Rahim Bayaran Mr Julian Alexander

Rahim Bayaran Mr Julian Alexander
Dua wanita di hati Julian


__ADS_3

"Andrea tolong berikan ini pada Jenna. Ini minuman cokelat panas. Bilang padanya jangan suka marah marah nanti cepat tua." ujar Julian menitipkan sebuah minuman cokelat panas untuk di berikan pada Jenna.


Ia menitipkan minuman itu pada Andrea, saat Julian hendak pergi.


"Oke, akan aku berikan pada Jenna. Ingat pesan ku Julian, jika kau serius dengan nya. Jangan buat dia kecewa. Aku sayang pada Jenna, dia itu pekerja keras, profesional dan banyak lagi kelebihan yang ia miliki yang membuat aku sangat menyukainya." pesan Andrea pada Julian, saat tadi mereka sempat membicarakan soal Jenna.


"Aku akan mendekatinya dengan cara baik baik, kau tenang saja." jawab Julian sambil tersenyum tipis seperti biasa.


"Semoga usaha mu berhasil." ujar Andrea menyemangati Julian.


"Salam untuk suami mu Reyhan, Isabella dan juga Alden dan di jaga kandungan mu juga."


"Terima kasih untuk perhatiannya Julian. Aku akan sampaikan juga salam mu pada mereka."


Setelah itu, mereka pun berpisah.


🍁🍁🍁🍁🍁


Julian kembali ke penthouse ketika waktu sudah masuk tengah malam.


Kedatangan Julian masih di sambut oleh Aise, asisten rumah tangga yang berumur hampir 60 tahun itu menyapa dan menawarkan Julian makan malam.


"Apa Tuan mau makan sesuatu." tanya Aise.


"Tidak Bik, aku sudah makan. Apa Valerie sudah makan malam tadi." tanya balik Julian.


"Non Valerie sudah makan Tuan."


"Kembali jam berapa dia dari kuliahnya?"


"Sore tadi sekitar jam 4 Tuan, Non Vale orang baik ya Tuan. Dia pulang membawakan kami banyak makanan." ujar Aise memuji Valerie.


"Istriku memang baik, tolong jaga dia ya Bik. Jika aku sedang tidak ada di Penthouse ini."

__ADS_1


"Siap Tuan, saya akan jaga Non Vale."


"Terimakasih Bik, beristirahatlah, sudah larut dan selamat malam."


"Selamat malam juga Tuan Julian."


Seusai berbincang sebentar dengan asistennya, Julian kemudian naik ke lantai dua Penthouse. Julian langsung berjalan menuju kamarnya.


Begitu ia membuka pintu kamar, ia melihat Valerie sudah tertidur pulas di ranjang mereka. Julian yang terlihat sedikit letih sehabis lembur di kantor kemudian menaruh jas nya ke sofa yang ada di kamar itu.


Setelah itu, Julian berjalan ke arah Valerie sambil melepaskan satu persatu kancing bajunya.


Julian melepaskan kemejanya sambil berdiri memandangi wanita yang sudah satu Minggu ini sah menjadi istrinya.


Saat Julian akan ke kamar mandi, ia menoleh lagi ke arah Valerie.


Pandangan mata Julian membelalakkan, ketika ia melihat Valerie yang saat itu sedang bergerak miring ke arahnya. Menampakkan belahan dadanya yang begitu padat dan berisi.


Belahan dada itu nampak menyembul. Kulit Vale yang putih sangat kontras dengan pakaian seksi yang ia kenakan pada saat itu.


Dalam hati, Julian terpesona melihat tubuh seksi Vale.


Yang memang dia mengakui, bahwa tubuh wanita yang sudah sah menjadi istri nya itu memang benar-benar seksi.


Bahkan Julian pun mengaku puas ketika ia sedang bercinta dengan wanita bertubuh sintal yang ia pandangi saat ini.


Setelah melakukan hubungan seksual satu dan dua kali bersamanya, Vale ternyata cukup pintar untuk menyerap semua hal hal yang Julian ajarkan.


Bahkan Vale sudah berani mengodanya di beberapa malam terakhir.


Setelah beberapa menit mengagumi sosok Valerie, Julian kemudian masuk ke kamar mandi untuk membersihkan diri.


Setelah setengah jam berapa di kamar mandi, Julian keluar dari kamar mandi dengan sudah memakai celana panjang dan bertelanjang dada.

__ADS_1


Berjalan mengitari rajang, Julian kemudian merebahkan tubuhnya tepat di sisi Vale.


Julian kemudian menyerukan kedua kakinya masuk ke dalam selimut yang juga di kenakan oleh Vale.


Julian kembali menoleh ke arah istri kecil kontrak nya. Sejujurnya, Julian memang menyukai Valerie dan juga sayang pada wanita itu. Tapi hanya sekedar sayang dan suka dengan kepribadiannya. Bukan sayang dan suka karena cinta.


Julian kembali menarik selimut dan menutupkannya ke tubuh Vale sampe ke leher. Setelah itu ia pun memejamkan matanya di samping Vale.


Belum lama ia memejamkan matanya. Tiba-tiba Vale bergerak dan malah menumpang kan kaki nya ke arah kaki Julian. Tidak hanya kaki Vale yang kini sudah berada di kaki Julian. Tapi juga kedua tangannya Vale memeluk erat tubuh Julian yang saat itu bertelanjang dada.


Di tambah kepala Vale pun ia rebahkan dia pundak Julian. Mendapati sikap Vale yang seperti itu membuat Julian heran.


"Jangan menghindar Mr, tenang saja, aku tidak akan jatuh cinta lagi dengan mu. Aku hanya ingin bermanja saja. Kau harus berbaik hati pada seorang anak yatim-piatu seperti ku. Kau tau kan aku tidak pernah merasakan di sayangi. Anggap saja aku sedang memeluk kakak ku saat ini. Karena kau memang pantas jadi kakak ku." ujar Vale sambil masih menutup matanya.


"Hemmmm, jadi kamu sejak tadi pura pura tidur!" tuduh Julian.


"Tidak, aku tidur, tapi aku terbangun karena aku mencium bau tubuh mu Mr." ucap Vale polos.


"Tidur lah lagi, sudah hampir jam 1 malam." ujar Julian yang kemudian membiarkan Vale menempel padanya. Justru Julian membelai rambut Vale dengan lembut.


Dan Vale sambil memejamkan mata nya sangat menikmati moment itu.


Kapan lagi aku bisa bermanja-manja seperti ini dengan mu sayang ku, ucap Vale dalam hati.


"Mr, apa kau tak ingin bercinta dengan ku malam in?" tanya Vale menawarkan diri dulu an.


"Aku lelah Vale, besok hari Sabtu, kita bisa melakukan itu sepanjang hari." jawab Julian sambil sudah memejamkan matanya.


Vale pun tertawa geli sendiri dengan tingkahnya, tapi dia cukup puas dan sangat menikmati kebersamaannya dengan Julian di ranjang malam itu.


Dan puas sudah berhasil memperdayai Julian.


Kena kau Mr 😅🤣🤭

__ADS_1


__ADS_2