Rahim Bayaran Mr Julian Alexander

Rahim Bayaran Mr Julian Alexander
Season 2 New life begins : Elenor,( korban keegoisan)


__ADS_3

Pagi itu seusai bersarapan, Valerie kembali mengecek tas kerjanya. Untuk memastikan semua barang yang penting yang harus ia bawa ke kantor tidak ada satupun yang tertingal.


Karena mobil nya saat ini masih dalam perbaikan, mau tak mau Vale harus berangkat dan pulang kantor dengan menggunakan taksi.


Saat Vale tengah bersiap-siap, ponselnya berdering. Vale kemudian mengambil ponselnya kembali yang sudah ia taruh di dalam tas. Lalu ia segera mengangkat panggilan tersebut.


"Hai David." sapa Valerie.


"Hai Vale, bersiap-siaplah, sebentar lagi aku akan sampai di rumah mu. Ku pikir, pasti kamu akan ke kantor naik taksi kan. Karena kantor kita satu arah, aku sengaja menghampiri mu untuk berangkat ke kantor sama sama." ucap David, yang saat itu sedang mengendarai mobilnya menuju rumah Vale. Dan ia memang sudah berniat untuk memberikan tumpangan pada Vale.


"Ya Tuhan, kau tak perlu serepot itu David. Aku bisa berangkat ke kantor dengan naik taksi. Sungguh aku tidak ingin merepotkan diri mu." ujar Vale yang merasa tidak enak hati pada David.


"Biasa saja Vale, bukankah selama ini kita berteman akrab. Jangan kaku begitu dengan ku." imbuh David.


"Bersiaplah, sebentar lagi aku akan sampai." ucap David.


"Oke, aku akan menunggu mu di depan rumah." jawab Vale, yang kemudian ia segera bersiap untuk segara keluar dari rumahnya.


Dan tak lama, mobil yang di kendarai David pun tiba. Vale langsung bergegas ke arah mobil David dan langsung masuk kedalam mobil di bagian depan.


"Pagi," sapa David dengan wajah penuh senyum ceria.


"Pagi juga, maaf ya, jika aku selalu merepotkan mu." ujar Vale yang merasa tak enak hati pada setiap kebaikan yang David tunjukan.


"Buang rasa tidak enak mu Vale, aku dengan senang hati melakukan ini."

__ADS_1


"Aku belum bisa membalas semua kebaikan mu David."


"Aku juga tidak mengharapkan balasan untuk semua hal yang sudah aku lakukan untuk mu." balas David.


"Terimakasih sudah mau jadi teman ku." ucap Vale tulus pada David.


🍁🍁🍁🍁🍁🍁


Mansion


"Semalam Valerie mengirimkan pesan untukmu. Kau sudah tidur saat itu. Maaf, jika aku sudah lancang, aku membalas pesan Vale semalam. Aku rasa kau sudah membaca pesan itu." ucap Jenna pada Julian, yang saat itu mereka masih berada di kamar dan tengah bersiap-siap untuk berangkat bekerja.


"Iya aku membaca pesannya. Terima kasih telah mengirimkan foto Elenor untuk Vale." ujar Julian sambil ia mengenakan dasinya.


"Tidak masalah." jawab Jenna sambil mengulas senyum tipis, kemudian ia berdiri dari depan kaca rias nya dan membantu Julian untuk mengenakan dasinya.


"Kami sudah membicarakan hal itu. Dan Minggu ini rencananya Elle akan bersama Mommy nya. Bagaimanapun, Elle perlu waktu dan proses untuk bisa terbiasa dan keadaan ini. Untuk bisa memahami bawah kondisi kedua orangtuanya memang tidak bersama."


"Bagaimana yang terbaik menurut kalian dan yang membuat Elenor nyaman. Bagaimanapun, kau dan Valerie tetap harus berhubungan baik, untuk tetap bisa menjadi orang tua Elenor, meski kalian tidak bersama." ucap Jenna yang kala itu telah selesai memakaikan dasi untuk sang suami.


"Aku dan Valerie akan tetap berusaha menjadi orang tua yang baik untuk Elenor. Terlepas dari hubungan kami yang sudah berpisah. Karena sejak awal, aku dan Vale memang tidak punya komitmen untuk menjalani sebuah kehidupan bersama seperti pasangan suami istri yang sesungguhnya. Aku dan Vale hanya berkomitmen untuk menjalani pernikahan kontrak. Karena pada saat itu, aku sangat menginginkan keturunan. Yang pada akhirnya, yang terjadi justru seperti sekarang ini. Aku tidak tega untuk memisahkan Elenor dari Mommynya. Aku dan Vale sebagai orang tua Elenor akan selalu berusaha untuk mementingkan kepentingan Elenor. Meski ada rasa penyesalan, tak seharusnya aku dulu melakukan transaksi rahim bayaran dengan Vale. Tapi semua sudah terjadi, sekarang yang penting bagi ku adalah kebahagiaan Elenor. Agar dia bisa tetap menjalani hidup dengan nyaman serta bahagia walau dengan keadaan kedua orang tuanya yang terpisah."


"Elenor sangat sayang dengan mu Julian. Kau adalah Papa terbaik. Tidak hanya untuk Elenor tapi juga bagi Louis."


"Aku akan berusaha untuk menjadi orang ayah yang baik untuk putra dan putri ku. Mereka adalah keajaiban untuk ku." ucap Julian, sambil meraih kedua tangan Jenna dan kemudian menciumnya.

__ADS_1


"Terima kasih untuk pengertianmu selama ini. Dan terimakasih kau juga sudah menjadi ibu sambung yang baik untuk putri ku."


"Aku hanya berusaha menjadi Ibu yang baik untuk anak anak." ujar Jenna mengulas senyum tipis.


"Dan kau sudah melakukan itu. Kau seorang ibu yang baik Jen," ucap Julian yang kemudian mendekap Jenna dengan dekapan sayang.


🍁🍁🍁🍁🍁🍁


Kantor


"Bagaimana Valerie, kapan kau akan pergi ke perusahaan Julian Corp untuk menawarkan proposal kerjasama kita?" tanya Edward pada Valerie, saat dirinya bertemu dengan Vale di sebuah koridor kantor.


"Rencananya siang ini saya akan mendatangi kantor mereka. Saya sudah berkomunikasi dengan sekertaris Pak Julian untuk bisa bertemu dengan Pak Julian langsung."


"Bagus, gerak lebih cepat lebih baik Vale. Aku dengar, mereka sedang merencanakan membangun sebuah Villa dan juga hotel berbintang di daerah Bogor. Ini kesempatan kita untuk mengajak mereka berkerja sama."


"Iya Pak, saya sudah menjadwalkan meeting bersama dengan kedua pasangan suami istri itu." ucap Vale menjelaskan.


"Good job, aku suka dengan cara kerja mu Valerie. Semoga kamu berhasil mendapatkan tender kerja sama dengan mereka."


"Semoga." ucap Vale sambil tersenyum tipis.


Sebenarnya Valerie sangat enggan untuk melakukan kerjasama dengan perusahaan milik Julian. Tapi, mau tidak mau ia harus tetap menjalankan tugasnya sebagai manager pemasaran di perusahaannya saat ini. Ia sekarang di tuntut untuk bisa profesional dalam menjalankan tugas.


Vale sebenarnya sudah tidak ingin banyak berinteraksi dengan pria yang sempat membuat nya tergila gila itu.

__ADS_1


Karena sampai saat ini, tatapan mata Julian masih membuat nya merasa kan desiran aneh.


Meskipun rasa cinta itu sudah lama menguap.


__ADS_2