Rahim Bayaran Mr Julian Alexander

Rahim Bayaran Mr Julian Alexander
Konfrontasi hati Julian.


__ADS_3

Bali


Meeting siang itu berlangsung di hotel tempat Jenna dan Julian menginap.


Jenna dan juga Julian selaku pemimpin rapat, bergantian memaparkan dan menjabarkan berbagai hal mengenai proyek yang saat ini sedang berjalan di Bali di hadapan para rekan bisnis yang saat itu hadir.


Peserta rapat yang hadir di ruangan itu nampak menyimak dengan serius persentase yang sedang Jenna lakukan.


Dengan lugas dan penuh percaya diri berdiri, di samping proyektor, Jenna mempresentasikan semua hal yang penting dalam rapat.


Jenna menjelaskan dengan detil berbagai keuntungannya yang bisa di dapatkan oleh para pemegang saham jika pemasaran proyek apartemen di Bali berjalan dengan sukses.


Dan di kursi ia duduk, Julian semakin di buat terpukau dengan pesona Jenna Shamanta yang makin membuat dirinya tajub dan makin terobsesi.


Setelah meeting selesai, Jenna dan Julian keluar dari ruang rapat dan bersiap kembali untuk pergi meninjau proyek.


Dengan diantar oleh seorang driver. Mereka akan pergi mengunjungi lokasi pembangunan apartemen yang berlokasi tak jauh dari hotel tempat mereka saat ini menginap.


Selama berada di dalam mobil, Jenna masih saja terlihat sibuk dengan laptop yang ada di pangkuannya. Jenna masih saja terlihat sibuk mengerjakan sesuatu di laptopnya.


Sedangkan Julian sendiri, duduk santai di samping Jenna sambil menikmati perjalanan menuju lokasi.


Julian sesekali melirik ke samping ke arah Jenna.


Entah kenapa, keberadaan Jenna yang ada di sampingnya, membuat Julian ingin sekali mengajak wanita lajang itu mengobrol. Dan akhirnya, Julian pun bersuara.


"Kamu terlihat sibuk sekali Jen." Tanya Julian berbasa-basi.


"Aku hanya karyawan biasa, aku bukan bos seperti dirimu Pak Julian." jawab Jenna tenang, sambil tetap menfokuskan padanganya ke arah laptop. Julian kemudian tertawa getir, ketika dirinya ternyata malah di acuhkan oleh Jenna.


"Sebenarnya kau bisa saja menjadi bos dan aku bisa juga menjadikanmu bos." ucap Julian, yang kemudian membuat Jenna sedikit tercenang dengan perkataannya itu.


"Apa maksud anda?" tanya Jenna tak paham.


"Jika saja dulu kau menerima tawaranku. Mungkin sekarang kamu sudah jadi bos." ucap Julian lagi dan semakin membuat Jenna tak mengerti.

__ADS_1


"Excuse me, saya kurang paham dengan maksud anda. Bicaralah ke intinya."


"Jangan terlalu naif Jen," ujar Julian, yang sepertinya memang sengaja membuat Jenna marah dan sebal padanya.


"Sebenarnya anda ini membahas apa? Anda membahas masalah pekerjaan atau membahas masalah pribadi! Bukankah kita tidak pernah punya urusan pribadi?" seru Jenna dengan nada suara tegas.


"Kita punya urusan pribadi Jen." Julian mengingatkan.


"Yang mana?" Tanya Jenna bigung.


"Tentang tawaran ku beberapa waktu lalu untuk mu, kau ingat! Sepertinya kau sudah berpikir buruk tentang ku. Padahal kamu belum mendengarkan cerita ku secara keseluruhan." jelas Julian.


"Oh, soal itu." ucap Jenna enteng.


"Apakah kau masih berpikir buruk tentangku?" tanya Julian.


"Soal itu kita bicarakan nanti saja ya Pak. Aku harus mengirim segera laporan tentang rapat tadi pada Bu Andrea. Dia sedang menunggu laporan itu saat ini." ujar Jenna berkilah, mencobanya mengindari pembahasan yang menurut Jenna tidaklah penting.


Merasa tidak di gubris oleh Jenna, membuat Julian sedikit jengkel.


di lain sisi ada Valerie yang menawarkan cinta untuk dirinya, tapi cinta itu tidak bisa dia terimanya.


Karena ia tidak mau memaksakan sesuatu yang memang tidak sehati dengannya.


Dan di sisi lain, Julian kini tertarik dengan Jenna, tapi justru wanita itu cuek.


Bahkan sampai membuat Julian sedikit menahan emosi.


Saat bersamaan Andrea saja Julian tidak pernah di perlakukan secuek itu.


Aku menyukai mu Jen, aku harus bisa mendapatkan diri mu.


Entah dengan cara apa aku bisa menaklukkan mu. Aku akan lakukan apapun demi bisa memiliki diri mu.


Sempat aku berfikir bahwa aku tidak akan bisa jatuh cinta lagi, ternyata aku salah. Aku tertarik dengan mu Jenna Shamanta. Kau tak akan lepas dari jangkauan ku.

__ADS_1


Desis Julian dalam hati, yang tiba-tiba menjadi begitu terobsesi dengan Jenna Shamanta.


🍁🍁🍁🍁🍁


Jakarta


Valerie yang saat itu baru saja pulang dari kuliah, mencium bau sedap yang seketika langsung membuat dirinya lapar.


Saat dia mengikuti asal bau sedap itu, ternyata bau sedap tersebut berasal dari dapur.


"Bik, masak apa? Sepertinya lezat sekali." ujar Valerie yang kini sudah berdiri di samping Naina yang kala itu sedang memasak di dapur.


"Eh, non Vale, sudah pulang non." sapa Naina ramah.


"Aku baru saja datang Bik, dan mencium bau lezat." ucap Vale yang orangnya sangat humble dan sekarang sangat akrab dengan kedua asisten rumah tangganya.


"Non Vale tunggu sebentar ya, sebentar lagi semua masakan ini akan siap di meja makan. Non bisa tunggu dulu di ruang depan. Tuan Julian sudah berpesan pada ku, harus selalu memaksakan masakan yang lezat untuk nona." ujar Naina.


Mendengar nama Julian di sebut, membuat Vale teringat dengan suami kontaknya itu.


Sibuk dengan tugas kuliah membuat Vale lupa untuk menyapa Julian yang kini sedang berada di Bali.


"Oke Bik, aku tunggu di ruang depan ya!" seru Valerie.


Menjadi orang kaya mendadak ternyata tidak mengubah sifat Valerie. Dia tetap bersikap biasa, humble dan ceria.


Sorry telat up 🙏♥️💐 happy Sunday, have a nice day


Valerie




__ADS_1


__ADS_2