Rahim Bayaran Mr Julian Alexander

Rahim Bayaran Mr Julian Alexander
Season 2 New life begins : Video


__ADS_3

Selama Elenor berada di rumahnya. Valerie selalu bersemangat ketika ia hendak pulang ke bekerja.


Begitu jam kerja telah usai. Dan semua pekerjaan juga telah dia selesaikan. Valerie langsung bergegas untuk membereskan barang-barang nya dan bersiap untuk pulang.


Sesampainya di rumah, ia langsung mencari Elenor dan memeluk sang putri penuh kerinduan.


Kemudian, babysister yang saat itu menemani Elenor di rumah. Vale izinkan untuk kembali ke Mansion. Bersama sang sopir pribadi khususnya untuk Elenor.


Mereka sengaja tetap berada di rumah Vale, untuk menjaga Elenor selama dirinya belum pulang dari kantor.


Vale ingin benar-benar tingal berduaan saja dengan Elenor di rumah.


Sang sopir dan babysister akan kembali pada keesokan harinya untuk mengantarkan Elenor kesekolah.


Setelah selesai membersihkan diri, Vale kemudian langsung bergegas menuju dapur untuk membuat makan malam.


Setelah ia sesekali memasak, Vale memangil Elenor untuk makan malam bersama.


Sambil menikmati makan malamnya, Vale dan Elenor saling bercerita tentang kegiatan mereka masing-masing.


Vale bercerita tentang dirinya yang bersemangat bekerja. Dan Elenor juga bercerita tentang dirinya yang pada hari itu yang mendapatkan nilai bagus di sekolah.


Ibu dan anak itu makin akrab dan makin terlihat nyaman satu sama lain.


"Mom, karena Elle memanggil Mommy Valerie dengan sebutan Mommy. Maka mulai sekarang, Elle akan memanggil Papa dengan sebutan Daddy." ujar Elenor mengutarakan maksud nya.


"Kenapa Elle merubah pangil itu?" tanya Vale menyelidik


"Biar panggilannya serasi dengan Mommy." jelas Elenor.


"Mommy and Daddy. Bukan Mommy and Papa."


"Itu terserah Elenor. Yang penting, Mommy tidak menyuruh Elle untuk mengganti pangil Papa Julian menjadi Daddy Julian." tukas Vale.


"Habis makan malam ini. Elle boleh tidak, Vidio call Papa, eh maksud Elle, Daddy. Jika Elle akan panggil Papa Julian dengan sebutan Daddy." ujar Elenor, yang saat itu duduk di kursi nya sambil menyantap makanannya.


"Iya, nanti Elle boleh video call Papa."


"Daddy." ralat Elenor. Dan, hal itu membuat keduanya nya terkekeh.


Seusai makan malam, Elenor di bantu Valerie bersiap-siaplah untuk tidur.


Setelah selesai menggosok gigi dan berganti pakaian tidur. Elenor dan juga Vale kini sama sama naik ke tempat tidur.

__ADS_1


Karena mereka sudah sepakat untuk menghubungi Julian. Valerie kemudian mengambil ponselnya.


Ia mencari kontak nomor Julian dan kemudian melakukan panggilan video call untuk Elenor.


Julian yang saat itu sudah berada di tempat tidur di kamar bersama Jenna. Kemudian bangkit dari rebahannya. Ketika ponselnya bergetar ada yang memangil.


Julian kemudian kembali terduduk sambil bersandar pada headbord tempat tidur.


Begitu melihat pangilan itu dari Valerie, Julian sesaat menoleh ke arah Jenna.


"Angkat saja," ujar Jenna.


Julian kemudian mengusap layar ponselnya dan menerima panggilan itu.


Seketika, wajah Elenor memenuhi layar ponsel miliknya.


"Hai Daddy." sapa Elenor terlebih dahulu, dengan nada suara ceria.


"Daddy?" sergah Julian, sambil menyempitkan kedua matanya. Julian heran dengan sapaan Elenor yang memanggil dirinya Daddy.


"Iya, Daddy. Mulai sekarang, Elenor akan memanggil Papa dengan sebutan Daddy. Karena Elenor memangil Mommy Valerie dengan panggilan Mommy. Biar serasi Daddy, Daddy and Mommy." ucap Elenor, Julian yang mendengar itu pun terkekeh.


"Apa Mommy yang menyuruh mu memangil Papa dengan sebutan Daddy?"


"Jangan menuduh ku Julian, itu tidak adil." ujar Vale yang ketika itu mengarah sejenak camera ponsel nya ke arah wajahnya.


Julian yang ketika itu melihat wajah Vale di layar ponsel nya pun terkekeh.


Saat Julian sadar, saat ini ada Jenna di sisi nya. Ia merasa tidak enak hati jika menerima panggilan sang putri dan juga Valerie. Kemudian Julian izin pada Jenna untuk berlalu sebentar.


"Sebentar ya sayang, Papa, emmm maksudnya, Daddy akan pindah ke ruang kerja dulu." ujar Julian yang kemudian ia bangkit dari ranjang untuk pindah ke ruang kerja demi menerima panggilan video call dari Elenor.


Sepeninggal Julian, hati Jenna merasa sedikit merasakan sesuatu.


Apakah itu suatu perasaan cemburuan?


Yang jelas, Jenna merasa sedikit risi.


Tapi, dia juga sadar dan paham. Bahwa selama nya Julian dan juga Vale pasti akan terus berkomunikasi demi Elenor.


🍁🍁🍁🍁🍁🍁


Saat tengah malam tiba, dan saat Julian telah tertidur pulas di sampingnya.

__ADS_1


Entah ada dorongan apa. Jenna berinsut pelan dari tempat tidur dan ia berjalan ke arah nakas, tempat Julian menaruh ponselnya.


Kemudian ia mengambil ponsel milik Julian dan membawanya ke kamar mandi.


Setelah sampai di kamar mandi. Jenna membuka galeri di ponsel milik Julian.


Dan kedua mata Jenna membulat sempurna ketika melihat beberapa foto Valerie yang saat itu bersama dengan Elenor nampak ceria di sebuah komedi putar.


Entah kenapa hal itu menghantam hari Jenna. Entah apa maksud Julian dengan mengambil foto tersebut dan menyimpannya di galeri ponselnya.


Kemudian Jenna memeriksa lagi di galeri yang lain. Dan lagi lagi Jenna juga menemukan foto Valerie yang saat itu sedang memakai pakaian kantor nya.


Dan, foto itulah yang membuat Jenna lebih terpukul.


"Buat apa kau menyimpan foto foto Valerie Julian."


Dan hal itu sudah membuat Jenna gemetaran.


Tidak ingin lama lama di curigai di kamar mandi. Jenna kemudian keluar dari kamar mandi.


Ia meletakkan kembali ponsel milik Julian di atas nakas.


Dan kini, Jenna melangkahkan kaki telanjangnya ke ruang kerja Julian.


Entah apa yang Jenna lakukan di sana. Jenna hanya mengikuti instingnya.


Sesampai ia di ruang kerja. Jenna memeriksa sesuatu di meja kerjanya Julian. Ia sendiri juga tidak tau sedang mencari apa.


Kemudian Jenna perpindahan pada laci demi laci yang ada di ruangan kerja sang suami.


Lalu, Jenna menemukan sebuah flashdisk.


Entah kenapa flashdisk itu membuat nya tergerak untuk mencari tau, apa isi flashdisk tersebut.


Jenna kemudian menyalakan laptop milik Julian dan kemudian menyambungkan flashdisk tersebut ke laptop.


Dan, begitu flashdisk itu kini sudah bisa di akses dan Jenna melihat apa isinya.


Mulut Jenna ternganga tak percaya dengan apa yang ia baru saja saksikan.


Jenna tak percaya dan tak habis pikir jika Julian ternyata menyimpan video video tersebut.


to be continue 🙏

__ADS_1


__ADS_2