Rahim Bayaran Mr Julian Alexander

Rahim Bayaran Mr Julian Alexander
Season 2 New life begins : Bekerja + Quality time bersama demi Elenor


__ADS_3

Pagi-pagi sekali Julian sudah sampai di rumah Valerie. Bahkan saat itu, waktu masih menunjukkan pukul 06.00 pagi.


Tapi pria dewasa berwajah tampan itu telah sampai di rumah Vale dengan sudah berpakaian rapi.


"Pagi Vale." sapa Julian ramah seperti biasa pada Valerie. Begitu Vale membukakan pintu rumah untuk dirinya.


"Pagi, jam berapa ini. Kamu sudah sampai di sini." ujar Vale bertanya.


"Sekarang jam enam pagi. Untuk menghindari kemacetan, aku ingin kita berangkat sekarang. Apa Elle sudah bangun?"


"Dia masih tidur di kamar ku, semalam kami tidur bersama. Silahkan masuk." ucap Valerie, mempersilahkan Julian untuk masuk.


Julian pun kemudian masuk kedalam rumah. Setelah Julian masuk, Vale pun segera menutup pintu rumahnya kembali.


Ketika itu Vale masih mengenakan gaun malamnya dan bertelanjang kaki.


Tidak ingin menjadi perhatian Julian, Vale kemudian mempersilahkan Julian untuk menunggunya di ruang tamu.


"Silahkan duduk, aku akan mandi dan membangunkan Elle." ucap Vale, yang kemudian meningalkan Julian di ruang tamu.


"Oke," jawab Julian, sambil melepaskan jaketnya dan meletakkannya di sofa.


Dan Julian sepertinya sengaja memperhatikan Vale, yang kala itu baru saja berlalu darinya.


Julian nampak melayangkan pandangannya ke arah Valerie yang ketika itu sedang berjalan menuju kamarnya.


Dan ia pun tersenyum ketika melihat tubuh Valerie dari belakang, yang dalam ingatannya begitu seksi dan selalu menggodanya dulu.


🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁


Tak lama kemudian, Vale dan Elenor keluar dari kamar dengan sudah berpakaian rapi.


Begitu melihat Julian sudah berada di ruang tamu. Elenor langsung menghambur dirinya ke arah Julian.


"Papa!" seru Elle, yang kemudian langsung merangkul leher sang Papa.


"Hai gadis Papa yang cantik. Hari ini Papa akan mengajak Elenor ke suatu tempat. Papa yakin, Elenor pasti akan suka." Ucap Julian pada Elenor yang ketika itu sudah duduk manja di pangkuannya.


"Kita ke sana untuk urusan pekerjaan Julian. Jangan berikan harapan pada Elenor jika waktu nya tidak memungkinkan." ucap Vale memperingatkan.


"Aku akan mengatur waktunya. Makanya kita bersiap sekarang. Kebun binatangnya tidak jauh dari lokasi villa nya."


"Elle lapar, setidaknya dia sarapan dulu. Ada roti tawar dan susu segar di lemari pendingin." ucap Vale.


"Aku juga lapar, Vale. Kau tidak menawari ku?" goda Julian, tapi Vale tidak menanggapi.


Mereka bertiga kini menuju ruang makan dan bersarapan bersama.


Setelah selesai bersarapan, Julian langsung bergegas ke mobil untuk bersiap-siap.


Julian menyiapkan sebuah car seat untuk Elenor. Julian sangat savety dan protektif ketika anak anak nya berada didalam mobil. Apa lagi akan dalam perjalanan jauh.


Setelah semua siap, Elenor naik ke mobil dan duduk di car seat yang sudah di siapkan Julian di kursi belakang.

__ADS_1


Julian dengan sangat teliti memasangkan seat belt untuk Elenor.


"Elenor kita akan menempuh perjalanan sedikit jauh, jika kau ingin buang air kecil, bilang sama Papa"


"Iya Papa." jawab Elenor dengan manis.


"Aku akan duduk di belakang menemani Elenor." ucap Valerie, yang kemudian membuka pintu mobil bagian belakang dan duduk di samping Elenor.


Setelah semua siap, Julian langsung mengendarai mobilnya menuju Bogor. Untuk keperluan meninjau villa dan melakukan pertemuan antara Vale dengan manager perusahaan Julian yang dia sana.


Setelah menempuh beberapa jam perjalanan. Kini mereka telah sampai di kota Bogor, tepatnya di proyek pembangunan Villa.


Sesampainya di sana Vale yang punya keperluan untuk meeting pun langsung bertemu dengan manager perusahaan milik Julian.


"Elle sama Papa dulu ya. Mommy ada sedikit pekerjaan." ucap Vale pada Elenor, kemudian Elenor pun bergegas untuk bersama Julian.


Julian kemudian mengajak Elenor untuk berkeliling di area Villa. Sedangkan Vale sendiri sedang meeting bersama manajer perusahaan Julian untuk membahas tentang kelanjutan kerja sama yang sudah di sepakati.


Setelah selesai dengan semua urusan pekerjaan. Julian memenuhi janjinya pada Elenor untuk mengajak sang putri ke sebuah kebun binatang.


Dan lokasi kebun binatangnya juga tidak jauh dari lokasi villa.


🍁🍁🍁🍁🍁


Sesampai mereka di lokasi tempat wisata. Nampak begitu jelas terlihat, Elenor begitu bahagia.


Elenor sangat senang melihat berbagai macam binatang yang ada di sana.


Julian dan juga Vale mengikuti saja kemanapun Elenor ketika itu berjalan.


"Lihatlah, Elle nampak senang sekali." ucap Julian yang berjalan di samping Vale, sambil memperhatikan Elenor yang saat itu sedang asik mengamati berbagai satwa yang ia liat.


Setelah puas berkeliling melihat berbagai macam binatang. Julian kemudian mengajak Elenor dan juga Vale untuk makan siang di sebuah restoran cepat saji yang ada di sana.


Julian kemudian memesankan Vale dan juga Elenor makanan.


Setelah makanan pesanannya siap. Julian kemudian membawa kan makanan itu ke meja di mana Vale dan Elenor sudah menunggu.


Mereka pun duduk satu meja menikmati makan siang bersama kala itu.


Aura kebahagiaan menyelimuti wajah Elenor. Dia sangat senang sekali ada Papa dan juga Mommy nya di sampingnya.


"Papa, Mommy, Elle sangat senang sekali, bisa bersama Papa dan Mommy seperti ini. Kenapa dulu kalian tidak bersama?" Elenor bertanya dengan polosnya.


Dan sontak saja, ucapkan Elenor membuat Julian dan juga Vale saling beradu pandang.


Baik Julian dan Vale menyadari, mereka bukanlah orang tua yang sempurna. Yang tidak bisa memberikan kebahagiaan untuk putrinya dengan kebersamaan mereka bersama.


"Elle, meskipun Papa dan Mommy tidak bersama. Papa dan Mommy akan selalu berusaha ada untuk Elenor. Seperti saat ini, Elle bisa merasakan kebersamaan Papa dan Mommy kan. Jadi, Elenor tidak akan kehilangan momen bersama Papa dan Mommy" jelas Julian pada Elenor dengan lembut.


"Elle mengerti Papa." jawab Elenor lembut, kemudian ia mengembangkan senyumnya.


Elenor kemudian menggenggam tangan Valerie di tangan kirinya dan dengan bersamaan, Elenor juga menggenggam tangan Julian di tangan kanannya.

__ADS_1


"Aku sayang Papa dan Mommy." ucap Elenor.


Tidak mampu untuk menyembunyikan rasa harunya, Vale kemudian memeluk Elenor.


"Mommy lebih lebih sangat mencintai mu Elenor." ucap Vale yang kemudian memberikan kecupan sayang pada kening dan kedua pipi Elenor.


Setelah mereka selesai makan di sebuah restoran cepat saji. Mereka bertiga keluar restoran dengan posisi Elenor berada di antara Vale dan Julian.


Elenor masih mengandeng tangan Julian di sisi kiri dan mengandeng tangan Vale di sisi kanan.


Baik Vale dan Julian hanya bisa pasrah untuk menuruti apapun yang putri mereka mau.


"Mommy, aku ingin boneka itu." ujar Elenor, sambil menunjukkan arah pandangannya ke sebuah stand penjual boneka.


"Boleh, Elle pilih saja boneka mana yang Elle suka, Mommy akan belikan untuk Elenor."


Elenor kemudian berlari menuju stand penjual boneka tersebut. Vale dan Julian pun mengikuti.


"Aku ingin boneka ini Mommy." ujar Elle menunjuk ke sebuah boneka berbentuk pinguin.


"Oke, Mommy akan belikan boneka itu untuk mu." ucap Vale yang kemudian mengambil dompetnya dari dalam tas.


"Boneka ini juga bagus Elle, lihatlah ini sangat lucu." ucap Julian yang kemudian menyodorkan Elenor sebuah boneka binatang berbentuk kangguru.


Valerie yang melihat itu langsung melotot dengan tajam ke arah Julian.


"Julian, not funny." protes Vale. Dan Julian justru malah terkekeh.


"Ini hanya sebuah boneka kangguru Vale, kau pikir apa?"


"Aku juga suka ini Papa, lucu." ucap Elenor, yang kemudian mengambil boneka kangguru itu dari tangan Julian. Vale hanya bisa mendesah pasrah.


"Yes, sekarang aku bisa memeluk kedua boneka baru. Boneka pinguin dari Mommy dan boneka kangguru dari Papa. Thanks you Papa, thanks you Mommy." ucap Elenor senang.


"Apakah kau sengaja memberikan boneka itu untuk Elenor." tuduh Vale pada Julian. Julian pun terkekeh.


"Kau lupa, atau, kau justru tak bisa melupakan bagaimana kau dulu sering menempel pada ku seperti kangguru." tuduh Julian.


"Jangan bicarakan masa lalu Julian. Aku sudah melupakan semuanya. Kau mungkin yang tidak bisa move on dari ku. Ingat, kau sudah punya istri. Jangan buat Jenna cemburu pada ku. Aku tidak suka bila nanti ada yang menuduh ku, aku seorang pelakor." ujar Vale tegas.


Ketika mereka berjalan di belakang Elenor yang nampak asik bermain dengan kedua boneka baru nya.


"Jenna sangat pengertian Vale."


"Seberapapun besarnya rasa pengetianya seorang wanita, pasti dia juga punya rasa cemburu julian."


Mendengar itu, Julian hanya diam.


"Papa, aku ingin naik itu." ucap Elle, menunjuk sebuah wahana permainan komedi putar.


Elle ingin naik wahana itu bersama Vale. Vale pun akhirnya menemani Elenor untuk menaiki wahana tersebut.


Julian yang ketika itu menyaksikan Vale dan Elenor nampak asik menaiki wahana, secara spontan. Julian mengambil ponselnya dan mengabadikan moment tersebut di ponselnya.

__ADS_1


Setelah itu, tak lama kemudian, mereka kembali ke mobil dan bersiap untuk pulang.


Sekian dulu ya 🙏


__ADS_2