Rahim Bayaran Mr Julian Alexander

Rahim Bayaran Mr Julian Alexander
Harapan Valerie, Kedekatan Julian dan Jenna


__ADS_3

Jakarta


Sambil menunggu makanannya siap. Valerie kemudian berjalan ke ruang tengah untuk bersantai. Di sebuah sofa pajang dan empuk, Vale merebahkan tubuhnya di sana.



Sambil memegang ponsel yang ada di tangannya, Vale berniat untuk menghubungi Julian. Hatinya tiba tiba merasakan rasa rindu pada pria dewasa itu.


Sudah hampir dua malam ini, dirinya tidak tidur di samping suami kontraknya.


Dan hal itu rupanya membuat hati Vale merasa kosong.


Apalagi di tambah hampir setiap malam dia selalu bercinta dengan pria bernetra abu abu tersebut.


Wangi tubuh Julian, nafas pria itu dan bagaimana peluh keringat Julian yang bercampur dengan keringatnya sudah menjadi candu untuk Vale.


Vale pikir dia bisa bersikap profesional dalam bisnis rahim bayaran yang ia setujui. Tapi ternyata ada jebakan perasaan yang ia alami saat ini yang membuatnya tidak berdaya.


Jebakan perasaan yang ia ciptakan sendiri. Perasaan suka yang ia tidak bisa hindari. Dan mencintai tanpa dia bisa cegah.


Justru Vale membiarkan dirinya menantang perasaan nya pada Julian. Seolah-olah sudah siap untuk terluka.


Akan tetapi dia tidak perduli itu. Yang ia rasakan saat ini adalah perasaan bahagia saat bersama Julian.


Perasaan penuh sukacita dan juga gairah yang membuatnya terbakar melayang penuh akan kenikmatan batin saat mereka sedang bercinta.


Bukankah seksual adalah kebutuhan paling dasar yang bisa membuat perasaan seseorang menjadi bahagia selain perhatian.


Dan hal itulah yang Vale rasakan pada Julian.


Di tambah kedewasaan dan sikap lembut yang selalu Julian hadirkan pada Vale.

__ADS_1


Vale merasa di sayangi oleh Julian. Meski dia tau sayang itu bukanlah sayang cinta. Tapi bagi Valerie di sayang Julian seperti itu sudah membuat dia senang dan berharga.


"Kira kira sedang apa kau di sana Mr." ujar Vale berguman sendiri.


Kemudian dia mencari kontak nomer Julian di ponselnya dan menuliskan sebuah pesanq.


*Mr, sedang apa? Tidak kangen dengan ku 😬*


Begitulah pesan yang Vale kirimkan pada Julian.


*Hai Vale, aku sedang berada di lokasi proyek. Tentu aku rindu my kangguru. Tapi ingat, aku rindu sebagai seorang yang sayang pada mu.*


Tanpa Vale duga, Julian membalas pesannya dengan cepat, hal itu membuat Vale tersenyum.


*Ah Mr, kau sudah membuat ku ingin bercinta dengan mu saat ini juga. Tapi sayang kau jauh.* balas Valerie.


*Aku bercinta dengan mu hanya demi bisa mendapatkan keturunan Vale. Demi kau biar cepat bisa hamil. Setelah kau hamil aku tidak akan menyentuh mu lagi* balas Julian


🍁🍁🍁🍁🍁


Bali


"Kau terlihat bahagia." suara Jenna yang terdengar lembut mengalihkan perhatian Julian yang sejak tadi terfokus pada ponselnya.


Julian kala itu sedang membalas pesan dari Valerie.


"Oh, apa kau sedang memperhatikan aku diam-diam." ledek Julian sambil menaruh ponselnya ke saku celana.


"Sepertinya kau sudah move on dari Bu Andrea." Jenna tidak menjawab pertanyaan Julian, justru ia bertanya hal lain.


"Bersama Andrea sudah tidak mungkin. Aku memang sudah move on dari Andrea. Dan sepertinya sekarang aku beralih mencintai sekertarisnya." ujar Julian tegas dan jelas.

__ADS_1


Penyataan itu sontak saja membuat Jenna terperanjat. Jenna tidak mengira ternyata Julian menyukainya.


Bukannya ingin berbesar kepala, tapi Jenna merasa tersanjung dan juga perasaan menghangat ketika Julian menyatakan perasaannya terang terangan.


Akan tetapi Jenna berpura pura bersikap inplusif.


"Jangan suka tebar pesona Pak Julian Alexander." tanggap Jenna.


Julian kemudian terkekeh kecil, kemudian dia berjalan beberapa langkah mendekati Jenna.


"Kau tak percaya." ucap Julian yang kini sudah berdiri tepat di hadapan Jenna.


"Aku tidak yakin. Biasanya seseorang pria yang sangat mencintai seseorang wanita dengan waktu yang lama. Akan sangat butuh waktu untuk move on. Dan aku tidak yakin jika anda secepat itu melupakan Bu Andrea."


"Kau terlalu defensif Jen, jangan terlalu keras pada diri mu sendiri. Kau sudah umur, jangan terlalu santai dengan kesendirian mu. Pikirkan teman hidup, kau perlu pendamping. Sudah saatnya kau memikirkan sosok seorang suami yang bisa memberikan kebahagiaan dan perlindungan." Julian mencoba memberikan gambaran tetang sebuah komitmen.


"Jangan mengajari ku Pak, saya tau apa yang terbaik untuk diri ku sendiri." ujar Jenna seperti biasa dengan nada ketus.


"Lalu bagaimana dengan anda. Aku jadi penasaran, kenapa anda sering di tinggalkan oleh pasangan anda. Jangan jangan," Jenna kemudian terdiam, tak melanjutkan kata-katanya.


"Jangan jangan apa Jen?" tanya Julian dengan nada suara tegas dan tatapan mata tajam terarah ke wajah Jenna.


"Anda tidak gentleman!"


What......Awas Lo Jen, hati hati. Jangan lupa like dan komentar ya guys, terimakasih sudah mengikuti cerita ini....besok jangan lupa vote jika berkenan, ngk maksa 😬🤭🤗🥰💐♥️ love you all 💐♥️


Jeenna Shamanta



Julian

__ADS_1



__ADS_2