan untuk Julian dan juga Vale.


"Mau roti dengan selai blueberry?" tanya Julian pada Vale. Yang saat itu sedang meminum segala jus jeruk yang telah di siapkan seorang pelayan.


"Aku sudah tidak menyukai roti itu, sudah sangat lama." jawab Vale, menolak pemberian Julian. Sebuah roti dengan selai blueberry kesukaannya dulu.


"Iya kah?" selidik Julian sambil tersenyum manis pada Vale. Dan akhirnya dia memakan sendiri roti tersebut.


"Aku sudah lebih baik." sahut Vale sambil tersenyum manis penuh kemenangan.


Julian pun kembali tersenyum ke arah Vale dan menganggukkan kepalanya.


"Kau memang terlihat berbeda Vale. Tapi aku kadang merindukan sifat ke kanak kanakan mu. Aku ingat bagaimana dulu kamu sering manja dengan ku. Hal itu membuat aku, menjadi seorang lelaki yang sangat penting untuk mu."


"Itu dulu, jangan lagi bicarakan masa lalu please." keluh Vale sambil menyuapkan satu sendok nasi goreng ke mulut nya.


Mendengar itu, Julian kembali terkekeh.


"You look so amazing sekarang Vale." puji Julian.


"Setiap orang pasti akan merubah Mr. Apa lagi diri ku. Seorang yatim-piatu yang miskin dan punya seorang putri yang cintanya dulu di tolak dan mengharuskan dia berjuang untuk menyembuhkan luka luka hati dan kekecewaannya. Itu tidak mudah Mr Julian Alexander. Tapi aku sadar diri Mr, cinta tak bisa di paksakan" ucap Vale sambil menengok ke arah Julian yang sejak tadi memperhatikannya.


"Dan jika aku berhasil pada akhirnya saat ini. Itu karena usaha keras ku membunuh rasa cinta ku terhadap mu, dengan tertatih-tatih. Dan aku bangga dengan diri ku sekarang. Aku sudah mengubur cinta dan perasaan ku terhadap mu dalam dalam. Tapi aku tidak akan lupa dengan segala kebaikan dan juga kebijaksanaan mu. Dari mu aku melahirkan seorang putri yang sangat cantik. Seorang bayi yang awalnya akan membuat ku hidup nyaman bergelimang harta. Tapi pada akhirnya aku sadar, aku hanya akan menjadi ibu paling buruk di dunia jika aku menukar bayi ku dengan harta benda. Oleh karenanya, aku mengembalikan semua pemberian mu. Dan sekarang setelah semua berlalu. Kita tetap bisa jadi teman dan menjadi orang tua yang baik untuk anak kita, Elenor Valencia Alexander." tutur Vale dengan lugas.


Julian hanya bisa termangu menatap Valerie. Julian tak menyangka. Jika gadis lugu periang dan bar bar yang dulu pernah ia kenal. Kini telah bertransformasi menjadi sosok wanita yang independen, tangguh dan juga mandiri.


Elenor




__ADS_1


__ADS_2