
Mata Valerie membulat sempurna dengan mulut ternganga ketika ia mengetahui hasil percobaan pertama tes untuk kehamilannya saat itu.
Valeri tidak percaya jika kini dirinya sedang berbadan dua.
Padahal dia baru menikah dan berhubungan badan dengan Julian tak kurang dari 2 minggu. Karena pikiran masih terlalu polos sehingga bagi dirinya itu sangat cepat baginya untuk hamil.
Saat mengetahui dirinya berbadan dua, Valerie tidak tahu harus berekspresi apa.
Apakah harus senang dengan keberadaan janin yang ada di dalam rahimnya. Atau dia cukup bangga saat dia mengetahui hamil dan janin yang ada di dalam rahimnya saat ini telah berhasil membuat dirinya memiliki segalanya.
Dua perasaan itulah yang kini sedang berkecamuk di dalam pikiran Valeri.
Bahagia sejati atau hanya bahagia semu.
Tapi, jauh di lubuk hatinya yang paling dalam. Hal itu membuatnya merasa bingung dengan apa yang ia rasakan.
Berlalu dari kamar mandi, Valerie kemudian melangkah ke arah ranjang.
Beberapa saat dirinya hanya duduk diam di sana. Meresapi sesuatu yang membuat hati, pikiran dan jiwanya tidak singkron.
Ini bukan tentang perasaan cinta nya pada Julian. Akan tetapi pergolakan batinnya dengan janin yang ada di rahimnya saat ini.
__ADS_1
Entah apa yang dia pikirkan, dia pun tidak tahu.
Padahal jika dipikir-pikir, seharusnya Vale bahagia karena dia sudah berhasil hamil dan apa yang menjadi impiannya untuk bisa hidup lebih baik dari pemberian Julian kini sudah terwujud.
Dia hanya tinggal menunggu kurang lebih 9 bulan untuk melahirkan anak pesanan Julian Alexander.
Setelah itu ia akan memberikan bayi itu kepada Julian Alexander.
Dan dia bisa pergi menikmati apa yang sudah ia usahakan.
Tapi apakah benar seperti itu?
Tak tahan dengan berbagai kegundahan yang kini Valeri rasa.
Dia mengetik tentang kehamilan di mesin pencarian itu. Dan berbagai macam ulasan seputar kehamilan ia baca dengan seksama dan teliti.
Kemudian Vale pun mengetik lagi pencarian tentang semester pertama kedua dan ketiga masa-masa kehamilan.
Setelah ia membaca ulasan-ulasan yang ada di sana. Vale kembali di buat tajub. Ternyata orang hamil itu akan mengalami berbagai macam hal dan juga berbagai macam perasaan yang tak bisa di ungkapkan.
Apa lagi di tambah saat ia melihat berbagai gambar gambar janin yang ada di mesin pencarian tersebut.
__ADS_1
Di sana Vale bisa melihat secara lengkap berbagai gambar janin saat masih berusia 1 minggu sampai dengan 43 Minggu dengan berbagai bentuk.
Dan entah kenapa seketika membuat hati Vale menghangat. Dan spontan ia menyentuh perutnya yang masih rata itu.
Karena belum pernah mengalami bagaimana rasanya orang hamil dan mengalaminya sendiri. Membuat Vale belum begitu merasakan chemistry terhadap janin milik Julian yang kini sedang tumbuh di rahimnya.
Beberapa saat setelah ia terbawa suasana hati yang campur aduk. Terpikir olehnya untuk segera memberitahu perihal kehamilan pada Julian.
Karena berita itulah yang sangat ditunggu-tunggu oleh Julian.
Julian Pasti akan sangat senang jika mendengar dirinya sudah hamil.
Valerie kemudian mencari kontak nomor ponsel suami kontraknya. Dan ia berniat ingin memberitahukan tentang kehamilannya.
Sesaat setelah ia sudah menemukan kontak Julian. Entah kenapa tiba-tiba Vale mengurungkan niatnya untuk memberitahu berita kehamilannya pada pria yang juga ia cintai itu.
Meletakkan kembali ponselnya di atas tempat tidur, Valerie berfikir, dia tidak ingin terburu-buru untuk memberitahu Julian.
Akhirnya dengan penuh rasa gundah yang kini sedang melanda dirinya. Valerie memilih untuk pergi ke kamar mandi dan berniat untuk berendam air hangat. Untuk membuat dirinya rilex.
Nih, tak kasih up lagi 😁🤭 biar pada tau isi hati Valerie. Insyaallah aku up lagi part Jenna Julian yang tadi pada saling ancam 🤭🤭
__ADS_1