Rahim Bayaran Mr Julian Alexander

Rahim Bayaran Mr Julian Alexander
Merahasiakan kehamilan


__ADS_3

Begitu mengetahui bahwa dirinya kini sedang berbadan dua. Jenna kembali ke kamarnya dengan perasaan hati yang sudah campur aduk.


Apakah dia bahagia?


Ia, sebenarnya Jenna merasa bahagia. Tapi ada masalah besar yang kini sedang ia hadapi dengan Julian.


Masalah yang membuat dirinya merasa di tipu karena proses pernikahan sirinya.


Belum lagi kebohongan Julian yang lain.


Tapi saat ia kini telah hamil benih dari pria yang membuat ia kecewa. Jenna sungguh tidak tau harus melakukan apa.


"Kenapa harus sekarang aku hamil. Kenapa di saat aku memilih untuk berpisah dengannya anak ini malah hadir. Apa yang harus aku lakukan? Bagaimana jika nasib anakku nanti sama seperti anak yang di kandung Valerie. Aku tidak akan pernah mau dipisahkan oleh anak ku sendiri. Dan aku tidak akan merelakan dan membiarkan Julian mendapatkan hak asuh nya." desis Jenna yang kala itu mondar-mandir tidak tenang di kamarnya.


🍁🍁🍁🍁🍁


Pagi itu Jenna tengah bersiap-siap untuk pergi ke kantor seperti biasanya. Sebelum pergi ke kantor, Jenna menyempatkan diri untuk bersarapan terlebih dahulu.


Saat Jenna sedang menikmati sarapannya. Reina yang baru saja datang dari berbelanja langsung mendatangi Jenna yang kala itu sedang bersarapan di meja makan.


"Jen, dibawah ada mobil jemputan yang sedang menunggumu. Mobil itu katanya mobil jemputan yang diberikan oleh Julian untuk mu. Julian berpesan pada Mama juga agar kamu ke kantor mengunakan mobil yang sudah ia berikan untukmu. Mobil itu sudah lengkap dengan sopir, kata Julian. Jadi kamu tidak perlu pulang pergi dengan mengunakan taksi lagi." ujar Reina menyampaikan pesan yang Julian titipkan untuk Jenna.


"Suruh pergi saja Ma. Aku tidak membutuhkan mobil itu. Aku akan pergi dan pulang kerja naik taksi saja." ujar Jenna yang memang orangnya sedikit keras kepala. Dan menolaknya fasilitas yang Julian berikan.


"Itu terserah kamu jika kamu menolak pemberian Julian. Apa kamu memblokir nomor ponsel Julian?"


"Iya, aku masih memblokir nomor ponselnya. Aku sedang tidak ingin berbicara dengannya."


"Sebaiknya kalian cepat-cepat untuk menyelesaikan masalah ini. Mama tidak ingin melihat masalah ini terlalu larut larut."


"Iya mah, Jenna akan segera menyelesaikan masalah ini."


Sebelum Jenna pergi ke kantor, ia kemudian menyuruh sang sopir untuk pergi dan dia pun berpesan pada sopir itu untuk tidak perlu lagi berada di apartemennya untuk menjemputnya.


Karena dia tidak akan pernah mau menaiki mobil yang sudah Julian siapkan untuknya itu.


Dan siang itu, setelah makan siang. Julian yang mendapat laporan dari sang sopir bahwa Jenna menolak untuk diantarkan pergi ke kantor oleh sopir yang sudah di siapkan olehnya menjadi sangat geram.

__ADS_1


🍁🍁🍁🍁🍁🍁


Hari demi hari pun berlalu. Kini Jenna semakin dibuat merasakan berbagai macam gejala, dan tanda-tanda seseorang sedang mengalami hamil muda pada umumnya.


Jenna merasakan kepalanya sering pusing, mual dan juga berbagai macam tanda-tanda lainnya.


Setiap pagi, saat baru bangun tidur pun. Jenna sering muntah-muntah.


Dan hal itu tidak lepas dari perhatian sama Mamanya, Reina.


Dalam hati, Reina pun sebenarnya sudah bisa menerka-nerka apa yang terjadi dengan sang putri.


Hanya saja dia masih menahannya untuk tidak menanyakan sesuatu yang sudah ia firasatkan.


Dan akhirnya, pada pagi itu, selepas ia melihat Jenna kembali sedang muntah-muntah. Reina memberanikan diri untuk bertanya kepada Jenna.


"Jen aku perhatikan beberapa hari ini kamu sering muntah-muntah. Dan Mama merasa itu tidak mungkin kalau kamu hanya masuk angin biasa. Mama juga melihat perubahan-perubahan aneh dalam dirimu. Apakah kamu menyembunyikan sesuatu dari Mama?"


Jenna yang baru saja selesai berkumur di wastafel kemudian berpikir sejenak.


Cepat atau lambat sang Mama pun pasti juga akan tahu jika dia hamil.


Oleh sebab itu Jenna memutuskan untuk berterus terang kepada sang Mama. Jika dirinya kini tengah berbadan dua.


Mendengar pengakuan Jenna yang mengaku hamil, langsung membuat Reina menghela nafas panjang.


Bukanya ia tidak senang Jenna hamil dan akan memiliki cucu.


Akan tetapi saat ini rumah tangga sang putri sedang berada di ujung tanduk dengan Julian.


Ditambah lagi status pernikahan mereka yang hanya menikah siri membuat Reina semakin berpikir dalam.


Bagaimanapun, semua itu pasti akan di ketahui banyak orang. Keluarga maupun relasi kerja Jenna di kantor. Sedangkan saat ini pernikahan siri mereka hanya di ketahui oleh keluarga dekat saja.


Belum lagi bagaimana nantinya jika Jenna hamil tanpa di dampingi seorang suami. Itu akan menjadi aib tersendiri bagi keluarganya. Dan seolah-olah akan menuduh Jenna berzina.


Oleh sebab itu Reina sudah memutuskan untuk mengambil langkah tegas.

__ADS_1


Yaitu dengan mengkonfrontasi masalah ini dengan Julian langsung dan akan melibatkan sang Mamanya Julian juga yang saat ini berada di Athena.


Akan tetapi, hal itu di larang oleh Jenna. Ia belum siap untuk memberitahu kepada Julian tentang kehamilannya.


Karena Jenna takut anak nya akan bernasib sama dengan anak yang saat ini di kandung Valerie.


Karena Jenna sendiri tau, obsesi Julian salah satu nya memang ingin punya anak.


Dan akhirnya, Reina pun mengikuti saja kemauan sang putri untuk tidak dulu memberitahu kan berita kehamilan Jenna pada sang menantu Julian yang telah membuat ia kecewa.


🍁🍁🍁🍁🍁


Sepulang dari pulang kantor, saat itu Jenna sengaja untuk mampir ke sebuah supermarket.


Ia berniat untuk membeli beberapa buah-buahan segar dan juga susu khusus ibu hamil untuk ia konsumsi.


Jenna saat ini sudah bisa menerima kenyataan bahwa ia telah berbadan dua dan ia harus memikirkan juga asupan gizi untuk janinnya.


Jenna untuk sementara ingin fokus untuk kehamilannya.


Dan tidak ingin memikirkan tentang hubungannya dengan Julian yang masih belum ada titik terangnya.


Saat ia tengah milih milih susu khusus ibu hamil untuk ia tambahkan ke keranjang belanjanya. Seseorang memanggilnya.


"Jenna," pangil seseorang itu.


Jenna pun kemudian menoleh ke arah sumber suara yang memanggil namanya.


Saat ia menoleh, Jenna sedikit tersentak kaget. Karena yang memanggilnya ternyata adalah Valerie.


"Valerie," sapa Jenna balik pada Vale.


Dan akhirnya, dua wanita yang sama sama tengah hamil benih dari lelaki yang sama itu kini saling berhadap-hadapan.


Dan saat itu tengah sama sama sedang membeli susu khusus ibu hamil.


Aku up segini dulu ya gaes...🙏

__ADS_1


__ADS_2